BI Jogja Gelar Lomba Manfatkan Sampah Rumah Tangga

BI Jogja Gelar Lomba Manfatkan Sampah Rumah TanggaKepala Perwakilan Bank Indonesia DIY Hilman Trisnawan. - Istimewa
12 Agustus 2020 12:37 WIB Media Digital Ekbis Share :

Harianjogja.com, JOGJA—Bank Indonesia, Generasi Baru Indonesia (GenBI), dan Paguyuban Bank Sampah DIY menggelar kegiatan dengan tajuk Merdeka dan Kreatif Mengelola Sampah. Kegiatan ini berupa lomba mengelola sampah rumah tangga yang ada di kompleks Perumahan Bank Indonesia DIY di wilayah Terban, Kota Jogja.

Sampah yang ada di rumah, diolah semaksimal mungkin menjadi lebih bernilai. Meningkatkan keindahan dan kenyamanan lingkungan.

“Sampah anorganik dibuat beragam barang yang bisa dimanfaatkan untuk hiasan memperingati HUT Kemerdekaan RI, sedangkan sampah organik dikelola dengan Losida, Lodong Sisa Dapur. Losida ini pun dihias dan ditempatkan di halaman rumah menjadi bagian dari estetika lingkungan,“ ujar Kepala Perwakilan Bank Indonesia DIY, Hilman Trisnawan.

Hilman menambahkan, kegiatan ini dilaksanakan pada Minggu, 16 Agustus 2020 mulai pukul 07.30 hingga 13.00 WIB. Bank Indonesia menyediakan hadiah jutaan rupiah bagi pemenang lomba Merdeka dan Kreatif Mengelola Sampah ini.

Sudah ada 54 peserta yang terdaftar dari GenBI dan Paguyuban Bank Sampah DIY. Mereka terbagi dalam sembilan (9) kelompok.

“Dari kegiatan ini, otomatis kami akan mendapatkan jejak yang terus bisa dimanfaatkan. Selain hiasan daur ulang yang bisa dipasang selama peringatan HUT Kemerdekaan hingga akhir Agustus, juga ada Losida yang bisa digunakan mengelola sampah organik sisa dapur,“ tambah Hilman.

Persoalan aktual yang kini menjadi problem adalah sampah rumah tangga. Pertambahan penduduk meningkatkan produksi sampah. Sampah pun semakin menjadi persoalan ketika TPA yang ada tidak mampu menampung produksi sampah yang terus menggunung.

Sekretaris Paguyuban Bank Sampah DIY Erwan Widyarto mengapresiasi kegiatan Bank Indonesia Perwakilan Yogya ini. Menurutnya, ide menggelar lomba sekaligus mengelola sampah rumah tangga merupakan ide yang luar biasa. Momentumnya pas. Kreativitas peserta pasti akan muncul secara maksimal.

“Begitu diajak kolaborasi, kami langsung oke. Apalagi selama ini kami bergiat pada persoalan sampah rumah tangga ini. Usulan kami agar sampah organik ikut diperhatikan juga langsung disetujui. Sehingga ada Losida yang menjadi bagian lomba,“ kata pengelola Bank Sampah Griya Sapu Lidi, Sidoarum, Godean, Sleman ini.

Erwan menjelaskan, Losida merupakan teknologi pengelolaan sampah organik rumah tangga yang mudah, murah dan efisien. Tidak perlu lahan besar, tidak butuh beaya banyak. Hanya perlu pipa paralon sepanjang 120 cm. Paralon itu “ditanam“ di tanah atau di pot besar yang ada di rumah. Losida bisa dimanfaatkan untuk menampung limbah sisa dapur maupun sampah organik lain seperti dedaunan dan sisa buah-buahan.

Mengenai teknis pelaksanaan lomba, Koordinator Panitia dari Bank Indonesia Radiani Witasari menegaskan protokol kesehatan menjadi perhatian utama. Semua yang terlibat wajib mengenakan masker. Panitia menyediakan tempat cuci tangan dan hand sanitizer. Sebelum kegiatan juga dilakukan penyemprotan disinfektan di lokasi kegiatan. (*)