Advertisement

Awal Tahun 2022, Telkom Bukukan Pendapatan Konsolidasi Rp35,2 Triliun

Herlambang Jati Kusumo
Selasa, 10 Mei 2022 - 12:47 WIB
Galih Eko Kurniawan
Awal Tahun 2022, Telkom Bukukan Pendapatan Konsolidasi Rp35,2 Triliun Mengawali tiga bulan pertama 2022, PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk (Telkom) mencatat kinerja yang terus tumbuh. - Harian Jogja - Ist

Advertisement

Harianjogja.com, JAKARTA—Mengawali tiga bulan pertama 2022, PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk (Telkom) mencatat kinerja yang terus tumbuh.

Perseroan membukukan pendapatan sebesar Rp35,2 triliun atau tumbuh 3,7% year on year (yoy) dengan Ebitda (laba sebelum bunga, pajak, depresiasi, dan amortisasi) tercatat Rp19,4 triliun dan laba bersih Rp6,1 triliun.

Ebitda dan laba bersih tersebut tumbuh 3,1% dan 1,7% dari periode yang sama tahun lalu. Kinerja IndiHome dan Digital Business Telkomsel yang kian kuat masih menjadi mesin pertumbuhan pendapatan perseroan.

PROMOTED:  Resmikan IKM di Umbulharjo, Dinas Perinkopukm Jogja Berharap IKM Naik Kelas

Direktur Utama Telkom Ririek Adriansyah mengatakan tahun ini Telkom fokus untuk mengakselerasi langkah transformasi perusahaan untuk menjadi digital telco. Ada lima strategi utama yang ingin direalisasikan untuk memperkuat competitive advantages perusahaan, meningkatkan value creation bagi stakeholder serta mendukung terwujudnya sustainable competitive growth.

“Langkah ini mulai memperlihatkan hasil yang baik dan kami yakini akan berdampak positif bagi perusahaan dalam 2-3 tahun ke depan,” tuturnya dalam rilis kepada Harian Jogja, Selasa (10/5/2022).

Masyarakat Digital

Pada segmen fixed broadband, IndiHome membukukan pendapatan sebesar Rp6,9 triliun atau tumbuh 7,9% YoY dengan total kontribusi terhadap pendapatan perseroan mencapai 19,5%. Adapun pelanggan IndiHome hingga akhir Maret 2022 mencapai 8,7 juta atau tumbuh 7,2% dibanding periode yang sama tahun lalu.

Selain itu, ARPU IndiHome yang kian stabil di kisaran Rp270.000, didorong oleh pendapatan dari add-ons yang tumbuh 15,6% yoy dan berkontribusi sebesar 15,9% dari total pendapatan IndiHome. Untuk meningkatkan pengalaman digital pelanggan, IndiHome terus menjalin kerja sama dengan content provider (Disney+ Hotstar dan lainnya) yang menghadirkan tayangan terbaik dan berkualitas.

Bulan lalu, IndiHome dan Telkomsel menyepakati kerja sama dengan Netflix sebagai upaya untuk menawarkan konten terdepan bagi pelanggan TelkomGroup. Dengan layanan yang menjangkau hingga 498 dari total 514 IKK di Indonesia, IndiHome memegang peran penting dalam mendorong pengembangan masyarakat digital.

Pada segmen Mobile, Telkomsel berhasil membukukan pendapatan sebesar Rp21,3 triliun. Jumlah pelanggan Telkomsel pada akhir Maret 2022 mencapai 175,0 juta pelanggan dengan pengguna mobile data sebanyak 119,8 juta pelanggan (tumbuh 4,3% yoy).

Advertisement

Lalu lintas data juga tumbuh 19,2% dari periode yang sama tahun lalu. Total BTS yang dimiliki Telkomsel hingga akhir triwulan pertama 2022 mencapai 247.930 unit atau tumbuh 5,9% yoy di mana 197.721 di antaranya adalah BTS 3G/4G/5G.

Bisnis Tower

Sektor Digital Business menjadi mesin pertumbuhan baru bagi Telkomsel yang didorong oleh pertumbuhan yang sehat dari Data & Digital Services yang berpotensi untuk terus tumbuh ke depannya.

Telkomsel memperkenalkan PT Telkomsel Ekosistem Digital (dengan identitas brand perusahaan: Indico), yang menjadi digital powerhouse dengan fokus utama meningkatkan inovasi digital yang customer-centric, dengan menawarkan produk dan layanan di sektor bisnis digital, melengkapi kapabilitas Telkomsel di bisnis konektivitas seluler.

Advertisement

Sampai Maret 2022, segmen Enterprise mencatat pendapatan Rp4,2 triliun atau tumbuh 1,9% yoy, di mana layanan B2B IT Services dan layanan digital untuk korporasi menjadi kontributor terbesar. Sejalan dengan strategi utama di tahun 2022, pada April 2022 Telkom telah mengambil alih Telkomsigma menjadi anak usaha langsung. Langkah ini merupakan bagian dari transformasi TelkomGroup dalam penataan portofolio bisnis yang bertujuan untuk memperkuat sekaligus mengakselerasi Telkomsigma untuk menjadi B2B IT Service Leader Company.

Sementara itu, segmen Wholesale dan International mencatat pendapatan Rp3,9 triliun atau tumbuh 16,0% YoY yang terutama berasal dari pertumbuhan bisnis menara telekomunikasi dan layanan wholesale voice internasional. Pada bisnis menara telekomunikasi, Mitratel membukukan pendapatan Rp1,87 triliun atau tumbuh 21,5% YoY dengan EBITDA dan laba bersih tumbuh 28,8% dan 33,9%.

Margin Ebitda dan margin laba bersih Mitratel pun mengalami peningkatan mencapai 77,1% dan 24,6%, sejalan dengan komitmen perseroan untuk mengoptimalkan value untuk shareholder, di mana Mitratel terus melakukan pengembangan portofolio bisnis fiber optic untuk memperkuat bisnis tower yang dikelolanya.

Advertisement

Video Terbaru

Advertisement

Advertisement

alt

140 Polisi Dikerahkan untuk Operasi Zebra di Gunungkidul Sampai 16 Oktober

Gunungkidul
| Selasa, 04 Oktober 2022, 06:17 WIB

Advertisement

alt

Rasakan Sensasi Makan Nasgor Bercitarasa Tengkleng ala Grage Ramayana Hotel

Wisata
| Senin, 03 Oktober 2022, 07:17 WIB

Advertisement

Advertisement

Advertisement