Advertisement
Harga Cabai Rawit Merah Rp50.200, Telur Ayam Rp32.550
Telur Ayam / Freepik
Advertisement
Harianjogja.com, JOGJA—Harga sejumlah bahan pangan strategis di tingkat pedagang eceran nasional terpantau relatif stabil. Pusat Informasi Harga Pangan Strategis (PIHPS) Nasional mencatat cabai rawit merah berada di angka Rp50.200 per kilogram dan telur ayam ras Rp32.550 per kilogram, Rabu (pukul 10.10 WIB).
Selain cabai rawit merah, harga bawang merah tercatat Rp48.350 per kilogram, sementara bawang putih berada di level Rp40.800 per kilogram. Untuk komoditas beras, harga bervariasi tergantung kualitas, mulai dari beras kualitas bawah II Rp14.750 per kilogram hingga beras kualitas super I Rp17.200 per kilogram.
Advertisement
Sementara itu, harga cabai merah besar mencapai Rp40.550 per kilogram, cabai merah keriting Rp39.600 per kilogram, dan cabai rawit hijau Rp50.950 per kilogram. Komoditas protein hewani seperti daging ayam ras dijual Rp39.500 per kilogram, sedangkan daging sapi kualitas I mencapai Rp140.150 per kilogram.
Selain itu beras kualitas bawah I di harga Rp15.100 per kg, beras kualitas bawah II Rp14.750 per kg. Sedangkan beras kualitas medium I Rp16.150 per kg, dan beras kualitas medium II di harga Rp15.900 per kg. Lalu, beras kualitas super I di harga Rp17.200 per kg, dan beras kualitas super II Rp16.600 per kg.
Selanjutnya, PIHPS mencatat harga cabai merah besar mencapai Rp40.550 per kg, cabai merah keriting Rp39.600 per kg, dan cabai rawit hijau Rp50.950 per kg.
Kemudian, daging ayam ras di harga Rp39.500 per kg, daging sapi kualitas I Rp140.150 per kg, daging sapi kualitas II di harga Rp135.700 per kg. Harga komoditas berikutnya yakni gula pasir kualitas premium tercatat Rp19.950 per kg, gula pasir lokal Rp18.450 per kg.
Sementara itu, minyak goreng curah di harga Rp19.250 per liter, minyak goreng kemasan bermerek I di harga Rp23.100 per liter, serta minyak goreng kemasan bermerek II di harga Rp21.700 per liter.
PIHPS mencatat pergerakan harga pangan nasional ini menjadi indikator penting bagi stabilitas pasokan dan daya beli masyarakat, terutama menjelang fluktuasi permintaan bahan pokok.Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Antara
Berita Lainnya
Berita Pilihan
- Puncak Arus Balik Lebaran 2026, Daop 6 Jogja Padat 66 Ribu Penumpang
- Tak Perlu Buru-buru, Batas Lapor SPT Pajak Tiba-tiba Mundur
- KAI Prediksi Puncak Arus Balik Kereta Api Mulai Terjadi Minggu Ini
- Komisaris Tinjau Kesiapan PLN di Masjid Raya Baiturrahman Semarang
- Puncak Arus Mudik, Kementerian ESDM dan PLN Cek Operasional SPKLU
Advertisement
Tebing Tanjakan Clongop Longsor Lagi, Akses Gunungkidul-Klaten Putus
Advertisement
Sukolilo Pati Sempat Viral, Ternyata Simpan Banyak Tempat Wisata
Advertisement
Berita Populer
- MBG Disorot Akademisi UGM, Muncul Usulan Pangkas Jumlah Penerima
- Krisis Energi, Purbaya: APBN Belum Diubah, Masih Aman
- Tak Perlu Buru-buru, Batas Lapor SPT Pajak Tiba-tiba Mundur
- Puncak Arus Balik Lebaran 2026, Daop 6 Jogja Padat 66 Ribu Penumpang
- Lonjakan Arus Balik, InJourney Airports Siapkan Ribuan Extra Flight
- Harga Emas Pegadaian Naik Hari Ini 26 Maret, UBS Tembus Rp2,86 Juta
- Harga Emas Antam Hari Ini Stagnan, Nilai Buyback Justru Merosot
Advertisement
Advertisement







