Kebakaran Gunung Lawu Tinggal Satu Titik, Ahmad Luthfi Perintahkan Penyisiran
Petugas dan tim relawan diminta untuk tetap bertahan di pos masing-masing untuk melakukan evaluasi dan penyisiran secara menyeluruh.
Penyerahan kepada pemenang Lomba E-Mading di Gedung Keuangan Negara Yogyakarta, Kamis (19/10/2023)./Harian Jogja-Anisatul Umah
JOGJA—Bea Cukai Yogyakarta menggelar Lomba E-Mading bertajuk Border Kuat Negara Hebat di Gedung Keuangan Negara Yogyakarta, Kamis (19/10/2023). Lomba ini diikuti sepuluh tim dari SMA/SMK di DIY yang merupakan dari hasil seleksi 40 pendaftar.
Plt Kepala Kantor Bea Cukai DIY, Muh. Nasrul Fatah mengatakan Bea Cukai berharap kegiatan ini bisa membuka wawasan generasi muda, khususnya terkait dengan bea cukai.
Bea Cukai ingin bisa masuk ke generasi muda di mana seiring bergantinya masa mereka yang akan memimpin dan bisa jadi penerus di Bea Cukai. "Melalui lomba ini, kami ingin Bea Cukai semakin dikenal masyarakat, sehingga semakin banyak masyarakat yang tahu. Oleh karena itu tidak hanya lewat sosialisasi yang selama ini kami lakukan, tetapi juga pembelajaran materi, salah satunya lewat lomba E-Mading," kata dia.
Melalui lomba E-Mading, kata Nasrul, pelajar akan belajar dan mencari tahu tentang Bea Cukai.
Dia berharap agar para siswa tertarik pada Bea Cukai, agar Bea Cukai semakin hebat dan Indonesia semakin maju. "Saya ucapkan selamat kepada perwakilan SMA/SMK. Saya yakin peserta ini bagus-bagus dan hebat-hebat, akan hasilkan pemenang yang hebat juga," kata dia.
Tema Border Kuat Negara Hebat yang digunakan dalam lomba ini, kata Nasrul, senada dengan misi Bea Cukai yakni melindungi masyarakat, salah satunya dengan border protection.
BACA JUGA: 1.333 Batang Rokok Ilegal di Godean Disita Petugas Bea Cukai Yogyakarta
Saat ini dunia berkembang sedemikian cepat, hingga muncul ungkapan borderless, menjadi negara tanpa batas. Lalu lintas manusia dan barang antar negara semakin mudah dan banyak. Bea Cukai harus memainkan perannya sebagai community protector.
Pasalnya, semakin banyak lalu lintas antarnegara komoditas yang membahayakan bisa masuk Indonesia, sebagai salah satu pasar yang menjanjikan. "Sedikit berbagi pengalaman, sebelum pindah ke Jawa, saya jadi Kepala di Pangkal Pinang. Selama tiga tahun memimpin, kami sudah berhasil menangkap kurang lebih 15 kg sabu yang diselundupkan dari berbagai daerah. Begitu situasi saat ini di Indonesia," lanjutnya.
Sementara Anton W. Prihartono selaku juri E-Mading menyampaikan apresiasi kepada Bea Cukai atas terselenggaranya lomba tersebut. Menurut dia, ini merupakan langkah bagus sehingga masyarakat, para pelajar, pemuda bisa tahu apa tugas dan fungsi dari Bea Cukai.
"Teman-teman Bea Cukai mengemban misi yang berat juga menjaga Indonesia, misalnya di perbatasan menjaga barang terlarang sabu dan lainnya masuk," ujar Pemimpin Redaksi Harian Jogja ini.
Kompetisi ini diharapkan bisa menjadi salah satu langkah yang baik, menyiarkan Bea Cukai kepada masyarakat.
Anton mengenang, dulu mading ditempel, seiring berkembangnya zaman saat ini mading dalam bentuk elektronik atau E-Mading.
1. Juara Favorit SMK Negeri 2 Pengasih
2. Juara I SMA Negeri 6 Yogyakarta
3. Juara II SMA Negeri 2 Wates
4. Juara III SMK Negeri 1 Pundong
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Petugas dan tim relawan diminta untuk tetap bertahan di pos masing-masing untuk melakukan evaluasi dan penyisiran secara menyeluruh.
Jadwal MotoGP Malaysia 2026 di Sepang, 30 Oktober–1 November. Simak jadwal latihan, kualifikasi, sprint race, dan balapan utama WIB.
Pemda DIY menargetkan penataan 23 fasad bangunan Malioboro pada 2026 dengan anggaran Rp1,17 miliar untuk menjaga karakter kawasan Sumbu Filosofi.
Mobil listrik bekas China mulai menguasai celah pasar Eropa. Penjualannya tumbuh 280% dengan harga unit tertentu 40% lebih murah.
Kenali 11 ciri yang dikaitkan dengan kecerdasan, mulai dari empati dan kemampuan beradaptasi hingga rasa ingin tahu dan introspeksi.
Timnas Inggris U-15 meninggalkan lapangan saat melawan Irlandia setelah melaporkan dugaan rasisme. FIFA mengumpulkan laporan untuk penyelidikan.