Mudik Lebaran 2021 Belum Pasti, KAI Pastikan Siap Layani

Mudik Lebaran 2021 Belum Pasti, KAI Pastikan Siap Layani Suasana sepi terlihat di Stasiun Pasar Senen, Jakarta, Jumat (24/4/2020). Bisnis - Eusebio Chrysnamurti
24 Maret 2021 21:17 WIB Rahmi Yati Ekbis Share :

Harianjogja.com, JAKARTA - Informasi tentang mudik Lebaran 2021 masih menunggu keputusan Presiden. Meski demikian, PT Kereta Api Indonesia (Persero) atau KAI tetap siap melayani pelanggan.

VP Public Relations KAI Joni Martinus mengaku siap melayani pelanggan yang menggunakan moda transportasi kereta api pada setiap waktu dengan menerapkan protokol kesehatan yang ketat sesuai aturan pemerintah, baik saat dalam perjalanan maupun saat berada di stasiun.

"Terkait dengan angkutan lebaran pada moda transportasi kereta api, KAI akan mematuhi seluruh aturan yang ditetapkan oleh pemerintah, dalam hal ini Satgas Covid-19 dan Kementerian Perhubungan," katanya Rabu (24/3/2021).

Baca juga: Bawa Kabur Peralatan Tukang, Pria Purworejo Terancam 4 Tahun Penjara

Sementara terkait dengan penjualan tiket kereta api untuk keberangkatan menjelang lebaran, Joni mengaku masih menunggu informasi terkini dari pemerintah.

Informasi terakhir, katanya, Wakil Presiden Ma'ruf Amin mengatakan pemerintah akan memutuskan apakah mudik lebaran diperbolehkan atau tidak setelah pertemuan rapat kabinet yang rencananya dilakukan jelang Ramadan.

"Belum [ada informasi penjualan tiket dan mudik lebaran]," ujarnya.

Baca juga: Pemkot Jogja Verifikasi Ulang Serikat Pekerja

Sebelumnya, dalam rapat bersama Komisi V DPR pada 16 Maret 2021, Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi mengaku bakal memperketat syarat perjalanan sebagai langkah antisipasi aktivitas mudik pada Idulfitri 2021.

Adapun langkah yang dipersiapkan adalah mempersingkat masa berlaku alat screening Covid-19 seperti GeNose, Rapid Test, atau PCR Test, wajib memakai masker, melaksanakan jaga jarak, melakukan desinfeksi prasarana/sarana, pemberlakuan pembatasan penumpang dan pengaturan jadwal layanan.

Budi mengaku tidak berkapasitas memutuskan melarang atau mengizinkan masyarakat mudik pada tahun ini karena harus diputuskan bersama Kementerian/Lembaga terkait dan Satgas Covid-19.

Sumber : Bisnis.com