Di Tengah Pandemi Corona Impor Daging Kerbau India dan Sapi Brazil Masuk Indonesia

Di Tengah Pandemi Corona Impor Daging Kerbau India dan Sapi Brazil Masuk IndonesiaDaging sapi dan kerbau yang dijual di pasar tradisional. - ilustrasi
31 Mei 2020 01:37 WIB M. Richard Ekbis Share :

Harianjogja.com, JAKARTA -Di tengah pandemi Covid-19, pasar Tanah Air bakal dijejali produk impor dagin sapi.

PT Berdikari (Persero) mengantongi izin impor daging kerbau India dan daging sapi Brazil dari Kementerian Perdagangan masing-masing sebanyak 50.000 ton dan 10.000 ton, yang akan didatangkan bertahap hingga akhir 2020.  

Direktur Utama PT Berdikari (Persero), Harry Warganegara mengatakan sampai saat ini perusahaan telah menyelesaikan proses negosiasi dengan beberapa pemasok daging kerbau India dan shipment sudah mulai berjalan. 

"Hari ini, untuk shipment pertama telah masuk ke Indonesia melalui Pelabuhan Tanjung Priok sebanyak 672 ton," katanya dalam siaran pers Berdikari, Sabtu (30/5/2020). 

Ditambahkannya, hingga saat ini Berdikari telah menyelesaikan negosiasi kontrak dengan beberapa pemasok dengan total daging kerbau yang akan didatangkan sebanyak 1.960 ton yang direncanakan akan masuk bertahap hingga akhir Juni 2020. 

Perusahaan pun akan terus menambah jumlah impor sesuai dengan kuota yang kami dapat, dimana saat ini kami masih melakukan negosiasi kontrak dengan beberapa supplier. 

"Kami berharap dengan masuknya daging kerbau India ke Indonesia dapat menjaga ketersediaan bahan pangan nasional dan terpenuhinya kebutuhan bahan pangan protein khususnya daging serta menjaga stabilitas harga tetap terjangkau oleh masyarakat," katanya.  

Untuk memasarkan daging tersebut Berdikari akan menggandeng beberapa distributor serta  menyalurkan langsung ke pasar konsumen melalui saluran distribusi sendiri, diantaranya melalui Toko Daging Protein Berdikari dan marketplace.   

Selain impor daging kerbau India, Berdikari juga sedang mempersiapkan proses impor daging sapi Brazil yang saat ini berada pada tahap negosiasi dengan salah satu supplier dengan total kontrak sebanyak 1.120 ton. 

"Sebagai bagian dari BUMN Klaster pangan kami komitmen untuk mensupport pemerintah dalam menjaga ketahanan pangan nasional khususnya pada masa pandemik Covid-19 ini,” tutup Harry.

Sumber : Bisnis.com