Demo Rompi Kuning di Prancis Berakhir Ricuh, 1.800 Orang Ditangkap
Lebih dari 1.800 orang ditangkap setelah demo di Prancis berakhir ricuh. Ratusan petugas terluka dan sejumlah bangunan rusak.
Wakil Presiden ke-13 dan Ketua Penasihat CSED INDEF Makruf Amin menyampaikan keynote speech pada Sarasehan 99 Ekonom Syariah Indonesia 2026 di Jakarta, Selasa (24/2/2026). Sarasehan ini bertujuan untuk memberikan masukan konstruktif terhadap kebijakan ekonomi syariah Indonesia dalam mencapai tujuan Indonesia Emas 2045 dan visi sebagai pusat ekonomi syariah global. ANTARA FOTO/Dhemas Reviyanto/foc.
Harianjogja.com, JAKARTA—Ketua Dewan Komisioner Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) Anggito Abimanyu menilai industri perbankan syariah di Indonesia saat ini telah berkembang menjadi lebih kompetitif dibandingkan dengan perbankan konvensional.
Menurut Anggito, peningkatan daya saing tersebut mencerminkan transformasi ekosistem perbankan syariah nasional yang semakin matang. Hal ini ditopang oleh tingkat kepatuhan yang kian kuat terhadap prinsip syariah serta kemampuan bank syariah dalam memenuhi kebutuhan masyarakat akan layanan keuangan yang bebas dari unsur riba.
“Saya cukup yakin sekarang ini bank syariah itu lebih kompetitif daripada bank konvensional. Saya bisa buktikan dengan penelitian,” ujar Anggito di Jakarta, Selasa.
Ia menjelaskan, salah satu faktor utama yang mendorong daya saing perbankan syariah adalah keberhasilan dalam menawarkan skema penetapan harga (pricing) yang lebih kompetitif dan menarik bagi nasabah. Selain itu, kualitas pelayanan harian yang terus ditingkatkan juga dinilai menjadi nilai tambah yang signifikan.
Jika kedua aspek tersebut mampu dipertahankan secara konsisten, Anggito optimistis minat masyarakat terhadap bank syariah akan tumbuh secara alami, bahkan tanpa dukungan insentif khusus dari pemerintah.
“Selama bank-bank syariah bisa memberikan pelayanan yang baik, service yang prima, dan pricing yang kompetitif, nasabah akan datang dengan sendirinya,” katanya.
Lebih lanjut, Anggito mendorong para pelaku jasa keuangan untuk terus mengembangkan ekosistem keuangan syariah nasional secara bertahap dan inklusif. Menurutnya, penguatan ekosistem syariah perlu dibangun atas kesadaran kepatuhan terhadap prinsip halal sekaligus menjadi bagian dari gaya hidup masyarakat.
“Bertahap saja dan biarlah inklusif. Biarlah bank-bank syariah tumbuh dan memberikan pelayanan yang benar-benar memberi nilai manfaat,” ujarnya.
Anggito juga optimistis stabilnya pertumbuhan ekonomi nasional di kisaran 5 persen dapat menjadi faktor pendukung meningkatnya permintaan terhadap layanan perbankan syariah. Pertumbuhan ekonomi yang sehat diyakini mampu menciptakan penawaran yang pada akhirnya mendorong permintaan secara berkelanjutan.
“Dengan pertumbuhan ekonomi sekitar 5 persen dan ekonomi yang terus bertumbuh, supply bisa menciptakan demand-nya sendiri,” pungkasnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Antara
Lebih dari 1.800 orang ditangkap setelah demo di Prancis berakhir ricuh. Ratusan petugas terluka dan sejumlah bangunan rusak.
Jadwal DAMRI YIA-Jogja Senin 19 Oktober 2026 tersedia untuk lima tujuan. Simak jam keberangkatan dan tarif bus Rp80.000 per penumpang.
Jadwal KA Prameks Jogja-Kutoarjo Senin 19 Oktober 2026 tersedia 10 perjalanan. Simak jam keberangkatan dari Stasiun Tugu dan Kutoarjo.
Jadwal KA Bandara YIA 19 Oktober 2026 mencakup layanan reguler dan Xpress. Simak waktu keberangkatan dari Jogja dan Bandara YIA.
Jadwal KRL Solo-Jogja Senin 19 Oktober 2026 tersedia 12 perjalanan dari Palur. Simak jadwal lengkap dan waktu tiba di Stasiun Jogja.
Jadwal KRL Jogja-Solo Senin 19 Oktober 2026 tersedia 15 perjalanan. Simak jadwal tiap stasiun dan tarif tiket sebesar Rp8.000.