Menteri Bahlil Bidik Komitmen Investasi dari UEA Capai Rp501 Triliun

Menteri Bahlil Bidik Komitmen Investasi dari UEA Capai Rp501 TriliunKepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Bahlil Lahadalia. Bisnis - Eusebio Chrysnamurti
05 November 2021 11:37 WIB Annisa Sulistyo Rini Ekbis Share :

Harianjogja.com, JAKARTA - Kunjungan Presiden Joko Widodo ke Uni Emirat Arab (UEA) telah menghasilkan komitmen bisnis dan investasi senilai US$32,7 miliar atau setara Rp468 triliun yang berasal dari 19 perjanjian kerja sama.

Menteri Investasi/Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM), Bahlil Lahadalia berharap nilai tersebut bisa naik hingga US$35 miliar atau sekitar Rp501 triliun.

"Nilai US$32,7 miliar yang telah ada bisa didongkrak lagi menjadi paling tidak di atas US$35 miliar," ujarnya sebagaimana dikutip keterangan resmi Sekretariat Kabinet pada Kamis (4/11/2021).

BACA JUGA : Investasi di Gunungkidul Terus Menggeliat

Sebelumnya, saat Presiden Jokowi bertemu dengan para investor di Glasgow di sela-sela KTT Pemimpin Dunia COP26, Indonesia juga mendapatkan komitmen investasi sebesar US$9,2 miliar. Jika ditotal dengan jumlah komitmen investasi yang didapat di UEA, jumlahnya mencapai US$41,99 miliar.

Bahlil menjelaskan bahwa Indonesia akan memberikan karpet merah bagi semua negara untuk melakukan realisasi investasi di Indonesia dan tidak hanya condong kepada satu negara.

Atas dasar itu, Menteri Investasi akan melakukan perjanjian dengan salah satu pengusaha dari Amerika. “Sekarang kami lagi melakukan negosiasi akhir sampai dengan tengah malam, yang akan masuk di bidang hilirisasi. Kenapa hilirisasi? Salah satu visi besar Bapak Presiden pada poin kelima adalah tentang bagaimana membangun transformasi ekonomi di mana transformasi ekonomi wujudnya adalah nilai tambah dengan industrialisasi. Ini akan kita buat dan kita umumkan besok nanti,” ujarnya.

Adapun, Menteri Luar Negeri, Retno Marsudi, mengatakan komitmen senilai US$32,7 miliar berasal dari 19 perjanjian kerja sama yang pertukarannya dilakukan pada Kamis (4/11/2021) atau saat Presiden Jokowi berkunjung ke Dubai.

Menlu menjelaskan bahwa komitmen bisnis dan investasi tersebut menjadi salah satu bahasan saat Presiden Jokowi bertemu dengan Putra Mahkota Abu Dhabi, Sheikh Mohammed Bin Zayed Al Nahyan (MBZ) di Istana Al-Shatie, Abu Dhabi.

“Kedua pemimpin membahas kemajuan kerja sama investasi antara kedua negara. Sebagai informasi, selama kunjungan ini terdapat komitmen bisnis dan investasi senilai US$32,7 miliar dari 19 perjanjian kerja sama yang akan dipertukarkan besok di Dubai,” ujar Menlu.

Retno memerinci, komitmen bisnis dan investasi tersebut antara lain kerja sama antara Indonesia Investment Authority (INA) dengan Abu Dhabi Growth Fund (ADG), INA dan DB World, floating solar panel antara Masdar dan Pertamina, refinery Balikpapan, manufaktur dan distribusi vaksin dan bio product.

BACA JUGA : Satgas Blokir 116 Pinjol Ilegal dan 7 Investasi Online Tanpa Izin

Selain itu juga berbagai kesepakatan G42 dengan mitra di Indonesia, antara lain di bidang smart cities, telekomunikasi, pengembangan laboratorium genomic, dan lain sebagainya.

“Jika ditotal, maka nilai komitmen yang diperoleh sampai titik ini, dalam kunjungan ini, adalah US$32,7 miliar. Di bidang investasi besok, Menteri Investasi masih akan melakukan pertemuan investasi dan juga ada pertemuan dengan perusahaan besar Amerika yang mudah-mudahan akan ada komitmen-komitmen baru,” paparnya.

Sumber : JIBI/Bisnis Indonesia