Ferran Torres Patah Hati Sebelum Final, Tapi Golnya Bawa Spanyol Juara
Ferran Torres putus dari influencer Martina Hunter sebelum final, tapi tetap cetak gol kemenangan Spanyol di Piala Dunia 2026. Kisah patah hati berbuah trofi ju
Massa saat berada di kawasan Mako Brimob Kwitang Jakarta, Jumat dini hari (29/8/2025). ANTARA - Khaerul Izan.
Harianjogja.com, JOGJA—Media asing Bloomberg menyoroti aksi dan juga bentrok demonstran dan aparat keamanan di Jakarta pada Kamis (28/8/2025). Media tersebut menlai gelombang unjuk rasa ini menambah ketidakpastian terhadap stabilitas politik dan ekonomi Indonesia.
Bloomberg menurunkan laporan dengan judul Thousands clash with police in Jakarta as protests intensify', Bloomberg menulis bahwa meskipun inflasi di Indonesia relatif moderat, tekanan biaya hidup membuat masyarakat semakin frustrasi.
"Protes-protes ini menambah ketidakpastian seputar kesehatan ekonomi Indonesia. Meskipun inflasi moderat dengan rata-rata sekitar 3% sejak pandemi, harga beras dan pendidikan yang tinggi telah memicu ketidakpuasan atas biaya hidup," tulis Bloomberg.
BACA JUGA: Hari Ini Pemutaran Pier Head Tol Dilakukan
Aksi yang dipusatkan di kompleks parlemen RI ini dipicu oleh pemberian tunjangan perumahan Rp50 juta per bulan bagi anggota DPR, setara hampir 10 kali lipat upah minimum Jakarta 2025 yang hanya mencapai sekitar Rp5,3 juta.
Mayoritas demonstran yang turun ke jalan pada Kamis adalah mahasiswa. Sebagian di antaranya melempar batu dan menyalakan petasan, sementara polisi merespons dengan gas air mata serta meriam air untuk membubarkan massa.
Menjelang sore hari, kericuhan merembet ke kawasan perbelanjaan di sekitar Senayan. Demonstran melemparkan bambu runcing dan batu ke arah aparat. Polisi memperketat pengamanan dan menutup akses jalan untuk mencegah massa masuk lebih jauh ke pusat kota.
Bloomberg juga mencatat bahwa unjuk rasa ini bukan yang pertama. Pada 25 Agustus lalu, ratusan mahasiswa dan kelompok sipil juga bentrok dengan aparat di lokasi serupa. Bahkan pada protes tahun 2024, demonstrasi nasional sempat mengguncang rupiah dan pasar saham, memaksa DPR membatalkan revisi undang-undang pemilu.
Kemarahan publik kali ini semakin diperparah oleh lonjakan harga kebutuhan pokok, biaya pendidikan, serta pemutusan hubungan kerja (PHK) massal di industri tekstil.
Di luar isu DPR, kekecewaan publik juga muncul akibat kenaikan Pajak Bumi dan Bangunan (PBB) di berbagai daerah. Awal Agustus lalu, lonjakan PBB hingga 250% memicu demonstrasi besar di Pati, Jawa Tengah. Aksi serupa terjadi di Bone, Sulawesi Selatan, dan Cirebon, Jawa Barat, hingga akhirnya sejumlah kepala daerah mencabut kebijakan tersebut.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Ferran Torres putus dari influencer Martina Hunter sebelum final, tapi tetap cetak gol kemenangan Spanyol di Piala Dunia 2026. Kisah patah hati berbuah trofi ju
Nanik Deyang mundur dari Kepala BGN karena alasan kesehatan, namun menegaskan tetap mengawal Program Makan Bergizi Gratis.
Harga pangan nasional 22 Juli 2026 bergerak variatif. Bawang dan sebagian cabai turun, sementara beras medium, telur, dan minyak curah naik.
Sistem buka tutup dan contraflow kembali berlaku di Simpang Tiga Piyungan hingga akhir Juli 2026 seiring proyek rigid beton dilanjutkan.
Kemenperin menilai lonjakan impor truk berpotensi menekan industri otomotif, investasi, utilisasi pabrik, dan penyerapan tenaga kerja
Pertamina menargetkan pabrik hidrogen hijau pertama di PLTP Ulubelu, Lampung, mulai beroperasi pada November 2026.