Advertisement
Filipina Darurat Energi, Bergantung Batu Bara Indonesia
Foto ilustrasi krisis BBM. / Freepik
Advertisement
Harianjogja.com, JOGJA—Krisis energi global mulai berdampak langsung ke Asia Tenggara. Filipina menetapkan darurat energi dan kini bergantung pada pasokan batu bara dari Indonesia untuk menahan lonjakan tarif listrik, Selasa (24/3/2026).
"Keadaan darurat energi nasional dengan ini diumumkan mengingat bahaya yang ditimbulkan konflik Timur Tengah terhadap stabilitas pasokan energi negara," bunyi perintah eksekutif dari Presiden Ferdinand Marcos Jr. yang dikutip dari AFP.
Advertisement
Dalam kebijakan tersebut, pemerintah memberikan kewenangan kepada Departemen Energi Filipina untuk mengamankan kontrak bahan bakar, termasuk skema pembayaran di muka sebesar 15 persen guna menjaga stok nasional.
Sebagai negara yang bergantung pada impor energi, Filipina kini meningkatkan penggunaan energi fosil untuk menjaga pasokan listrik tetap stabil.
BACA JUGA
Menteri Energi Filipina, Sharon Garin, menyatakan bahwa pembangkit listrik tenaga batu bara akan dimaksimalkan mulai 1 April mendatang.
Langkah ini diambil untuk menekan potensi lonjakan tarif listrik akibat mahalnya harga gas alam cair (LNG) di pasar global.
Dalam kondisi ini, Indonesia menjadi mitra strategis utama karena menjamin pasokan batu bara tetap tersedia tanpa pembatasan ekspor ke Filipina.
Jaminan tersebut menjadi krusial bagi Manila untuk menutup kekurangan pasokan energi di tengah gejolak harga global.
Seusai penetapan darurat energi, pemerintah Filipina juga menyiapkan sejumlah kebijakan perlindungan masyarakat, termasuk subsidi bahan bakar untuk transportasi umum serta rencana pengurangan biaya tol dan penerbangan.
Selain itu, langkah tegas akan diambil terhadap praktik penimbunan bahan bakar guna mencegah spekulasi harga di pasar domestik.
Di sisi lain, Filipina juga berharap pada potensi penemuan cadangan gas alam baru di sekitar ladang Malampaya yang diumumkan awal Januari lalu.
Temuan tersebut diproyeksikan dapat memperpanjang ketahanan energi di Pulau Luzon, yang selama ini menyuplai sekitar 40 persen kebutuhan listrik nasional.
Dengan kombinasi impor batu bara dari Indonesia dan peningkatan produksi energi domestik, Filipina berupaya menahan dampak krisis agar tidak memicu gejolak ekonomi yang lebih luas.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Berita Lainnya
Berita Pilihan
Advertisement
157 Ribu Wisatawan Serbu Gunungkidul, PAD Tembus Rp1,9 Miliar
Advertisement
Sukolilo Pati Sempat Viral, Ternyata Simpan Banyak Tempat Wisata
Advertisement
Berita Populer
- Harga Emas Hari Ini, UBS dan Galeri24 Anjlok, Antam Stabil
- Harga Emas Turun Tajam Banyak Investor Mulai Beralih
- Harga BBM Tertekan Irlandia Siapkan Langkah Cepat
- Pasokan Solar untuk Petani Mulai Dibatasi di Inggris
- Arus Balik Lebaran BBM Tetap Tersedia, Antrean Mulai Normal
- Krisis Energi, Korsel Ketatkan Pembatasan Kendaraan di Hari Kerja
- Filipina Darurat Energi, Bergantung Batu Bara Indonesia
Advertisement
Advertisement







