Warga Jogja Didorong Jadi Tuan Rumah yang Sadar Wisata
Bedah buku Etika Kepariwisataan di Jogja membahas pentingnya etika warga, wisatawan, budaya, dan lingkungan dalam menjaga keberlanjutan pariwisata.
Se'i Sapi Koro Hadir di Sleman City Hall. /Ist.
Harianjogja.com, SLEMAN– Makanan olahan daging asap khas dari Kupang, Nusa Tenggara Timur, Se’i sudah sangat familiar dan banyak digemari oleh masyarakat. Banyak restoran dan rumah makan yang menyajikan menu ini sebagai menu andalannya. Sebagai salah satu restoran yang menjual olahan daging asap, Se’i Sapi Koro yang berlokasi di Lantai 2 Sleman City Hall hadir dengan konsep dan proses memasak yang berbeda.
Aroma dan cita rasa yang dikeluarkan begitu menggugah selera. Dengan metode pengasapan sebanyak dua kali membuat daging menjadi lebih kaya rasa. Tidak hanya menu khas Kupang saja yang disajikan, Se’i Sapi Koro memadukan cita rasa Sulawesi namun tetap diterima lidah masyarakat Jawa. Se’i Sapi Koro tidak hanya menjual sapi se’i sapi saja, ada se’i ayam, se’i paru, se’i lidah, dan menu baru yaitu nasi goreng se’i koro dan nasi goreng se’i ayam.
Olahan tumisan sayur paling menggoda adalah Jantung Pepayanya. Tumis bunga pepaya dicampur dengan jantung pisang, ditambah bawang merah dan bawang putih, serta bumbu lainnya. Dimakan bersama nasi jeruk yang menjadi andalan dari Se’i Sapi koro. Penyuka pedas jangan sampai melewatkan 6 varian sambal, yaitu sambal matah, sambal rica-rica, sambal bawang, sambal ijo, sambal luat, dan sambal dadak.
Meskipun resto ini berada di dalam mall, harga yang ditawarkan cukup terjangkau. Dengan harga paketan mulai dari Rp20.000-an saja. Pengunjung sudah dapat menikmati makanan disini. Selama bulan Februari ini, dapatkan promo khusus dari Se’i Sapi Koro diskon 50% semua makanan dan minuman. Caranya cukup follow instagram Se’i Sapi Koro, tag 5 orang teman kamu, dan mention instagram Se’i Sapi Koro @seikorojogja. Tunjukkan bukti follow, tag, dan mention kamu ke kasir. (ADV)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Bedah buku Etika Kepariwisataan di Jogja membahas pentingnya etika warga, wisatawan, budaya, dan lingkungan dalam menjaga keberlanjutan pariwisata.
Gempa Sumba Barat Daya M6,1 merusak 20 rumah dan sejumlah fasilitas. Satu orang luka, 173 personel disiagakan untuk penanganan.
Hari Jadi Gunungkidul ke-196 mengusung tema Gayeng Guyub, Waras Ragane, Tentrem Atine dengan pesan kebersamaan dan kemandirian daerah.
Google menguji pusat data AI di luar angkasa lewat Project Suncatcher dengan membawa empat chip TPU ke orbit.
Gempa bumi bermagnitudo 6,1 yang mengguncang Kabupaten Sumba Barat Daya, Nusa Tenggara Timur, Minggu pagi, dilaporkan menyebabkan seorang lansia
Bedog Artsfest ke-16 di Sleman mengusung tema Ngerawat Rasa dengan menjadikan sungai sebagai ruang seni dan pesan kepedulian lingkungan.