Jateng Mulai Kembangkan Aglomerasi Wisata Borobudur-Kopeng-Rawa Pening
Pemerintah Provinsi Jawa Tengah mulai mengembangkan konsep aglomerasi wisata Borobudur-Kopeng-Rawa Pening (Bokor) untuk memperluas daya tarik pariwisata
Auditor sertifikasi CHSE, Ipnugraha (kanan) bersama Manager Kotta Go Hotel, Meyditha Puspa Kenaka seusai melakukan audit sertifikasi CHSE di Kotta Go Hotel, Jogja, Jumat (1/10)./Istimewa
Harianjogja.com, JOGJA--Pandemi virus COVID-19 yang terjadi di Indonesia berdampak besar pada sektor pariwisata di Indonesia, tidak terkecuali pada Kotta GO Hotel Yogyakarta yang terletak di Jalan Diponegoro, dekat dengan Tugu Pal Putih Yogyakarta. Kotta Go Hotel merupakan salah satu hotel bintang tiga dibawah naungan PT Amara Primatama. Saat ini, industri pariwisata khususnya perhotelan, berusaha untuk bangkit kembali, salah satunya dengan pengetatan protokol kesehatan untuk menciptakan rasa aman dan nyaman bagi tamu hotel.
Kotta Go Hotel berkomitmen untuk memutus mata rantai penyebaran COVID-19, maka dari itu kebersihan dan kenyamanan menjadi dua hal prioritas bagi Kotta Go Hotel. Untuk mendukung komitmen tersebut, Kotta GO Hotel melakukan Sertifikasi protokol kesehatan CHSE (Cleanliness, Healthy, Safety, dan Environment) yang ketat sesuai anjuran Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf).
Audit Sertifikasi CHSE yang meliputi kebersihan dan kesehatan di seluruh lingkungan hotel ini, juga difokuskan pada penerapan Protokol Kesehatan COVID-19. Kotta Go Hotel konsisten dalam memberikan pelayanan terbaik, kenyamanan, dan keamanan untuk tamu, terutama penerapan protocol kesehatan 6M, menjaga jarak, mencuci tangan, memakai masker, menghindari kerumunan, mengurangi mobilitas, dan menghindari makan bersama. Hal yang terpenting, Kotta Go memiliki SOP (Standar Operasional Prosedur) dalam prosedur pembersihan kamar selama pandemi, yaitu desinfektasi kamar, ozone dan sterilisasi ruangan, serta pembersihan extra pada high-touch surfaces, seperti gagang pintu, meja, kursi, lemari, dll. Berdasarkan hasil penilaian uji kompetensi, Kotta Go Hotel telah memenuhi setiap indikator yang ada dalam poin penilaian CHSE dan mendapatkan hasil yang sangat memuaskan (sempurna), yaitu 100.
Selain itu, untuk mendukung program vaksinasi COVID-19 dari Kementrian Kesehatan Republik Indonesia, seluruh karyawan dan staff juga telah mendapat vaksinasi COVID-19 secara lengkap, baik dari vaksin pertama hingga vaksin kedua.
“Kami sangat antusias dan mendukung program pemerintah dalam program vaksinasi. Hal ini sangat penting bagi kami, khususnya bagi pelayanan publik dalam bidang perhotelan.” Ungkap Meyditha Puspa Kenaka selaku Hotel Manager. Meyditha mengaku, dengan diberikannya vaksin untuk karyawan dan staff operasional hotel serta penerapan standard protokol kesehatan diharapkan mampu memberikan keamanan dan kenyamanan tamu yang menginap, maupun mengadakan kegiatan di Kotta Go Hotel.
Hasil maksimal yang diraih merupakan kerjasama tim serta dukungan dari seluruh tamu Kotta Go Hotel Yogyakarta yang telah memahami akan pentingnya mematuhi protokol kesehatan yang berlaku. Dengan hasil Sertifikasi CHSE ini, manajemen Kotta Go Hotel berkomitmen untuk tetap menerapkan protokol kesehatan COVID-19 dengan ketat, karena keamanan dan kenyamanan para tamu adalah prioritas bagi kami. (ADV)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Pemerintah Provinsi Jawa Tengah mulai mengembangkan konsep aglomerasi wisata Borobudur-Kopeng-Rawa Pening (Bokor) untuk memperluas daya tarik pariwisata
Mahasiswa ITB Dody Muhammad Pasha meninggal dunia saat mengikuti ITB Ultra Marathon 2026 di Cianjur. Tim medis sempat memberikan pertolongan.
Boyamin Saiman dari MAKI menduga Nusron Wahid berada di Malaysia saat mangkir dari panggilan KPK terkait dugaan korupsi di ATR/BPN.
Lebih dari 1.800 orang ditangkap setelah demo di Prancis berakhir ricuh. Ratusan petugas terluka dan sejumlah bangunan rusak.
Empat suporter PSS Sleman tewas dalam kecelakaan di Tol Madiun. Bupati Sleman menyampaikan belasungkawa dan mengimbau suporter away menggunakan bus.
Stok Pertalite turun dari 20–23 hari menjadi 16–18 hari. Pengamat mendesak pemerintah memperkuat cadangan dan mengawasi penyaluran BBM.