Dari Perkotaan hingga Perjalanan Jauh, Kenali The SUV Pride Honda ADV160
Bagi sebagian pengendara, perjalanan bukan hanya tentang mencapai tujuan, tetapi juga tentang bagaimana menikmati setiap momennya dengan nyaman.
Ketua Panitia Jogja Coffee Week #3, Rahadi Saptata Abra (paling kiri) dalam acara Closing Jogja Coffee Week #3, Selasa malam (5/9/2023). Harian Jogja/Anisatul Umah
JOGJA—Event Jogja Coffee Week #3 2023 di Jogja Expo Center (JEC) 1-5 September 2023 sukses digelar. Ketua Panitia Jogja Coffee Week #3, Rahadi Saptata Abra mengatakan dalam gelaran tahun ketiga, antusiasme pengunjung sangat baik.
Menurutnya yang membedakan event tahun ini dengan tahun sebelumnya adalah lebih ke sisi berbagai macam cara menikmati kopi. Sementara tahun lalu lebih fokus ke sisi kopi single origin. Dalam event kali ini pengunjungnya sekitar 75% adalah generasi Z dan milenial.
"Secara umum antusiasme dari pengunjung sangat baik. Mereka [pengunjung] sukanya kopi-kopi yang susu, makanya supaya bisa kami tampung semua tema tahu ini future coffee culture," paparnya ditemui di dalam acara Closing Jogja Coffee Week #3, Selasa malam (5/9/2023).
Kemudian dari gelaran ini juga muncul berbagai kerjasama di bidang kopi. Berbagai kebutuhan terkait kopi dari A sampai Z tersedia lengkap di sini.
"Kami mengakomodasi semua kepentingan perkopian, apalagi kopi terkenal dengan menyatukan. Kami tidak meninggalkan kopi hitam, harus tetap ada, tapi tetap menerima varian-varian lain," ujarnya.
BACA JUGA: Pria Tanpa Identitas Ditemukan Tak Bernyawa di Bawah Jembatan, Evakuasi Pakai Alat Berat
Berdasarkan pengamatan yang dia lakukan selama event berlangsung, banyak kerjasama yang muncul. Salah satu kendala saat ini di bidang kopi adalah kapasitas produksi yang belum banyak, sementara permintaan tinggi.
Ia berpandangan bisnis kopi masih menjanjikan ke depannya. Kegiatan ini banyak menginspirasi anak muda yang ingin terjun di dunia kopi.
"Anak muda kalau mau mengawali usaha kok di benaknya kafe ya. Kumpul-kumpul [pengin] bikin kafe, terus datang ke sini menimbulkan banyak inspirasi karena di sini kebutuhan semua untuk kedai kopi ada," jelasnya.
Lebih lanjut dia mengatakan event Jogja Coffee Week masih akan menjadi event tahunan. Tapi ke depan ada rencana untuk membuat sub event seperti pre atau pra. "Kemarin sudah kepikiran seperti itu, semacam bisnis matching untuk support kegiatan ini."
Jogja Coffee Week #3 tahun ini, kata Abra, secara tampilan sudah baik. Brand-brand yang berpartisipasi dan para juri juga benar-benar kompeten. Punya berbagai prestasi di tingkat nasional dan internasional.
"Tahun depan kami berharap bisa membuat event yang memiliki nilai lebih strategis di bidang kolaborasi. Saya juga baru tahu ternyata kadang booth itu kolaborasi. Satu mungkin biar lebih ringan, dan dua mungkin lebih optimal," katanya. (BC)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Bagi sebagian pengendara, perjalanan bukan hanya tentang mencapai tujuan, tetapi juga tentang bagaimana menikmati setiap momennya dengan nyaman.
Angin kencang menghambat pemadaman karhutla Gunung Lawu. Tim gabungan memperkuat sekat api untuk melindungi hutan dan objek wisata.
Pertamina Patra Niaga menyalurkan 285.000 liter air bersih bagi sekitar 7.000 KK di 16 desa di Klaten untuk membantu warga terdampak kekeringan.
Hyundai menarik 94.622 mobil di AS karena risiko kebakaran dari motor kursi elektrik. Pemilik diminta parkir di luar hingga perbaikan tersedia.
Meta dijatuhi penalti US$25 miliar oleh pengadilan New Mexico terkait pelanggaran privasi data Facebook. Perusahaan berencana mengajukan banding.
Studi terhadap 425 remaja menemukan penggunaan HP setelah pukul 22.00 berkaitan dengan waktu tidur lebih larut dan durasi tidur lebih pendek.