18 Kasus Influenza A Terdeteksi di DIY, Dinkes Sebut ISPA Justru Menurun
Dinkes DIY mencatat 18 kasus Influenza A hingga 23 September 2026. Namun, kasus ISPA di seluruh fasyankes DIY justru turun dalam empat pekan terakhir.
Beberapa gerobak sampah berjejer di depan depo pembuangan sampah sementara di samping Stadion Mandala Krida, Umbulharjo, Jogja, Senin (9/5/2022)./Harian Jogja-Sirojul Khafid
Harianjogja.com, JOGJA—Gabungan Industri Pariwisata Indonesia (GIPI) DIY dan Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) DIY menyebut masalah sampah telah mulai berdampak ke sektor pariwisata.
BACA JUGA: Pemda DIY Terima Tawaran IKEA Soal Sampah Plastik
Beberapa wisatawan mulai menanyakan perihal sampah yang semakin mudah ditemukan di jalan-jalan Jogja.
Ketua GIPI DIY, Bobby Ardianto mengatakan masalah sampah yang belum kunjung rampung ini membuat citra wisata DIY menjadi negatif. Wisatawan sekarang menjadikan Cleanliness (kebersihan), Health (kesehatan), Safety (keamanan), dan Environment Sustainability (kelestarian lingkungan) (CHSE) sebagai bagian dari gaya hidup selepas pandemi.
"Kalau progress pengelolaan sampah ini tidak segera terselesaikan, tentunya kami bisa melihat bersama beberapa daerah lain yang mengalami kejadian sama, menjadikan mereka juga lambat laun akan ditinggalkan oleh wisatawannya," paparnya, Rabu (16/8/2023).
Semua pihak mesti terlibat dalam pengelolaan sampah ini. Dari sisi industri dan rumah tangga sebagai produsen sampah wajib memilah sampah organik dan anorganik. Sebab, kata Bobby, masalah sampah adalah masalah personal. Sehingga Tempat Pembuangan Akhir (TPA) hanya mengelola residu saja.
"Pastikan distribusi sampah yang sudah terpisah di bawa dan terdistribusi secara terpisah pula. Meskipun upaya pengelolaan sampah organik wajib dilakukan di rumah tangga masing-masing seperti program Dirjo Pemkot dilakukan [gerakan mengolah limbah dan sampah dengan biopori]."
Dia berharap Kabupaten/Kota serius dalam melakukan pengelolaan sampahnya. Memastikan kebijakan pengelolaan di atas terimplementasi. "[Wisatawan] mempertanyakan iya [perihal sampah]," lanjutnya.
Ketua PHRI DIY, Deddy Pranowo mengatakan, sampah ini masih menjadi perhatian bersama hingga saat ini. Menurutnya tumpukan-tumpukan sampah yang ada di jalanan membuat buruk citra Jogja sebagai destinasi wisata.
"Bulan Agustus ini okupansi anjlok dibandingkan Juni, Juli. Saat ini okupansi rata-rata kisaran 20% sampai 45%. Sangat jauh dari target, kami target 70%. Ada beberapa tamu asing dan wisatawan nusantara [mempertanyakan perihal sampah]," paparnya.
Dia berharap penanganan sampah ini bisa segera mendapatkan solusi. PHRI DIY juga telah mengeluarkan imbauan kepada anggota untuk melakukan beberapa hal, di antaranya:
1. Memberikan diskon khusus kepada customer/tamu yang membawa tempat makan sendiri (take away).
2. Melakukan kampanye untuk mengurangi sisa makanan dengan cara gerakan bijak dalam mengambil makanan.
3. Seluruh anggota PHRI DIY dapat melakukan pengelolaan sampah secara mandiri atau bekerjasama dengan pihak lain yang sudah punya pengelolaan sampah, baik perusahaan atau warga sekitar.
"Kami berharap penanganan sampah ini bisa segera ada solusi, tidak usah menunggu bulan September, PHRI sudah mengeluarkan surat untuk anggota dalam penanganan sampah saat ini," ungkapnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Dinkes DIY mencatat 18 kasus Influenza A hingga 23 September 2026. Namun, kasus ISPA di seluruh fasyankes DIY justru turun dalam empat pekan terakhir.
Musim hujan diperkirakan mundur akibat El Nino. Pakar UGM meminta petani menyesuaikan kalender tanam dan memperkuat diversifikasi pangan.
Wellnesia mengembangkan wellness tourism di Jogja dengan memadukan aktivitas kesehatan, budaya Jawa, komunitas, dan kepedulian terhadap alam.
Kasus tenggelamnya KM Virgo Transport 8 dilimpahkan ke Mabes Polri. Sebanyak 69 orang masih dalam pencarian hingga 28 September 2026.
Taj Yasin mencari terobosan pembiayaan hijau bagi IKM Jateng karena biaya awal teknologi ramah lingkungan masih mahal.
Geely menargetkan penjualan 50-60 unit per bulan di DIY meski ekonomi lesu. Dealer baru dibuka di Jl. Magelang KM 9,5.