BPO DIY Resmikan Sekretariat Bersama Kepemudaan
Balai Pemuda dan Olahraga (BPO) DIY meresmikan Sekretariat Bersama Kepemudaan di Kompleks Kantor BPO DIY, pada Jumat (26/6/2026)
Peninjauan program Electrifying Agriculture PT PLN (Persero) di Desa Patutrejo, Grabag, Kabupaten Purworejo. - ist/PLN
PURWOREJO—PT PLN (Persero) melalui program Electrifying Agriculture mampu meningkatkan produktivitas dan pendapatan usaha petambak udang di Desa Patutrejo, Grabag, Kabupaten Purworejo, Jawa Tengah. Pemilik tambak udang, Siska, mengaku berhasil menghemat biaya operasional hingga 60% dampak beralihnya mesin diesel ke listrik.
“Sebelum menggunakan listrik, saya menghabiskan biaya operasional untuk mesin diesel permalam Rp35.000, untuk satu titik, sedangkan dengan menggunakan mesin elektrik saya hanya menghabiskan rata-rata 7 kWh atau setara dengan Rp7.700, per malam,” ujar Siska seperti dalam keterangan tertulis Rabu (23/8/2023).
Siska menambahkan, dengan begitu listrik sangat penting bagi para petambak, tidak hanya menghemat biaya operasional hingga 60% tetapi juga bisa meningkatkan produktivitas dan menjadi lebih ramah lingkungkan.
Wakil Bupati Purworejo, Yuli Hastuti pun mengapresiasi kepada PLN atas program Electrifying Agriculture yang telah memberikan kemudahan bagi para petambak di daerahnya. Dia pun berharap nantinya tidak hanya bagi para pelaku usaha tambak yang dapat dengan mudah meng-akses listrik tetapi pelaku usaha lainnya, sehingga masyarakat Purworejo dan sekitarnya dapat meningkatkan kesejahteraannya.
“Kami dari pemerintah Kabupaten Purworejo sangat menyambut baik program ini, para petambak merasa terbantu dan dimudahkan walaupun membutuhkan perluasan jaringan yang panjang,” ungkap Yuli Hastuti dalam seremoni Penyalaan Serentak Sektor Agrikultur, Selasa (22/8/2023).
Senior Manager Niaga dan Manajemen Pelanggan PLN Unit Induk Distribusi (UID) Jawa Tengah dan DIY, Ari Prasetyo Nugroho menyampaikan program Electrifying Agriculture merupakan bentuk dukungan PLN untuk peningkatan produktivitas usaha masyarakat dan pelaku usaha di bidang pertanian, perkebunan, hingga perikanan melalui pemanfaatan listrik untuk kegiatan operasionalnya. Hal ini juga selaras dengan komitmen PLN dalam membantu untuk pertumbuhan ekonomi di Indonesia.
BACA JUGA: Teler Habis Makan Kecubung, Remaja di Jogja Jadi Korban Penganiayaan
“Program Electrifying Agriculture di bidang perikanan ini kami sebut Super Chuan, ini terbukti meningkatkan produktivitas dan efisiensi bagi para petambak. Sehingga, PLN tidak hanya sekedar menerangi, tetapi juga mampu meningkatkan perekonomian dan kesejahteraan masyarakat. Kami akan terus mendukung dan memberikan pelayanan terbaik dengan sistem kelistrikan yang andal agar membawa kenyamanan dan manfaat bagi masyarakat,” kata Ari Prasetyo.
Ari juga menambahkan bahwa PLN siap mendukung pertumbuhan ekonomi di seluruh daerah melalui program Electrifying Agriculture. Dia menjelaskan bahwa sepanjang bulan Juli 2023 ini PLN telah menyalakan secara serentak 584 pelanggan sektor agrikultur dengan total daya 3.807.200 VA.
“PLN siap untuk mendukung pertumbuhan ekonomi dan siap mendukung kegiatan-kegiatan yang berkaitan dengan Electrifying Agriculture. Saat ini PLN berharap bisa membantu kebutuhan ketersediaan listrik di pelosok-pelosok dan bersinergi dengan Pemerintah Kabupaten Purworejo untuk melakukan sosialisasi,” katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Balai Pemuda dan Olahraga (BPO) DIY meresmikan Sekretariat Bersama Kepemudaan di Kompleks Kantor BPO DIY, pada Jumat (26/6/2026)
Jadwal KRL Jogja-Solo Senin 29 Juni 2026 lengkap dari Yogyakarta hingga Palur. Tarif tetap Rp8.000 dengan 16 jadwal keberangkatan.
BPS menjamin data Sensus Ekonomi 2026 hanya untuk statistik, bukan pajak. Pendataan menjadi dasar kebijakan pembangunan yang lebih tepat sasaran.
Menteri Rosan Roeslani menilai kolaborasi riset dan industri menjadi kunci mempercepat hilirisasi serta memperkuat daya saing ekonomi nasional.
Mensos Syaifullah Yusuf menegaskan validitas data menjadi kunci Program Sekolah Rakyat agar bantuan pendidikan tepat sasaran bagi keluarga miskin.
Serangan babi hutan dan monyet merusak 5 hektare ladang petani Badui di Lebak. Kerugian diperkirakan mencapai Rp25 juta.