Rumah Duka Guruh Soekarnoputra Dipadati Pelayat dan Karangan Bunga
Rumah duka Guruh Soekarnoputra di Jakarta dipadati pelayat dan karangan bunga setelah maestro seni itu wafat pada usia 73 tahun.
Foto ilustrasi. SPBU di Jalan Perintis Kemerdekaan, Umbulharjo, Kota Jogja. Anisatul Umah-Harian Jogja.
Harianjogja.com, JAKARTA—Badan Pengatur Hilir Minyak dan Gas Bumi (BPH Migas) resmi menetapkan kuota bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi jenis Pertalite dan Biosolar untuk 2025.
Berdasarkan SK Kepala BPH Migas No. 66/P3JBT/BPH MIGAS/KOM/2024, kuota penyaluran Pertalite tahun ini ditetapkan sebesar 31,1 juta kiloliter (kL) dan Biosolar sebesar 17,3 juta kL.
Besaran kuota Pertalite tahun ini sedikit berkurang dibandingkan kuota tahun lalu yang dipatok sebesar 31,60 juta kL. Sementara itu, kuota Biosolar naik dibandingkan kuota 2024 yang sebesar 16,94 juta kL.
Terkait dengan penetapan kuota tersebut, Pertamina menyatakan kesiapannya untuk menjalankan penugasan pemerintah. Melalui PT Pertamina Patra Niaga sebagai Subholding Commercial & Trading, Pertamina akan memastikan distribusi energi bersubsidi pada 2025 sesuai kuota dan skema yang ditetapkan pemerintah.
"Besaran kuota sudah kami terima dan siap kami distribusikan untuk tahun 2025 dan kami terus melakukan upaya mewujudkan subsidi tepat sasaran melalui sistem digital QR Code sembari menunggu skema yang akan ditetapkan pemerintah," ujar Corporate Secretary Pertamina Patra Niaga Heppy Wulansari, Jumat (3/1/2025).
BACA JUGA: Demi Timnas Indonesia, Konser Dewa 19 di SUGBK Ditunda
Sepanjang 2024, transaksi Biosolar sudah 100% tercatat secara digital. Sementara untuk Pertalite, 93,9% transaksi telah tercatat secara digital di mana 97,03% penyaluran ke kendaraan dan 2,97% sisanya kepada usaha perikanan, usaha pertanian, UMKM, dan layanan umum seperti fasilitas kesehatan dan BNPB.
“Ini menjadi upaya bagaimana Pertamina Patra Niaga memastikan penyaluran BBM bersubsidi semakin transparan penyalurannya. Dengan adanya subsidi dan kuota yang sudah ditetapkan, melalui Subsidi Tepat Pertamina Patra Niaga ini berkomitmen menyediakan data penyaluran yang setransparan mungkin, ini menjadi bukti validitas data dan bentuk tanggung jawab kami terhadap penugasan yang diberikan,” lanjut Heppy.
Adapun, sepanjang 2024, Pertamina Patra Niaga menyalurkan Solar sebesar 16,65 juta kL dari kuota 16,94 juta kL. Sementara itu, realisasi penyaluran Pertalite pada 2024 mencapai 29,70 juta kL dari kuota 31,60 juta kL.
Saat ini, pemerintah tengah menyiapkan skema baru penyaluran subsidi BBM agar lebih tepat sasaran. Opsi skema baru yang direncanakan adalah blending antara bantuan langsung tunai (BLT) dengan subsidi langsung pada barang.
Sebelumnya, Kepala BPH Migas Erika Retnowati mengatakan, penerapan skema baru penyaluran BBM subsidi masih menunggu arahan lanjutan dari Presiden Prabowo Subianto.
"Belum akan diterapkan di tanggal 1 Januari 2025, menunggu arahan Bapak Presiden," kata Erika kepada Bisnis, Selasa (31/12/2024).
Dia menuturkan, pemerintah saat ini terus menggodok skema penyaluran BBM subsidi agar tepat sasaran. Berdasarkan data pemerintah, alokasi dana untuk subsidi energi sebesar Rp435 triliun yang terdiri atas subsidi BBM, LPG, dan listrik. Namun, 30% dari dana subsidi tersebut malah dinikmati orang mampu.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Bisnis.com
Rumah duka Guruh Soekarnoputra di Jakarta dipadati pelayat dan karangan bunga setelah maestro seni itu wafat pada usia 73 tahun.
Pemkab Pekalongan meminta mitra MBG patuh SOP, menjaga keamanan pangan, dan memperbesar penyerapan produk lokal dari petani hingga nelayan.
Ekonomi Vietnam tumbuh 9,95% pada kuartal III/2026. Investasi asing dan produksi pabrik menjadi pendorong utama pertumbuhan.
Harga kakao dunia kembali naik pada 2026. Petani masih terkendala produktivitas, sementara industri Indonesia bergantung pada impor biji kakao.
Pengamat UGM Fahmy Radhi menilai Bahlil rangkap Menko Hilirisasi dan Menteri ESDM berpotensi menimbulkan pemborosan anggaran.
Program Gentengisasi Prabowo dimulai dengan penyaluran 500.000 genteng UMKM Plered untuk meningkatkan kualitas hunian MBR.