Pengiriman Barang Domestik Belum Terdampak tapi …

Pengiriman Barang Domestik Belum Terdampak tapi …Branch Manager JNE Yogyakarta Adi Subagyo menggunting pita menandai pembukaan kantor cabang JNE Bantul, Senin (14/5/2018). - Harian Jogja/Holy Kartika N.S
20 Maret 2020 08:22 WIB Kusnul Isti Qomah Ekbis Share :

Harianjogja.com, JOGJA—Merebaknya kasus virus Corona (Covid-19) belum berdampak pada pengiriman barang khususnya domestik. Meski demikian, pengiriman barang dari luar negeri telah menunjukkan dampaknya.

Marsudi, Head Regional JNE Jateng-DIY mengungkapkan untuk pengiriman domestik belum terpengaruh. "Justru banyak orang belanja online seperti masker, hand sanitizer dan kebutuhan pencegahan lainnya. Mereka beli online jadi kami tetap kirim," ujar dia, Kamis (19/3).

Namun, pengiriman barang dari luar negeri terpantau menurun. "Berdasarkan data dari Asosiasi Perusahaan Jasa Pengiriman Ekspres, Pos, dan Logistik Indonesia (Asperindo), penurunan barang dari luar negeri terjadi sekitar lima persen-10 persen. Namun, ini menjadi momentum bagi UKM dalam negeri untuk memenuhi kebutuhan masyarakat, demi Indonesia yang sehat dan kuat," ujar M Feriadi, Presiden Direktur JNE.

Penyebaran virus Corona atau Covid-19 masih terjadi dan pemerintah telah mengimbau agar masyarakat mengurangi aktivitas di luar rumah, khususnya tempat keramaian. Dalam menghadapi situasi tersebut JNE mencegah dengan meningkatkan peralatan kesehatan dan kebersihan, khususnya untuk para karyawan frontliner yang bertemu langsung dengan pelanggan maupun tim yang menangani paket selama dalam proses pengiriman.

Berbagai peralatan dan fasilitas ditambah serta disediakan di Kantor Pusat, kantor cabang dan gedung operasional JNE, seperti alat cek suhu tubuh, masker, sarung tangan, cairan pencuci tangan steril, serta tempat mencuci tangan dengan air mengalir. Pelanggan yang datang pun akan diarahkan untuk mencuci tangan terlebih dulu sebelum melakukan transaksi pengiriman paket.  

Gugus Tugas Khusus

JNE juga membentuk gugus tugas khusus untuk pengawasan di Kantor Pusat dan seluruh kantor cabang dan melakukan sterilisasi seluruh area kerja menggunakan cairan disinfektan. Feriadi pun menambahkan proses pengiriman JNE hingga saat ini masih berjalan normal. Hal tersebut karena, selain pelanggan retail yang diimbau pemerintah untuk mengurangi aktivitas diluar rumah, JNE pun harus selalu siap memenuhi kebutuhan banyak pelanggan perusahaan, termasuk perusahaan di bidang kesehatan dengan jenis paket berupa alat kesehatan mau pun obat-obatan yang dibutuhkan masyarakat.

Walaupun belum ditemukan penularan virus Corona lewat barang, seperti yang dijelaskan oleh berbagai pihak, yaitu Kominfo, LIPI, WHO, dan yang lainnya. Namun upaya pencegahan juga dapat dilakukan oleh tiap penerima paket. “Agar upaya pencegahan infeksi virus Corona makin maksimal, maka JNE mengimbau kepada seluruh pelanggan untuk membersihkan atau mencuci isi paket sebelum digunakan,” tutur Feriadi.

Selain peningkatan fasilitas di bidang kesehatan, JNE pun terus menjaga kualitas sektor teknologi informasi (TI) perusahaan agar dapat terus bekerja optimal. Feriadi juga menyampaikan JNE akan mematuhi pemerintah terkait imbauan work from home. Hal ini agar penyediaan seluruh data yang dibutuhkan secara real time terus berjalan dengan maksimal dalam situasi saat ini. “Bukan hanya untuk internal, pertukaran data dari JNE dengan platform milik semua mitra secara cepat dan akurat harus terus terjaga agar konetivitas antara seller dengan buyer, e-commerce platform, teknologi keuangan, serta yang lainnya, tetap lancar,” kata dia.