Deretan Mobil Baru Siap Debut di GIIAS 2026, dari Hybrid hingga EV
GIIAS 2026 menghadirkan deretan mobil baru dari Mazda, Toyota, Lexus, Suzuki, hingga Hino dengan teknologi hybrid dan EV.
Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) - ilustrasi/Freepik
Harianjogja.com, JAKARTA—Dinamika ekonomi global yang masih bergejolak pada awal 2025 menjadi salah satu pemicu meningkatnya angka pemutusan hubungan kerja (PHK) di Indonesia, yang sepanjang tahun lalu menembus 88.519 pekerja.
Tekanan tersebut terutama terasa pada kinerja ekspor dan impor serta industri dalam negeri, yang kemudian berdampak langsung pada stabilitas tenaga kerja di berbagai sektor.
Direktur Jenderal Pembinaan Hubungan Industrial dan Jaminan Sosial Tenaga Kerja (Dirjen PHI Jamsos) Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) Indah Anggoro Putri menjelaskan, tensi geopolitik global menjadi faktor signifikan yang memengaruhi iklim usaha nasional.
“Pertama ada tekanan juga dari ekspor-impor, ya, itu pasti. Kondisi dunia di awal 2025 terutama sampai semester I masih ada dinamika cukup tinggi (di) geopolitik, pasti itu pengaruh ke ekspor,” kata Indah saat ditemui di Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta, Rabu (21/1/2026).
Berdasarkan data PHK Kemnaker periode Januari–Desember 2025, jumlah korban PHK tahun lalu mencapai 88.519 orang. Angka tersebut meningkat lebih dari 10.000 orang dibandingkan 2024, ketika PHK menimpa 77.965 pekerja.
Dari total 88.519 korban PHK tersebut, seluruhnya merupakan pekerja yang terklasifikasi sebagai peserta program Jaminan Kehilangan Pekerjaan (JKP) Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Ketenagakerjaan.
Mengenai sektor yang paling terdampak, Indah menyebut industri manufaktur masih menjadi salah satu penyumbang terbesar angka PHK sepanjang 2025.
Ia mengakui, persoalan PHK tidak bisa ditangani oleh satu institusi semata. Menurutnya, isu ini membutuhkan keterlibatan lintas pemangku kepentingan.
“Mengatasi PHK itu kan bukan cuma (tugas) Kementerian Ketenagakerjaan, banyak faktor yang menjadi pengaruh atau menjadi faktor penyebab PHK. Jadi pasti ada koordinasi dan kolaborasi bersama,” ujar Indah.
Lebih jauh, Kemnaker mengakselerasi berbagai program untuk menekan laju PHK dan pengangguran, terutama bagi kelompok usia produktif yang terdampak.
“Ada Magang Nasional bagi para penganggur baru yang terdidik. Lalu kemudian pelatihan-pelatihan termasuk melibatkan serikat pekerja. Tadi Pak Menteri (Ketenagakerjaan, Yassierli) bilang akan dimasifkan di tahun ini, jadi upayanya ada,” kata dia.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Antara
GIIAS 2026 menghadirkan deretan mobil baru dari Mazda, Toyota, Lexus, Suzuki, hingga Hino dengan teknologi hybrid dan EV.
DPKP DIY menyiapkan strategi menghadapi musim kemarau, mulai dari varietas padi tahan kekeringan hingga optimalisasi irigasi dan pompa air.
Bank Sampah Berlian 08 di Jogja memanfaatkan minyak jelantah sebagai bahan bakar pirolisis sampah plastik residu sehingga proses lebih cepat dan hemat.
Jadwal imsak, Subuh, dan Maghrib di DIY pada Kamis 30 Juli 2026 untuk puasa sunnah Kamis. Cek waktu sahur dan berbuka di sini.
Jadwal KRL Solo-Jogja Kamis 30 Juli 2026 lengkap dari Palur hingga Jogja. Simak 12 perjalanan dan tarif Commuter Line Rp8.000.
KPK mendalami penukaran 46.500 dolar Singapura yang diduga disiapkan Suhardiman Amby untuk Raja Juli Antoni dalam penyidikan kasus Kuansing.