Manchester City Raih Gelar Piala FA Kedelapan Usai Tekuk Chelsea
Manchester City juara Piala FA 2026 setelah mengalahkan Chelsea 1-0 di final Wembley lewat gol Antoine Semenyo.
Foto ilustrasi penjual cabai keriting. - Antara
Harianjogja.com, JAKARTA—Badan Pangan Nasional (Bapanas) mengonfirmasi bahwa harga komoditas cabai mengalami penurunan serentak di tingkat pasar induk hingga pasar rakyat.
Tren positif ini menjadi sinyal kuat terjaganya stabilitas harga pangan nasional pasca-perayaan Idulfitri 1447 Hijriah, sekaligus meringankan beban belanja masyarakat setelah sempat mengalami lonjakan selama bulan Ramadhan.
Deputi Ketersediaan dan Stabilisasi Pangan Bapanas, I Gusti Ketut Astawa, menjelaskan bahwa harga cabai rawit merah kini mulai melandai dan mendekati Harga Acuan Penjualan (HAP) tingkat konsumen.
"Usai Ramadhan dan Idul Fitri kondisi harga cabai telah menurun dan mendekati harga acuan penjualan tingkat konsumen," ujar Ketut dalam keterangan resminya di Jakarta, Minggu (29/3/2026).
Berdasarkan pantauan terkini di Pasar Induk Kramat Jati, Jakarta, harga cabai rawit merah berada di kisaran Rp45.000 hingga Rp60.000 per kilogram (kg) tergantung kualitas. Sementara itu, harga cabai merah keriting terpantau jauh lebih rendah di angka Rp15.000 sampai Rp25.000 per kg.
Kondisi serupa juga ditemui di pasar rakyat seperti Pasar Ciputat, Tangerang Selatan, di mana harga cabai rawit merah stabil di angka Rp60.000 per kg dan cabai merah keriting di kisaran Rp40.000 per kg.
Penurunan harga ini merupakan hasil dari berbagai intervensi pemerintah, salah satunya subsidi biaya kirim pasokan cabai dari sentra produksi di Enrekang, Sulawesi Selatan.
Selain intervensi distribusi, faktor alam juga memegang peranan kunci. Cuaca yang mendukung pada akhir Maret ini mempermudah aktivitas panen petani, yang dibarengi dengan normalnya permintaan masyarakat usai masa libur panjang.
Data Bapanas memproyeksikan produksi bulanan cabai rawit merah selama Maret 2026 mencapai 164,6 ribu ton, atau naik 16,4 persen dibandingkan bulan Februari.
Kenaikan suplai yang signifikan inilah yang secara otomatis mengoreksi harga di pasar-pasar besar, termasuk di Pasar Induk Pare Kediri yang mencatat harga cabai rawit merah terendah di angka Rp33.000 per kg.
Meskipun harga mulai stabil, Kepala Bapanas sekaligus Menteri Pertanian, Andi Amran Sulaiman, menegaskan bahwa pemerintah tetap mewaspadai adanya anomali harga akibat praktik spekulan.
Amran menginstruksikan Satgas Pangan di seluruh Indonesia untuk menindak tegas para pedagang perantara (middleman) yang sengaja memainkan harga di atas ketentuan pemerintah.
"Rakyat tidak boleh kesulitan mengakses harga pangan. Satgas Pangan jangan sungkan melakukan penyegelan bila menemukan adanya oknum yang membuat harga pangan naik," tegas Amran.
Melalui sinergi antara peningkatan produksi lokal dan pengawasan distribusi yang ketat, pemerintah optimistis inflasi pangan dari sektor hortikultura dapat tetap terkendali hingga beberapa bulan ke depan.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Antara
Manchester City juara Piala FA 2026 setelah mengalahkan Chelsea 1-0 di final Wembley lewat gol Antoine Semenyo.
Westlife bakal konser di GBK Jakarta 2027. Simak jadwal presale, harga tiket lengkap, dan cara beli tiketnya di sini.
PSM vs PERSIB jadi laga penentu juara. Simak prediksi skor, susunan pemain, dan kondisi terbaru kedua tim di sini.
Sidang Isbat 1 Zulhijah 1447 H digelar hari ini oleh Kemenag. Cek jadwal lengkap dan link live streaming penetapannya.
Bali United vs Bhayangkara FC sore ini. Simak prediksi skor, susunan pemain, dan peluang kemenangan di laga kandang terakhir musim ini.
Wali Kota Solo Respati Ardi tanggapi kritik lomba seragam jukir. Seragam baru akan dilengkapi QRIS untuk dorong parkir cashless.