Pengangguran DIY Naik Jadi 70.560 Orang, Ini Penyebab Menurut BPS
Pengangguran DIY naik menjadi 70.560 orang pada Mei 2026. BPS dan Disnakertrans mengungkap penyebab serta strategi menekan TPT.
Alat pembersih sepatu elektrik di Stasiun Yogyakarta./ istimewa
Harianjogja.com, JOGJA— PT Kereta Api Indonesia (KAI) Daop 6 Yogyakarta menambah fasilitas ramah penumpang berupa pengering payung dan pembersih sepatu elektrik di sejumlah stasiun. Fasilitas ini disiapkan untuk menjaga kenyamanan sekaligus keselamatan penumpang, terutama saat musim penghujan.
Manager Humas KAI Daop 6 Yogyakarta, Feni Novida Saragih, menjelaskan keberadaan pengering payung ditujukan agar air hujan dari payung penumpang tidak menetes dan membuat lantai stasiun licin. Kondisi lantai basah berisiko menyebabkan penumpang terpeleset, sehingga fasilitas ini juga menjadi bagian dari upaya pencegahan kecelakaan.
Saat ini, pengering payung sudah tersedia di enam stasiun, yakni Stasiun Yogyakarta, Stasiun Lempuyangan, Stasiun Solo Balapan, Stasiun Purwosari, Stasiun Solo Jebres, dan Stasiun Sragen. Ke depan, fasilitas serupa akan dihadirkan secara bertahap di stasiun penumpang lainnya di wilayah Daop 6.
Penggunaan alat pengering payung ini tergolong mudah. Penumpang cukup memasukkan payung yang masih basah ke dalam alat, lalu menggerakkannya secara perlahan. Lapisan kain microfiber di bagian dalam alat akan menyerap air dari permukaan payung.
"Microfiber yang terdapat pada alat pengering ini juga dapat menyerap air dalam jumlah banyak," kata Feni.
Dengan adanya fasilitas tersebut, penumpang tidak perlu lagi khawatir membawa payung basah ke area stasiun atau ke dalam kereta. Meski curah hujan tinggi, perjalanan menuju stasiun tetap bisa dilakukan dengan nyaman tanpa meninggalkan genangan air di lantai.
Selain pengering payung, KAI Daop 6 Yogyakarta juga menyediakan fasilitas pembersih sepatu elektrik, khusus di Stasiun Yogyakarta. Fasilitas ini dapat digunakan secara gratis oleh para penumpang.
Cara penggunaannya pun sederhana. Penumpang tidak perlu melepas sepatu, cukup memasukkan sepatu yang sedang dipakai ke dalam mesin pembersih. Mesin akan bekerja otomatis menggunakan sikat lembut untuk membersihkan kotoran seperti debu dan lumpur.
"Fasilitas mesin pengering payung dan pembersih sepatu elektrik ini merupakan wujud komitmen KAI Daop 6 Yogyakarta untuk terus berinovasi dalam menghadapi setiap tantangan supaya dapat memberikan pelayanan prima kepada para pelanggan," jelasnya.
Sebagai tambahan, KAI Daop 6 Yogyakarta juga mengimbau penumpang agar selalu berhati-hati saat berada di lingkungan stasiun, terutama ketika kondisi ramai dan cuaca hujan. Penumpang diminta memperhatikan barang bawaan serta memperkirakan waktu tempuh menuju stasiun agar tidak terburu-buru mengejar jadwal keberangkatan kereta.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Pengangguran DIY naik menjadi 70.560 orang pada Mei 2026. BPS dan Disnakertrans mengungkap penyebab serta strategi menekan TPT.
DPRD Gunungkidul mendorong tambahan Rp400 juta untuk dropping air karena alokasi 3.000 tangki diperkirakan habis sebelum kekeringan berakhir.
Pemerintah menyiapkan tanda kehormatan HUT ke-81 RI. Sejumlah menteri masuk daftar calon penerima, termasuk individu berprestasi di bidang teknologi.
PLN UID Yogyakarta menargetkan penambahan 26 SPKLU di DIY hingga akhir 2026. Saat ini sudah ada 33 unit yang terbangun.
Kubu Febrie Adriansyah buka suara soal kematian Sutrimo. Keluarga menyebut almarhum telah lama mengidap diabetes.
Lakon Tatu membawa kisah cinta, kesetiaan, dan luka pasca-Perjanjian Giyanti hingga mengantar Sleman meraih Penyaji Terbaik I.