Asyiik! Tol Solo-Jogja-NYIA Digunakan Gratis saat Mudik Lebaran 2026
BPJT memastikan Tol Solo–Yogyakarta–NYIA dibuka gratis saat mudik Lebaran 2026 untuk mengurai kepadatan lalu lintas.
Ilustrasi penolakan penggunaan kantong plastik./JIBI-Dwi Prasetya
Harianjogja.com, JAKARTA — Industri petrokimia nasional tengah menghadapi tekanan besar setelah jalur logistik utama di Timur Tengah terganggu. Penutupan Selat Hormuz sejak awal Maret 2026 memaksa pelaku industri plastik di Indonesia mengubah strategi pasokan bahan baku secara drastis.
Sekretaris Jenderal Asosiasi Industri Olefin, Aromatik, dan Plastik Indonesia, Fajar Budiono, menyebut ketegangan geopolitik antara Amerika Serikat, Israel, dan Iran telah memutus rantai pasok utama yang selama ini menopang industri dalam negeri.
Selama ini, sekitar 70% kebutuhan bahan baku plastik nasional bergantung pada kawasan Timur Tengah. Namun, kondisi tersebut kini berubah total. Pelaku usaha dipaksa mencari alternatif pasokan dari kawasan lain seperti Afrika, Asia Tengah, hingga Amerika Serikat.
“Pengalihan ini tidak bisa dihindari, meski konsekuensinya waktu pengiriman menjadi jauh lebih lama,” ujar Fajar.
Perubahan jalur distribusi berdampak signifikan pada waktu tempuh logistik. Jika sebelumnya pengiriman dari Timur Tengah hanya memakan waktu sekitar 10–15 hari, kini suplai dari Afrika atau Amerika Serikat membutuhkan waktu hingga 50 hari untuk tiba di Indonesia.
Kondisi ini memaksa perusahaan memperkuat manajemen stok agar produksi tidak terganggu. Fajar menegaskan, sisa bahan baku yang ada saat ini harus diatur secara ketat untuk menjaga kesinambungan pasokan ke sektor hilir.
Di tengah situasi tersebut, industri plastik nasional memilih menurunkan kapasitas produksi sebagai strategi bertahan. Langkah ini diambil untuk menekan risiko kerugian akibat mahalnya biaya logistik serta keterbatasan bahan baku.
Tekanan semakin terasa karena gangguan pasokan terjadi bertepatan dengan periode peningkatan permintaan menjelang Lebaran. Di saat yang sama, lonjakan harga minyak mentah dunia turut mendorong kenaikan biaya produksi secara signifikan.
Gejolak ini dipicu konflik bersenjata di Timur Tengah yang berdampak langsung pada distribusi energi global. Harga minyak mentah jenis Brent bahkan sempat melampaui US$100 per barel.
Sebagai jalur vital, Selat Hormuz selama ini menopang sekitar 70% distribusi minyak dunia, dengan sekitar 20% pasokan berasal dari negara-negara Teluk. Tersendatnya arus logistik di kawasan tersebut membuat sekitar 102 juta barel per hari perdagangan minyak terdampak.
Imbasnya merambat ke berbagai produk turunan, termasuk polypropylene yang harganya melonjak hingga 250% sejak awal tahun. Kenaikan ini pada akhirnya turut mendorong harga plastik di tingkat konsumen, baik di pasar tradisional maupun ritel modern.
Meski biaya impor meningkat, diversifikasi sumber bahan baku dinilai sebagai langkah paling realistis untuk mencegah kelangkaan plastik di dalam negeri. Industri kini hanya bisa berharap stabilitas geopolitik segera pulih agar rantai pasok kembali normal.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Bisnis.com
BPJT memastikan Tol Solo–Yogyakarta–NYIA dibuka gratis saat mudik Lebaran 2026 untuk mengurai kepadatan lalu lintas.
Satpol PP Bantul membongkar lokasi produksi miras oplosan di Kalurahan Sabdodadi. Petugas menyita 10 galon bahan baku, botol miras siap edar, dan sejumlah alat
Alwi Farhan tersingkir pada babak pertama China Open 2026 setelah kalah tiga gim dari Ayush Shetty. Hasil ini mengakhiri momentum positif yang dibangun di Japan
Minat investor Indonesia terhadap tokenisasi saham AS meningkat. SpaceX, Nvidia, Tesla, dan Apple menjadi instrumen favorit.
Gempa M5,5 mengguncang Gayo Lues, Aceh. BMKG memastikan gempa dipicu Sesar Oreng dan tidak berpotensi tsunami
Universitas Sanata Dharma (USD) akan menjadi tuan rumah World Union of Jesuit Alumni (WUJA) Congress 2026, kongres alumni Jesuit terbesar di dunia