BI Rate Naik Jadi 5,5 Persen, APPI: Calon Debitur Hadapi Bunga Tinggi
BI Rate naik menjadi 5,5%. APPI menilai dampak terbesar akan dirasakan nasabah baru yang mengajukan kredit karena bunga berpotensi meningkat.
Ilustrasi menabung/Istimewa
Harianjogja.com, JAKARTA - Kebiasaan berbelanja di tengah pandemi berubah dan berefek pada pundi-pundi keuangan. Hal ini bisa mengarah ke yang lebih baik atau bahkan buruk. Yuk, simak 5 cara gampang atur uang saat pandemi Covid-19.
Meskipun tidak bisa berbelanja secara langsung di toko, perkembangan teknologi digital sekarang memudahkan konsumen untuk beli berbagai kebutuhan secara daring, salah satunya melalui e-commerce.
Semakin tingginya tingkat pengangguran dan tren kerja dari rumah (work from home), anggaran keuangan orang otomatis akan berbeda dari sebelum pandemi. Bisa jadi kehabisan uang atau malah jadi hemat.
Terlepas dari Anda tipe yang menghabiskan uang atau menghemat, sekarang waktunya untuk mengatur keuangan agar tidak hilang tanpa jejak. Berikut ini 5 cara gampang mengatur keuangan di tengah pandemi Covid-19.
1. Catat Pengeluaran Harian
Setiap melakukan transaksi, catat meskipun hanya Rp1000. Kebiasaan ini sebagai tolak ukur pengeluaran. Meskipun keuangan sedang membaik, tidak salah mencatat setiap pengeluaran karena sangat penting untuk mengetahui kemana perginya setiap rupiah yang dimiliki.
2. Monitor Kondisi Keuangan
Selanjutnya, periksa keuangan secara rutin. Langkah ini adalah kunci untuk menjaga pengeluaran agar tidak berlebihan. Dengan melakukan monitor, kita dapat memantau ketersediaan uang yang bisa digunakan dan tidak. Namun, jarang sering sering melihat jumlah saldo. khawatir menjadi obsesi. Setidaknya dapat mengetahui apabila ada kesalahan.
3. Prioritas
Cermat memprioritaskan barang yang akan dibeli. Tak hanya kegiatan, belanja pun harus menghitung skala prioritas mulau dari tidak butuh, sedikit butuh, butuh, dan butuh cepat. Maka, kamu akan lebih sadar berapa banyak uang yang sudah dihabiskan. Nantinya, kamu dapat membuat keputusan yang lebih tepat.
4. Ingat Untung Menabung
Alihkan sisa uang jajan atau uang harian untuk tabungan meskipun nilainya kecil. Apabila terasa berat untuk menabung, pikirkan bahwa menabung sebagai membayar jasa sendiri.
Saat butuh, setidaknya punya tabungan yang bisa digunakan, Meskipun kamu bukan tipe perencana, sekarang untuk menabung bisa mengaktifkan otomatis rekening untuk menabung setiap bulannya. Tak perlu terlalu besar, bisa jadi cukup Rp100 ribu-Rp200 ribu per bulan.
5. Jangan Pelit
Uang merupakan hal yang sangat sensitif. Uang yang tidak diatur dengan baik akan pergi mendadak dan kacau. Gunakan uang untuk memberikan hadiah untuk diri sendiri namun tidak berlebihan. Setidaknya hingga keuangan pulih,
Nah, Sobat Bisnis itulah cara atau tips untuk bisa menabung dan menghemat pengeluaran di tengah masa pandemi Covid-19. Selamat mencoba!
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Bisnis.com
BI Rate naik menjadi 5,5%. APPI menilai dampak terbesar akan dirasakan nasabah baru yang mengajukan kredit karena bunga berpotensi meningkat.
Cek jadwal KRL Jogja–Solo 20 Mei 2026 dari Tugu ke Palur. Simak jam keberangkatan lengkap dan imbauan penumpang.
Carlo Ancelotti memimpin daftar pelatih termahal Piala Dunia 2026 dengan gaji Rp194 miliar, Scaloni justru di luar lima besar
Jadwal lengkap KRL Solo–Jogja 20 Mei 2026 dari Palur hingga Tugu. Simak jam keberangkatan terbaru dan imbauan KAI.
Dampak kenaikan harga Pertamax memicu antrean panjang dan kelangkaan Pertalite bagi driver ojol di Jogja. Simak keluhan pengemudi soal pendapatan yang tergerus.
Luis Milla resmi pindah ke Como 1907 dengan nilai Rp105 miliar. Simak kisah di balik transfer gelandang Getafe ini dan proyek ambisius Cesc Fàbregas di Serie A.