Pendidikan Karakter Tak Cukup Jadi Pelajaran
Pendidikan karakter dinilai tidak cukup hanya diberikan sebagai materi pelajaran di sekolah, tetapi harus dibentuk menjadi kebiasaan
Penyerahan donasi beras oleh YBM PLN UID Jateng-DIY./Istimewa
Semarang—Yayasan Baitul Maal (YBM) PLN Unit Induk Distribusi (UID) Jawa Tengah dan DIY membagikan 1.560 kilogram beras premium untuk 10 pondok pesantren yang tersebar di Kota Semarang melalui program bertajuk Ketahanan Pangan Pondok Pesantren.
Harapannya, bantuan ini dapat membantu para santri menikmati makanan bergizi agar lebih semangat dalam belajar dan mengembangkan potensi diri sehingga nantinya menjadi generasi Islam yang cerdas dan kuat.
General Manager PLN Unit Induk Distribusi Jawa Tengah dan DIY, Mochamad Soffin Hadi yang juga selaku Pembina YBM PLN UID Jateng dan DIY menyampaikan harapannya untuk program ketahanan pangan pesantren ini.
"Program ini kami harapkan bisa menjadi sebuah program nyata pemberdayaan dan berkelanjutan kepada mustahik dan masyarakat luas, terutama generasi muda Islam penerus bangsa. Kita berharap mereka menjadi jembatan kejayaan bangsa, negara dan agama di masa depan," kata dia melalui rilis, Selasa (26/9/2023).
Dia menambahkan bahwa program yang baik ini akan dilaksanakan secara berkelanjutan, serta akan dilaksanakan evaluasi dan pengembangan kedepan, baik di Kota Semarang maupun di daerah lain di Jateng-DIY.
BACA JUGA: Di Balik Keandalan Pasokan Listrik: Kisah Petugas Dispatcher PLN Yang Siap Siaga 24 Jam
Pada tahap awal ini terdapat 10 pondok pesantren di Kota Semarang yang menerima bantuan tersebut. Ke-10 pondok pesantren itu masing-masing adalah Panti Asuhan Alfi Salam; Pondok Pesantren Rijalul Quran III; Panti asuhan Darul Quran; Panti asuhan Ashlafuna Sholihin; Panti asuhan Sirrul Asror; Panti asuhan Tarbiyatul Hasanah; Panti asuhan Darul Quran Al-Makmun; Panti Asuhan Darul Falah; Panti Asuhan Al Mustaghfirin; dan Panti Asuhan Darul Husna.
Secara siimbolis, penyerahan bantuan dilaksanakan pada selasa (12/9/2023) oleh Ketua YBM PLN UID Jateng dan DIY, Ahmad Mustaqir pada Pondok Pesantren & Panti Sosial Anak Asuh Darul Falah Al-Hasyimiyah dan Darul Quran Al-Ma'mun.
Pimpinan Panti Asuhan Tarbiyatul Hasanah, Ustaz Muhammad Ro'is sebagai salah satu penerima bantuan menyampaikan ucapan syukur dan terima kasihnya atas bantuan yang telah diberikan oleh PLN tersebut. "Semoga dengan berbagi kebahagiaan sedekah ini dapat mengalir pahala di setiap anak kami melakukan kebaikan-kebaikan, melakukan ibadah, kegiatan taklim, dan kebaikan itu pula dapat mengalir kepada saudara-saudara kami Muzakki dari PLN baik di dunia maupun akhirat," ungkapnya.
Program Ketahanan Pangan Pondok Pesantren ini dilaksanakan secara serentak di seluruh Indonesia, selaras dengan salah satu visi YBM PLN yaitu mengoptimalkan potensi zakat infaq shodaqoh dan wakaf pegawai PT PLN (Persero) untuk memberikan pemberdayaan dan pembinaan kepada mustahik dan masyarakat luas.
YBM PLN sejak dibentuk pada tahun 2006, telah secara konsisten menjalankan fungsinya sebagai lembaga amil zakat di lingkungan BUMN, berusaha menebar manfaat sebanyak-banyaknya melalui program nyata dalam 5 pilar bantuan yaitu Ekonomi, Sosial Kemanusiaan, Kesehatan, Pendidikan, dan Dakwah.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Pendidikan karakter dinilai tidak cukup hanya diberikan sebagai materi pelajaran di sekolah, tetapi harus dibentuk menjadi kebiasaan
DPRD Gunungkidul mendorong tambahan Rp400 juta untuk dropping air karena alokasi 3.000 tangki diperkirakan habis sebelum kekeringan berakhir.
Pemerintah menyiapkan tanda kehormatan HUT ke-81 RI. Sejumlah menteri masuk daftar calon penerima, termasuk individu berprestasi di bidang teknologi.
PLN UID Yogyakarta menargetkan penambahan 26 SPKLU di DIY hingga akhir 2026. Saat ini sudah ada 33 unit yang terbangun.
Kubu Febrie Adriansyah buka suara soal kematian Sutrimo. Keluarga menyebut almarhum telah lama mengidap diabetes.
Lakon Tatu membawa kisah cinta, kesetiaan, dan luka pasca-Perjanjian Giyanti hingga mengantar Sleman meraih Penyaji Terbaik I.