GAS Fest 2026 Hadirkan Panggung Lintas Genre, Dihadiri Ribuan Penonton
GAS Fest 2026 di Stadion Mandala Krida Jogja menghadirkan TIPE-X, Aftershine, Dipha Barus hingga Mentik Wangi dalam konser lintas genre.
Warga memantau pergerakan saham melalui gawainya di Bursa Efek Indonesia, Jakarta. Antara /Sulthony Hasanuddin
Harianjogja.com, JOGJA—Bursa Efek Indonesia (BEI) Yogyakarta mencatat jumlah investor pasar modal DIY hingga Juni 2025 mencapai 259.305 investor. Selama Juni 2025 terjadi penambahan sebanyak 6.129 investor.
Kepala BEI Yogyakarta, Irfan Noor Riza mengaku optimis pasar modal di DIY akan terus bertumbuh, melihat dari capaian pada Juni 2025, di mana dalam satu bulan jumlah investor DIY tumbuh 2,42%. Menurutnya ini sebuah capaian yang cukup baik.
Ia mengatakan jika dibandingkan dengan posisi investor DIY Juni 2024 yang saat itu jumlah investor DIY masih di angka 208.217 investor, maka terjadi pertumbuhan sebesar 24,54% dalam kurun waktu satu tahun.
"Jumlah investor pasar modal di DIY per bulan Juni 2025 telah bertumbuh menjadi 259.305 investor," tuturnya, Jumat (8/8/2025).
Irfan menjelaskan terkait dengan investasi, sampai saat ini masyarakat DIY masih menunjukkan preferensi kuat terhadap instrumen pasar modal dibandingkan instrumen lainnya. Dorongan utamanya meliputi peluang imbal hasil lebih besar dan kemudahan akses investasi lewat teknologi.
BACA JUGA: Kecelakaan di Jalan Jogja-Wates, Pemotor Meninggal Menabrak Truk
Selain itu, modal untuk memulai investasinya juga cukup terjangkau, bisa dari puluhan ribu saja. Faktor pendorong lainnya yakni gencarnya edukasi keuangan dari BEI DIY bersinergi dengan otoritas terkait.
"Kami lihat hal ini membuat masyarakat masih memilih instrumen investasi pasar modal," jelasnya.
Lebih lanjut dia mengatakan generasi milenial dan gen Z juga sangat mendukung pertumbuhan investasi pasar modal. Mereka semakin melek investasi, berani mengambil risiko terukur, dan nyaman bertransaksi secara digital.
Kombinasi faktor-faktor tersebut menjadikan investasi pasar modal kian populer di DIY, sejalan dengan upaya mendorong inklusi keuangan dan kemandirian finansial lintas generasi di DIY.
"Dapat kami simpulkan bahwa gabungan faktor ekonomi, kemudahan akses, serta dorongan literasi dan tren generasi muda menjadikan pasar modal menjadi pilihan investasi yang relevan dan menjanjikan di DIY," lanjutnya. (**)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
GAS Fest 2026 di Stadion Mandala Krida Jogja menghadirkan TIPE-X, Aftershine, Dipha Barus hingga Mentik Wangi dalam konser lintas genre.
Sebanyak 45 Koperasi Desa Merah Putih di Blora mulai beroperasi setelah mengantongi izin usaha lengkap dan berbadan hukum.
Rusia memperpanjang larangan ekspor bensin hingga akhir 2026 demi menjaga pasokan domestik dan menstabilkan harga bahan bakar.
Harga emas Antam hari ini, Minggu 26 Juli 2026, masih stagnan. Emas 1 gram bertahan Rp2.612.000, sementara buyback tetap Rp2.352.000.
Menteri Pendidikan India Dharmendra Pradhan mundur setelah protes nasional akibat skandal kebocoran soal NEET yang mengguncang jutaan siswa.
BMKG memprakirakan hujan petir dan hujan ringan berpotensi terjadi di sejumlah kota besar Indonesia pada Minggu, 26 Juli 2026.