Rencana Pembebasan Biaya KPR Bisa Dongkrak Pmbelian Rumah

Rencana Pembebasan Biaya KPR Bisa Dongkrak Pmbelian RumahIlustrasi perumahan. - JIBI
27 September 2020 22:37 WIB Newswire Ekbis Share :

Harianjogja.com, JAKARTA- Industri perumahan kini ada angin segar dari pemerintah ihwal biaya kredit KPR.

Pemerintah berencana memberikan pembebasan biaya Kredit Pemilikan Rumah (KPR) bagi masyarakat yang ingin membeli rumah baru dengan harga maksimal Rp500 juta. Rencana tersebut diyakini bisa menggairahkan industri properti.

"Dari sisi permintaan pastilah ada pengaruh yang positif. Karena bila konsumen semakin dipermudah untuk membeli rumah, melalui penurunan bunga BI Rate, bunga KPR, biaya KPR sedikit banyak akan berpengaruh untuk memicu permintaan," kata Pengamat Properti Panangian Simanungkalit, di Jakarta, Minggu (27/9/2020).

Kata dia, masalah klasik yang bersifat fundamental di pasar perumahan di Indonesia bukanlah di sisi permintaan. tetapi di sisi penawaran. Adapun masalahnya mengenai keterbatasan lahan dan tingginya biaya siluman di perumahan dalam menggarap sektor bisnis properti.

"Misalnya, kesulitan pengembang menemukan lahan dengan harga yang wajar. Banyaknya jumlah perijinan. Lalu tingginya biaya siluman dalam perijinanan. Lamanya proses perijinan. Rendahnya modal sendiri yang harus diperhatikan pemerintah," jelasnya.

Sebelumnya, Kepala Badan Kebijakan Fiskal (BKF) Kementerian Keuangan (Kemenkeu) Febrio Kacaribu mengatakan rencana tersebut masuk di dalam program Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN). Rencananya program biaya KPR 0% tersebut paling cepat bakal diimplementasikan awal tahun depan.

"Tidak harus sekarang, tapi bisa di 2021. Beberapa yang kita lihat sekarang adalah rumah," katanya.

Artikel ini telah tayang di Okezone.com berjudul "Rencana Pembebasan Biaya KPR, Jadi Angin Segar bagi Pembeli Rumah"

Sumber : Okezone.com