Cegah Kekerasan, Kemenag DIY Minta Seluruh Pesantren Bentuk TPPK Sebelum Akhir 2026
Kemenag DIY mendorong TPPK terbentuk di seluruh pesantren sebelum akhir 2026 untuk memperkuat pencegahan dan penanganan kekerasan.
Ilustrasi ekspor dan impor. - Freepik
Harianjogja.com, JOGJA—Pelaku usaha untuk ekspor ke negara di luar Amerika Serikat yang selama ini telah menjadi tradisi tujuan ekspor, seperti Uni Emirat Arab (UEA) hingga Suriname.
Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) DIY Yuna Pancawati mengatakan DIY punya banyak produk unggulan ekspor.
Menurutnya negara tujuan ekspor yang utama dari DIY adalah ke Amerika Serikat (AS). Namun dengan adanya kebijakan tarif Trump pangsa pasar AS perlu ada tandingannya. Di sisi lain pelaku ekspor juga harus memperbaiki produk, utamanya yang ke pasar selain Amerika Serikat.
"UEA, Kemudian negara yang banyak penduduk Indonesia. Kami juga ada duta besar Suriname kami sampaikan kalau mau ekspor ke sana mari kita jalin," ucapnya.
Dia mengatakan Pemerintah Daerah (Pemda) DIY sangat mendukung pelaku usaha DIY agar bisa ekspor. Meski sudah tidak bisa mengikutsertakan pelaku ekspor untuk pameran di luar negeri.
Lebih lanjut dia mengatakan Pemda DIY menyediakan fasilitas-fasilitas. Salah satunya melalui Pusat Desain Industri Nasional (PDIN) yang merupakan kerja sama antara Kementerian Perindustrian, Pemda DIY, dan Kota Jogja. Menjadi salah satu wahana berkumpulnya para pelaku ekspor.
"Di sana ada fasilitas desain produk, ada fasilitas untuk galeri produknya, nah ini kami sudah kumpulkan beberapa asosiasi untuk bisa hadir di sana," jelasnya.
Yuna menjelaskan mungkin bagi pelaku ekspor masih ada kendala seperti belum memiliki sertifikasi halal. Meski dari Dinas Koperasi sudah menyediakan fasilitas.
Ia menyebut produk makanan juga menjadi salah satu yang bisa didorong seperti keripik pisang, tempe dan lainnya yang sudah sampai ke pasar internasional. Bekerjasama dengan Kementerian Perdagangan dilakukan business matching sehingga pelaku usaha ini bisa dihubungkan langsung dengan pembeli.
Sebelumnya, Badan Pusat Statistik (BPS) DIY mencatat ekspor DIY Maret 2025 mencapai 46,33 juta dolar AS. Turun 2,28% dibandingkan bulan sebelumnya yang mencapai 47,41 juta dolar AS. Namun jika dibandingkan dengan Maret 2024 sebesar 43,28 juta dolar AS mengalami kenaikan 7,05%
Kepala BPS DIY, Herum Fajarwati mengatakan tiga besar negara atau kawasan pangsa ekspor DIY pada Maret 2025 di antaranya AS sebesar 20,45 juta dolar AS dengan andil 44,14%. Kedua Jerman sebesar 5,58 juta dolar AS dengan andil 12,04%, dan ketiga Jepang dengan sebesar 3,73 juta dolar AS dengan andil 8,05%.
"Perkembangan ekspor DIY Maret 2025, gambaran bagaimana sebelum adanya dampak dari kebijakan Presiden AS," ucapnya.
Herum menjelaskan secara kumulatif Januari-Maret 2025 atau triwulan I 2025 negara tujuan ekspor terbesar adalah AS 56,40 juta dolar AS dengan andil 41,13%. Kedua Uni Eropa 36,84 juta dolar AS dengan andil 26,86% dan ketiga Asean 4,29 juta dolar AS dengan andil 3,13%.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Kemenag DIY mendorong TPPK terbentuk di seluruh pesantren sebelum akhir 2026 untuk memperkuat pencegahan dan penanganan kekerasan.
Presiden Prabowo menunjuk Dedi Prasetyo sebagai Kepala Badan Reforma Agraria pada 1 Oktober 2026 setelah sebelumnya menjabat Wakapolri.
Kabut asap menurunkan jarak pandang di Bandara Sultan Thaha Jambi. Enam penerbangan mengalami keterlambatan hingga pukul 11.00 WIB.
Inflasi DIY September 2026 mencapai 0,26% secara bulanan, dipicu kenaikan harga beras, cabai rawit, hingga telur ayam ras.
Presiden Prabowo merombak kabinet pada 1 Oktober 2026. Bahlil, Sugiono, Dudung, Sarmuji, hingga Listyo Sigit mendapat posisi baru.
Revisi UU LLAJ mengusulkan denda truk ODOL hingga Rp50 miliar dan memperluas pihak yang dapat dikenai sanksi.