Advertisement
Obituarium Michael Hartono, Pernah Raih Medali Asian Games
Michael Bambang Hartono.-JIBI - Bisnis Indonesia
Advertisement
Harianjogja.com, JAKARTA — Kabar duka datang dari Grup Djarum. Salah satu pemiliknya, Michael Bambang Hartono, meninggal dunia pada Kamis (19/3/2026) siang.
Corporate Communication Senior Manager Grup Djarum, Budi Darmawan, membenarkan kabar tersebut. Ia menyampaikan bahwa Michael wafat pada pukul 13.15 waktu Singapura. Michael dikenal sebagai salah satu konglomerat terkemuka di Indonesia. Berdasarkan data real-time Forbes, ia memiliki kekayaan sekitar US$17,5 miliar atau setara Rp297 triliun, menempatkannya di jajaran orang terkaya di Tanah Air. Bersama saudaranya, Robert Budi Hartono, ia membangun kerajaan bisnis melalui Djarum, perusahaan rokok yang diwarisi dari ayah mereka, Oei Wie Gwan.
Advertisement
Keduanya juga dikenal sebagai pemegang saham utama Bank Central Asia (BCA), salah satu bank swasta terbesar di Indonesia. Selain itu, Michael juga memiliki bisnis perkebunan kelapa sawit di Kalimantan Barat dengan luas mencapai sekitar 65.000 hektare.
Lahir di Kudus, Jawa Tengah, pada 2 Oktober 1939, Michael sempat menempuh pendidikan di Universitas Diponegoro, Semarang. Namun, ia tidak menyelesaikan studinya dan memilih melanjutkan bisnis keluarga setelah sang ayah wafat, menjadi keputusan yang kemudian mengantarkannya menjadi salah satu orang terkaya di Indonesia.
Di luar bisnis, Michael juga dikenal aktif di dunia olahraga, khususnya cabang bridge. Ia bahkan tercatat sebagai atlet nasional dan pernah memperkuat tim Indonesia.
Pada ajang Asian Games 2018, Michael yang saat itu berusia 78 tahun menjadi atlet tertua di kontingen Indonesia dan berhasil meraih medali perunggu dari cabang bridge. Bonus yang diterimanya dari pemerintah melalui Bank Rakyat Indonesia kemudian disumbangkan kepada Gabungan Bridge Seluruh Indonesia untuk mendukung pembinaan atlet.
Kiprahnya dalam mengembangkan olahraga bridge juga mendapat pengakuan internasional. Pada 2017, ia menerima penghargaan dari World Bridge Federation atas kontribusinya dalam mendorong bridge menjadi cabang yang dipertandingkan di Asian Games.
BACA JUGA
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Berita Lainnya
Berita Pilihan
- Puncak Arus Balik Lebaran 2026, Daop 6 Jogja Padat 66 Ribu Penumpang
- Tak Perlu Buru-buru, Batas Lapor SPT Pajak Tiba-tiba Mundur
- KAI Prediksi Puncak Arus Balik Kereta Api Mulai Terjadi Minggu Ini
- Komisaris Tinjau Kesiapan PLN di Masjid Raya Baiturrahman Semarang
- Puncak Arus Mudik, Kementerian ESDM dan PLN Cek Operasional SPKLU
Advertisement
Advertisement
Sukolilo Pati Sempat Viral, Ternyata Simpan Banyak Tempat Wisata
Advertisement
Berita Populer
- MBG Disorot Akademisi UGM, Muncul Usulan Pangkas Jumlah Penerima
- Krisis Energi, Purbaya: APBN Belum Diubah, Masih Aman
- Tak Perlu Buru-buru, Batas Lapor SPT Pajak Tiba-tiba Mundur
- Puncak Arus Balik Lebaran 2026, Daop 6 Jogja Padat 66 Ribu Penumpang
- Lonjakan Arus Balik, InJourney Airports Siapkan Ribuan Extra Flight
- Harga Emas Pegadaian Naik Hari Ini 26 Maret, UBS Tembus Rp2,86 Juta
- Harga Emas Antam Hari Ini Stagnan, Nilai Buyback Justru Merosot
Advertisement
Advertisement







