Advertisement
JNE Prediksi Pengiriman Ramadan Naik hingga 30 Persen
Proses packing barang di JNE. - Istimewa
Advertisement
Harianjogja.com, JOGJA—Momentum Ramadan dan Idulfitri diperkirakan kembali mendorong lonjakan aktivitas logistik di Indonesia, seiring meningkatnya konsumsi masyarakat, pengiriman parcel, serta transaksi e-commerce.
Kepala Cabang JNE Express Yogyakarta, Adi Subagyo, mengatakan perusahaan memproyeksikan volume pengiriman selama Ramadan 2026 akan mengalami pertumbuhan sekitar 20% hingga 30%.
Advertisement
Menurutnya, peningkatan tersebut terutama didorong oleh tingginya permintaan pengiriman dari sektor fesyen, makanan dan minuman, serta kebutuhan rumah tangga.
“Dari sisi proyeksi, JNE memperkirakan volume pengiriman selama Ramadan tahun ini akan tetap tumbuh secara positif di kisaran 20%–30%,” ujar Adi, Senin (9/3/2026).
BACA JUGA
Ia menjelaskan sejumlah tantangan yang biasanya muncul selama periode Ramadan dan mudik Lebaran telah diantisipasi sejak awal. Beberapa faktor yang menjadi perhatian antara lain kepadatan lalu lintas saat arus mudik, pembatasan angkutan darat, kondisi cuaca, hingga padatnya jalur distribusi.
Untuk mengatasi hal tersebut, JNE menerapkan strategi distribusi multimoda yang lebih fleksibel dengan memanfaatkan jalur transportasi darat, udara, dan laut.
Selain itu, perusahaan juga memperkuat kesiapan operasional dengan dukungan lebih dari 50.000 karyawan serta sekitar 11.000 unit armada yang beroperasi di berbagai wilayah.
Adi menambahkan JNE juga mengoptimalkan fasilitas logistik utama berupa Mega Hub yang berada di dekat Bandara Internasional Soekarno-Hatta.
Fasilitas seluas sekitar 4 hektar tersebut dilengkapi dengan Automatic Sorting Center yang berfungsi mempercepat proses sortir serta distribusi paket.
Selain itu, JNE memanfaatkan jaringan lebih dari 8.000 titik layanan yang tersebar di seluruh Indonesia. Perusahaan juga meningkatkan fleksibilitas jam operasional serta pengaturan rute distribusi di wilayah dengan volume pengiriman tinggi.
“Sinergi dan kolaborasi dengan berbagai mitra transportasi terus diperkuat untuk memastikan kelancaran pengiriman selama periode Ramadan dan Idulfitri,” kata Adi.
Ia menambahkan pemanfaatan teknologi dan sistem pemantauan secara real-time juga diterapkan untuk menjaga ketepatan waktu pengiriman serta kualitas layanan sesuai standar layanan (SLA).
Menurut Adi, industri logistik di Indonesia saat ini masih menunjukkan tren pertumbuhan positif, terutama seiring meningkatnya digitalisasi dan aktivitas belanja daring.
Perkembangan tersebut turut mendorong permintaan layanan pengiriman, baik untuk produk ritel, kebutuhan harian masyarakat, maupun kiriman dari pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Berita Lainnya
Berita Pilihan
- Puncak Arus Balik Lebaran 2026, Daop 6 Jogja Padat 66 Ribu Penumpang
- Tak Perlu Buru-buru, Batas Lapor SPT Pajak Tiba-tiba Mundur
- KAI Prediksi Puncak Arus Balik Kereta Api Mulai Terjadi Minggu Ini
- Komisaris Tinjau Kesiapan PLN di Masjid Raya Baiturrahman Semarang
- Puncak Arus Mudik, Kementerian ESDM dan PLN Cek Operasional SPKLU
Advertisement
Wisatawan Nekat Terobos TPR Parangtritis demi Hindari Tiket Masuk
Advertisement
Bioskop Nyaman Rp5 Ribu di Museum Sonobudoyo Masih Sepi Peminat
Advertisement
Berita Populer
- Krisis Energi, Purbaya: APBN Belum Diubah, Masih Aman
- Tak Perlu Buru-buru, Batas Lapor SPT Pajak Tiba-tiba Mundur
- Puncak Arus Balik Lebaran 2026, Daop 6 Jogja Padat 66 Ribu Penumpang
- Lonjakan Arus Balik, InJourney Airports Siapkan Ribuan Extra Flight
- Harga Emas Pegadaian Naik Hari Ini 26 Maret, UBS Tembus Rp2,86 Juta
- Harga Emas Antam Hari Ini Stagnan, Nilai Buyback Justru Merosot
- Okupansi Hotel di DIY Turun, Wisatawan Pilih Solo dan Magelang
Advertisement
Advertisement






