Belanja Pemerintah dan Investasi Pembangunan Jadi Andalan Pemulihan Ekonomi DIY

Belanja Pemerintah dan Investasi Pembangunan Jadi Andalan Pemulihan Ekonomi DIYIlustrasi pertumbuhan ekonomi. - IST
24 Mei 2021 08:57 WIB Herlambang Jati Kusumo Ekbis Share :

Harianjogja.com, JOGJA—Bank Indonesia (BI) DIY menilai belanja pemerintah dan investasi menjadi andalan untuk pemulihan ekonomi DIY, di tengah pandemi Covid-19 saat ini.

Deputi Kepala Perwakilan BI DIY, Miyono mengatakan kedua hal itu harus dioptimalkan saat ini agar perekonomian DIY pada kuartal II 2021 tetap tumbuh positif dan lebih baik dari kuartal sebelumnya, yang dinilai juga mulai menunjukan tanda membaik.

“Dalam kondisi krisis di masa pandemi Covid-19 ini, pengeluaran pemerintah menjadi stimulator bagi pertumbuhan perekonomian daerah. Jadi kinerja instansi maupun OPD [Organisasi Perangkat Daerah], termasuk kami harus menggenjot maksimal pengeluaran anggaran masing-masing dan targetnya supaya tercapai 100 persen," ujar Miyono, Minggu (23/5/2021).

BACA JUGA : PAN DIY Dukung Pemulihan Ekonomi untuk Tekan Angka

Ia melihat adanya rencana pembangunan jalan tol di wilayah DIY dan pembangunan rel kereta api untuk menunjang Yogyakarta International Airport (YIA), dan sejumlah proyek lain menjadi penunjang yang dapat menggerakan ekonomi.

Menurut Miyono untuk menggerakan ekonomi, tidak hanya menjadi pekerjaan pemerintah, namun peran swasta juga sangat penting. “Peran swasta dan komponen lainnya justru memegang peranan yang sangat penting dalam membantu mendorong pertumbuhan ekonomi di daerah,” ujarnya.

Dia juga mengatakan konsumsi masyarakat DIY harus lebih ditingkatkan, karena sebelumnya tercatat negatif. Sedangkan dari sisi Lapangan Usaha (LU), LU Informasi dan Komunikasi (Infokom) dan LU Pertanian masih memberikan andil yang cukup tinggi di DIY pada kuartal II 2021 nantinya.

BACA JUGA : Mendagri: Kunci Pemulihan Ekonomi 2022 Tergantung 

Menurut Miyono sektor perdagangan, perhotelan, restoran di DIY akan tumbuh tinggi apabila terjadi peningkatan pergerakan atau mobilitas manusia. Namun, yang menjadi tantangan saat ini masih banyak kebijakan yang membatasi pergerakan masyarakat. “Tetapi memang itu kemarin [pelarangan mudik] untuk kesehatan sangat penting,” ucap Miyono.

Sebelumnya, kinerja perekonomian DIY triwulan I-2021 dibanding triwulan I-2020 (y-on-y) tumbuh sebesar 6,14%, berbeda arah dibanding triwulan yang sama tahun sebelumnya yang mengalami kontraksi 0,31%.

Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) DIY, Sugeng Arianto mengatakan pertumbuhan tersebut didorong oleh kinerja di 11 kategori lapangan usaha. Pertumbuhan tertinggi terjadi pada kategori Informasi dan Telekomunikasi yaitu sebesar 31,91%. Selanjutnya Pengadaan Air sebesar 18,24%, Konstruksi 11,40%, dan Jasa Kesehatan 10,93%.

BACA JUGA : Sinergitas Menjadi Kunci Pemulihan Ekonomi

“Selama pandemi, banyak kegiatan yang tadinya bersifat tatap muka berubah menjadi kegiatan berbasis online untuk mencegah penyebaran virus Covid-19. Di triwulan ini masih ada kebijakan learn from home dan work from home. Banyak seminar atau meeting yang diselenggarakan secara online. Selain itu, masyarakat masih cenderung memilih kegiatan jual beli secara online baik melalui platform e-commerce maupun media sosial,” ucap Sugeng.