Industri Daur Ulang Ponsel Mampu Tingkatkan Perekonomian Digital

27 Januari 2020 07:07 WIB Oktaviano D.B. Hana & Rahmad Fauzan Ekbis Share :

Harianjogja.com, JAKARTA—Minat investor di industri daur ulang ponsel usang atau remanufacture mobile phone dinilai tinggi. Potensi usaha daur ulang ponsel signifikan di Indonesia, tidak hanya untuk ekspor, ponsel daur ulang juga bisa dimanfaatkan untuk memenuhi kebutuhan di dalam negeri. 

Direktur Industri Elektronika dan Telematika Kementerian Perindustrian Janu Suryanto mengatakan sejumlah investor sudah bertemu pihaknya dan manyatakan minatnya untuk menanamkan modalnya di bidang manufaktur tersebut. Bahkan, jelasnya, para investor itu berencana mengeskpor produk daur ulang tersebut. Kendati begitu, dia belum bisa merincikan nama calon investor tersebut. "Ada salah satu e-commerce bilang ekspor daur ulang ponsel, terutama IPhone," ujarnya kepada Jaringan Informasi Bisnis Indonesia (JIBI), Minggu (26/1).

Janu mengakui potensi usaha daur ulang ponsel itu signifikan di Indonesia. Tidak hanya untuk ekspor, jelasnya, ponsel daur ulang juga bisa dimanfaatkan untuk memenuhi kebutuhan di dalam negeri. Apalagi, jelasnya, industri handphone, komputer dan tablet (HKT) di dalam negeri berkembang pesat dan diperkirakan terus bertumbuh ke depan. "Pada 2019, sudah semakin banyak produksi HKT," ujarnya.

 

Perekonomian Digital

Seperti diketahui, Grab dikabarkan berminat menanamkan modalnya di Indonesia untuk mengembangkan industri daur ulang ponsel usang. Hal itu diungkapkan Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita setelah bertemu dengan pihak Grab pada rangkaian agenda menghadiri World Economic Forum (WEF) 2020 di Davos, Swiss, Sabtu (25/1).

“Saya juga sudah berbicara dengan pihak Grab. Mereka ada niat melakukan investasi remanufacturing dari mobile phone yang sudah relatif tua atau sudah rusak, yang nantinya menjadi mobile phone baru,” katanya di Jakarta seperti dikutip dari keterangan resmi, Minggu.

Menperin berharap investasi Grab dapat mendukung kebutuhan masyarakat Indonesia dalam kesiapan memasuki era Revolusi Industri 4.0. Pasalnya, penggunaan teknologi komunikasi digital seperti ponsel menjadi salah satu kebutuhan penting di era tersebut.

Apalagi, jelas dia, industri ponsel di dalam negeri mengalami pertumbuhan jumlah produksi yang cukup pesat selama lima tahun terakhir. "Hal ini tidak terlepas dari upaya pemerintah yang terus memacu pengembangan di sektor telekomunikasi dan informatika,” ujarnya.

Deputy Head of Public Affairs Grab Indonesia Tirza Munusamy dalam keterangan tertulis, Menko Perekonomian Airlangga Hartarto mengatakan keberadaan ponsel pintar dengan harga terjangkau sangat penting untuk meningkatkan perekonomian digital bagi penduduk Indonesia. "Grab sepakat dengan pernyataan Menko Airlangga dan tengah berdiskusi dengan pemerintah, termasuk Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian dan Kementerian Perindustrian Indonesia mengenai hal ini," ujar Tirza.

Rencana tersebut makin diperkuat oleh pernyataan President Grab Indonesia Ridzki Kramadibrata yang menjelaskan rencana remanufacturing ponsel yang dimaksud memang bertujuan menghasilkan ponsel-ponsel yang lebih terjangkau di masyarakat.

Sumber : Bisnis Indonesia