Tingkat Pengangguran Sarjana DIY Capai 3,94%, Disnakertrans Ungkap Penyebabnya
TPT lulusan D4-S3 di DIY mencapai 3,94% pada Mei 2026. Disnakertrans DIY menyoroti ketidaksesuaian kompetensi dan kebutuhan industri.
Warga memantau pergerakan saham melalui gawainya di Bursa Efek Indonesia, Jakarta. Antara /Sulthony Hasanuddin
Harianjogja.com, JOGJA—Bursa Efek Indonesia (BEI) Yogyakarta mencatat jumlah investor pasar modal DIY hingga Juni 2025 mencapai 259.305 investor. Selama Juni 2025 terjadi penambahan sebanyak 6.129 investor.
Kepala BEI Yogyakarta, Irfan Noor Riza mengaku optimis pasar modal di DIY akan terus bertumbuh, melihat dari capaian pada Juni 2025, di mana dalam satu bulan jumlah investor DIY tumbuh 2,42%. Menurutnya ini sebuah capaian yang cukup baik.
Ia mengatakan jika dibandingkan dengan posisi investor DIY Juni 2024 yang saat itu jumlah investor DIY masih di angka 208.217 investor, maka terjadi pertumbuhan sebesar 24,54% dalam kurun waktu satu tahun.
"Jumlah investor pasar modal di DIY per bulan Juni 2025 telah bertumbuh menjadi 259.305 investor," tuturnya, Jumat (8/8/2025).
Irfan menjelaskan terkait dengan investasi, sampai saat ini masyarakat DIY masih menunjukkan preferensi kuat terhadap instrumen pasar modal dibandingkan instrumen lainnya. Dorongan utamanya meliputi peluang imbal hasil lebih besar dan kemudahan akses investasi lewat teknologi.
BACA JUGA: Kecelakaan di Jalan Jogja-Wates, Pemotor Meninggal Menabrak Truk
Selain itu, modal untuk memulai investasinya juga cukup terjangkau, bisa dari puluhan ribu saja. Faktor pendorong lainnya yakni gencarnya edukasi keuangan dari BEI DIY bersinergi dengan otoritas terkait.
"Kami lihat hal ini membuat masyarakat masih memilih instrumen investasi pasar modal," jelasnya.
Lebih lanjut dia mengatakan generasi milenial dan gen Z juga sangat mendukung pertumbuhan investasi pasar modal. Mereka semakin melek investasi, berani mengambil risiko terukur, dan nyaman bertransaksi secara digital.
Kombinasi faktor-faktor tersebut menjadikan investasi pasar modal kian populer di DIY, sejalan dengan upaya mendorong inklusi keuangan dan kemandirian finansial lintas generasi di DIY.
"Dapat kami simpulkan bahwa gabungan faktor ekonomi, kemudahan akses, serta dorongan literasi dan tren generasi muda menjadikan pasar modal menjadi pilihan investasi yang relevan dan menjanjikan di DIY," lanjutnya. (**)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
TPT lulusan D4-S3 di DIY mencapai 3,94% pada Mei 2026. Disnakertrans DIY menyoroti ketidaksesuaian kompetensi dan kebutuhan industri.
ADAS makin umum di mobil baru. Kenali 6 alasan fitur keselamatan aktif ini penting serta batasannya agar pengemudi tetap waspada.
13 bank dicabut izin usahanya hingga September 2026. Cek daftar bank, lokasi, dan proses penyelesaian hak nasabah oleh LPS.
Penjualan mobil listrik RI naik 99,4% hingga Agustus 2026. Simak 20 model terlaris, Jaecoo J5 memimpin di atas BYD Atto 1.
Harga emas Pegadaian hari ini, Rabu 16 September 2026, untuk Antam, UBS dan Galeri 24 lengkap dengan harga buyback.
DPRD Kulonprogo mendorong Pemkab memaksimalkan potensi jasa katering untuk maskapai dan karyawan YIA guna meningkatkan pendapatan daerah.