Organda Bingung Pernyataan Menhub, Kami Ikut Bingung?

Organda Bingung Pernyataan Menhub, Kami Ikut Bingung?Petugas Dishub gabungan dengan sejumlah instansi melakukan pemeriksaan terhadap kendaraan pribadi berpelat nomor luar DIY dan bus AKAP yang masuk ke wilayah DIY di Lumbungrejo Tempel Sleman, Sabtu (11/4/2020), dalam rangka mengantisipasi penyebaran Covid-19. - Harian Jogja/Hafit Yudi Suprobo
08 Mei 2020 09:17 WIB Herlambang Jati Kusumo Ekbis Share :

Harianjogja.com, JOGJA—Menyikapi pernyataan Menteri Perhubungan (Menhub) Budi Karya Sumadi, yang memberikan izin semua moda transportasi beroperasi, Organisasi Angkutan Darat (Organda) DIY menilai pemerintah semestinya fokus penyelasaian Covid-19 terlebih dahulu.

“Belum ada kepastian, tetapi kami kaget juga dengar seperti itu [izin semua moda transportasi beroperasi] yang di bawah bingung. Lebih baik berhenti dahulu, dibatasi termasuk kendaraan pribadi. Fokus menuntaskan Covid-19 ini dulu. Kalau seperti itu gak selesai-selesai,” kata Ketua Dewan Pengurus Daerah (DPD) Organda DIY, Hantoro, Kamis (7/5).

Jika memang kebijakan Menhub tersebut yang akan diambil, Ia mengingatkan untuk protokol pencegahan Covid-19 lebih diperketat lagi. Orang yang nantinya menggunakan moda transportasi harus dipastikan, kesehatannya dan tujuannya berpergian. Hantoro khawatir dengan kelonggaran ini justru membuat penyelesaian Covid-19 semakin lama.

“Sebenarnya tidak berharap dari kebijakan itu, saya sebagai pengusaha maupun berbicara sebagai masyarakat. Malah membikin gaduh dan membingungkan. Jika memang diizinkan, kami harus persiapan jual tiket dan lain-lain, nanti begitu siap diganti kebijakan lagi. Itu kami khawatir juga,” ucapnya.

Terpisah, Manager Humas PT. KAI Daerah Operasi (Daop) 6, Eko Budiyanto mengatakan masih menunggu untuk tindak lanjut. “Kami masih menunggu dulu dari Pusat. Saat ini belum ada operasional selain Prameks,” kata Eko.