New York Dukung Jakarta Terbitkan Obligasi Rp5,6 Triliun
New York mendukung rencana Jakarta menerbitkan obligasi daerah Rp5,6 triliun pada 2027 untuk membiayai pembangunan infrastruktur.
Salah satu produk emas dari PT Aneka Tambang Tbk atau Antam. Antara/ist-Antam
Harianjogja.com, JAKARTA—Harga emas perhiasan yang naik 1,24 persen secara bulanan pada September 2025 memberi andil 0,08 persen terhadap inflasi nasional menurut data Badan Pusat Statistik (BPS).
Menurut BPS emas perhiasan menjadi salah satu komoditas utama penyumbang Inflasi pada September 2025. Bahkan, komoditas emas perhiasan terus merangkak naik selama 2 tahun terakhir atau 25 bulan berturut-turut sejak September 2023.
Kepala BPS Amalia Adininggar Widyasanti mengatakan, emas perhiasan mencatatkan inflasi sebesar 1,24% secara bulanan (month-to-month/mtm) pada September 2025.
“Komoditas emas perhiasan menjadi salah satu komoditas utama penyumbang inflasi di bulan September 2025. Secara month-to-month, emas mengalami inflasi 1,24%,” kata Amalia dalam rapat koordinasi pengendalian inflasi daerah 2025 di Kantor Kemendagri, Jakarta, Senin (6/10/2025).
Amalia menuturkan bahwa inflasi emas perhiasan turut menyumbang andil terhadap inflasi umum pada bulan laporan, yakni sebesar 0,08%. Selain itu, kontribusinya terhadap kelompok pengeluaran perawatan pribadi dan jasa lainnya mencapai 9,59%.
“Perkembangan harga emas dari bulan ke bulan dalam kurun waktu 2 tahun terakhir, maka terlihat bahwa harga emas terus meningkat secara month-to-month,” imbuhnya.
Alhasil, emas memberikan andil inflasi pada September sebesar 0,08% dan memberikan kontribusi sebesar 9,59% inflasi dari kelompok perawatan pribadi.
Lebih lanjut, Amalia menambahkan bahwa harga emas perhiasan naik terus-menerus setiap bulan tanpa henti selama 25 bulan.
“Bahkan, inflasi emas perhiasan September 2025 merupakan inflasi tertinggi dalam 5 bulan terakhir, yaitu yang mencapai 1,24% secara mtm. Ini belum kami lihat year-on-year-nya, year-on-year-nya lebih tinggi,” katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Bisnis.com
New York mendukung rencana Jakarta menerbitkan obligasi daerah Rp5,6 triliun pada 2027 untuk membiayai pembangunan infrastruktur.
Kemenhut mengembangkan kasus pembalakan liar di TN Berbak dan Sembilang setelah dua orang ditetapkan sebagai tersangka.
Lima kalurahan di Sleman memilih mekanisme voting untuk Pilur PAW. Sebanyak 15 calon mengikuti pemilihan di lima kalurahan.
Suvenir pernikahan Rangga dan Nunu berupa anak ayam hidup dalam kotak mika menuai kritik warganet karena dinilai tak layak.
Industri pelumas mengubah strategi menghadapi pertumbuhan EV dengan memperkuat pasar industri dan mengembangkan produk bernilai tambah.
Aliran PDAM di Padukuhan Padem, Panggang, Gunungkidul macet lebih dari lima tahun. Warga terpaksa membeli air saat musim kemarau.