OJK Cabut Izin 9 BPR dan BPRS Sepanjang 2026, Ini Daftarnya
OJK telah mencabut izin usaha sembilan BPR dan BPRS sepanjang 2026. Simak daftar bank yang ditutup serta alasan pencabutan izinnya.
Kantor Bank Indonesia. - Bisnis.com
Harianjogja.com, JAKARTA—Bank Indonesia (BI) diproyeksikan mempertahankan suku bunga acuan BI Rate di level 4,75% pada Rapat Dewan Gubernur (RDG) Februari 2026 di tengah tekanan eksternal dan stabilitas rupiah. Hal ini tercermin dari konsensus ekonom yang memperkirakan bank sentral belum akan melakukan pelonggaran moneter dalam waktu dekat.
Proyeksi tersebut muncul menjelang pengumuman hasil RDG BI yang dijadwalkan Kamis (19/2/2026), dengan mayoritas ekonom menilai kondisi global dan aliran modal masih menjadi pertimbangan utama dalam penentuan kebijakan suku bunga.
Berdasarkan survei Bloomberg, sebanyak 22 dari 23 ekonom memperkirakan BI akan menahan suku bunga di level 4,75%. Artinya, hanya satu ekonom yang memproyeksikan bank sentral akan menurunkan BI Rate pada Februari 2026.
Kepala Ekonom PT Bank Central Asia Tbk. (BBCA) David Sumual termasuk pihak yang memperkirakan BI belum akan melonggarkan kebijakan moneter bulan ini. Menurutnya, keputusan menahan suku bunga dipengaruhi masih terjadinya net outflow atau aliran modal asing keluar dari instrumen keuangan domestik.
"Inflasi juga sedikit naik pada Januari. Kuartal I/2026 ini, BI dan The Fed perkiraan saya masih akan menahan [suku bunga]," ujarnya kepada Bisnis, Rabu (18/2/2026).
Meski demikian, David melihat peluang penurunan suku bunga pada periode selanjutnya. Ia menilai risiko perlambatan ekonomi Amerika Serikat (AS) serta penurunan harga aset dapat menjadi faktor yang mendorong pemangkasan suku bunga pada paruh kedua tahun ini.
Pandangan serupa disampaikan Kepala Ekonom PT Bank Permata Tbk. (BNLI) Josua Pardede yang memperkirakan BI tetap mempertahankan suku bunga 4,75% pada RDG bulan ini sebagai bagian dari upaya menjaga stabilitas rupiah di tengah meningkatnya risiko pasar keuangan.
Josua menyoroti sejumlah tekanan yang membayangi pasar domestik, mulai dari peringatan MSCI terkait isu free float hingga revisi lembaga pemeringkat Moody’s terhadap prospek utang negara Indonesia dari stabil menjadi negatif.
"Kondisi ini berpotensi menyebabkan kenaikan premi risiko dan volatilitas aliran modal yang cenderung meningkat," jelasnya kepada Bisnis, Rabu (18/2/2026).
Dalam kondisi tersebut, Josua menilai BI akan tetap memprioritaskan stabilitas nilai tukar rupiah dan menjaga kepercayaan investor dibandingkan melakukan pelonggaran moneter dalam jangka pendek. Ruang penurunan suku bunga dinilai masih terbatas setidaknya hingga tekanan eksternal mereda dan sentimen pasar membaik, sehingga arah kebijakan BI Rate ke depan masih sangat dipengaruhi dinamika global serta pergerakan arus modal internasional.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Bisnis.com
OJK telah mencabut izin usaha sembilan BPR dan BPRS sepanjang 2026. Simak daftar bank yang ditutup serta alasan pencabutan izinnya.
Jadwal KRL Solo-Jogja Kamis 30 Juli 2026 lengkap dari Palur hingga Jogja. Simak 12 perjalanan dan tarif Commuter Line Rp8.000.
KPK mendalami penukaran 46.500 dolar Singapura yang diduga disiapkan Suhardiman Amby untuk Raja Juli Antoni dalam penyidikan kasus Kuansing.
PSEL Legok Nangka senilai Rp7,2 triliun mulai dibangun di Kabupaten Bandung. Proyek ini akan mengolah 2.131 ton sampah per hari dan menghasilkan listrik 40,79 M
Jadwal KRL Jogja-Solo Kamis 30 Juli 2026 tersedia 15 perjalanan dengan tarif Rp8.000. Cek jam keberangkatan tiap stasiun.
Ilmuwan menemukan spesies dinosaurus baru berusia 210 juta tahun di Zimbabwe. Temuan ini membuka wawasan baru tentang evolusi dinosaurus awal di Afrika.