Kebakaran TPA Jatibarang Semarang Meluas 10 Hektare
Kebakaran TPA Jatibarang Semarang berdampak pada 10 hektare lahan. Sebanyak 11 truk pemadam dan alat berat dikerahkan.
UMKM - Ilustrasi/Freepik
Harianjogja.com, JOGJA—Sebanyak 1.000 pelaku usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) dibidik menjadi anggota Kamar Dagang dan Industri (Kadin) DIY.
Ketua Kadin DIY GKR Mangkubumi di kompleks Kepatihan, Jumat (5/1/2024) menjelaskan perekrutan anggota dari kalangan UMKM bertujuan memperkuat pertumbuhan ekonomi DIY selaras dengan program pemda setempat.
"Antara program dari provinsi, kabupaten kota, dan Kadin mulai saling bersinergi untuk membangun pertumbuhan ekonomi. Tahun 2024 dan seterusnya ini kami akan berada satu frame," ujarnya.
Menurut putri Gubernur DIY Sri Sultan HB X ini, Kadin DIY bakal bersinergi dengan Pemda DIY memberikan pelatihan serta program magang bagi para pelaku UMKM.
Kadin, kata dia, tidak sekadar mewadahi perusahaan besar, namun asalkan UMKM sudah berbadan hukum seperti CV, maka mereka dapat menjadi anggota.
Mangkubumi menambahkan dalam Rapimda Kadin 2024 bersama pemda provinsi serta kabupaten/kota mendatang bakal membicarakan potensi pertumbuhan ekonomi DIY dengan menelaah investor yang masuk.
Perlunya ada kajian untuk menelaah minat investor untuk masuk, katanya, sehingga DIY bisa dimasuki investor sesuai dengan kriteria.
BACA JUGA: Truk Pengangkut Surat Suara untuk KPU Magelang Masuk Jurang
"Pilihlah investor yang memang membangun ekonomi di dalam wilayahnya, jadi bisa membantu pertumbuhan ekonomi di wilayah tersebut. Kemudian tidak merusak lingkungan juga. Itu yang menjadi utama. Tidak ada polusi yang ditimbulkan, kita sama-sama menjaga," kata dia.
Kepala Dinas Koperasi dan UKM DIY Srie Nurkyatsiwi menyatakan bakal mendukung pendampingan, pembinaan, pemberdayaan terhadap koperasi dan UMKM untuk bisa naik kelas di bawah naungan Kadin DIY.
Dia berharap, sinergi dan sikap kooperatif membuat para pelaku usaha menjadi satu untuk saling mengambil peran sesuai dengan tugas masing-masing.
"Kadin berisi para pelaku usaha yang sudah kuat tapi mereka juga tidak bisa sendiri. Mereka perlu suplai dari para pelaku UMKM, maka kita akan menginventarisasi kebutuhan dari pasar. KADIN bisa menjadi agregator juga menjadi pasar melakukan pendampingan," ujar Siwi.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Antara
Kebakaran TPA Jatibarang Semarang berdampak pada 10 hektare lahan. Sebanyak 11 truk pemadam dan alat berat dikerahkan.
Supermarket bangunan dan elektronik di Berbah terbakar Kamis siang. Sekitar 20 armada damkar dikerahkan, ratusan kendaraan ikut terbakar.
Cek jadwal SIM Keliling Bantul Oktober 2026 lengkap dengan lokasi, jam layanan, dan syarat perpanjangan SIM A serta SIM C.
DPRKPLH Temanggung menemukan kapasitas IPAL SPPG Tegalurung I belum mencukupi. Perbaikan dan pemeriksaan lanjutan segera dilakukan.
Fuad Hasan Masyhur membantah uang US$500.000 yang disita dari rumahnya merupakan keuntungan penyelenggaraan ibadah haji.
Cek jadwal KRL Jogja-Solo Jumat 2 Oktober 2026 lengkap tiap stasiun. KRL berangkat mulai 05.05 WIB dengan tarif Rp8.000.