Advertisement
Menaker Klaim Banyak Lowongan Kerja
Ilustrasi pengangguran - Pixabay
Advertisement
Harianjogja.com, JAKARTA— Peluang kerja di Indonesia dinilai masih terbuka, namun persoalan utama justru terletak pada ketidaksambungan antara kebutuhan industri dan pencari kerja. Pemerintah kini menyiapkan sejumlah langkah untuk menjembatani celah tersebut.
Menteri Ketenagakerjaan, Yassierli, menegaskan pemerintah tidak akan menunggu kondisi memburuk di tengah tekanan global, melainkan bergerak cepat menjaga stabilitas pasar kerja nasional.
Advertisement
“Indonesia tak bisa hanya menunggu masalah terjadi. Kita harus bergerak cepat agar pasar kerja tetap stabil. Kemnaker menyiapkan sistem peringatan dini PHK, dialog bersama perusahaan dan pekerja, serta akselerasi program pelatihan dan peningkatan keterampilan,” ujarnya dalam keterangan, Rabu.
Menurutnya, banyak lowongan kerja sebenarnya tersedia, tetapi informasi serta kualifikasi yang dibutuhkan belum tersampaikan dengan baik kepada pencari kerja. Kondisi ini membuat peluang kerja tidak optimal terserap.
Untuk mengatasi hal tersebut, pemerintah mendorong perusahaan memanfaatkan platform KarirHub SIAPKerja sebagai sarana pelaporan kebutuhan tenaga kerja agar proses rekrutmen lebih transparan dan mudah diakses masyarakat.
Selain itu, penguatan pelatihan vokasi juga menjadi fokus utama. Program pelatihan diarahkan agar sesuai dengan kebutuhan industri, khususnya bagi pekerja dengan keterampilan low hingga medium, sehingga lulusan pelatihan siap langsung bekerja.
Yassierli menekankan bahwa upaya memperkuat ketenagakerjaan tidak bisa dilakukan sendiri oleh pemerintah. Kolaborasi antara pemerintah, dunia usaha, dan tenaga kerja menjadi kunci utama.
Ia juga menyoroti pentingnya membuka akses yang setara bagi penyandang disabilitas dalam dunia kerja, sebagai bagian dari upaya menciptakan ekosistem ketenagakerjaan yang inklusif.
“Selain menyiapkan peluang kerja, kita juga mendorong akses setara bagi penyandang disabilitas. Dunia kerja yang sehat bukan hanya soal pertumbuhan, tapi juga soal kesempatan yang adil untuk semua,” katanya.
Di sisi lain, perkembangan teknologi seperti kecerdasan buatan (AI) diprediksi akan mengubah lanskap pekerjaan secara signifikan. Pemerintah pun berupaya menyiapkan sistem yang lebih adaptif agar tenaga kerja mampu menghadapi perubahan tersebut.
“Semua tantangan ini harus kita hadapi bersama demi stabilitas pasar kerja nasional,” ujarnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Antara
Berita Lainnya
Berita Pilihan
- Harga Emas Antam 8 April Melonjak Tajam, Nyaris Sentuh Tiga Juta
- Rupiah Tembus Rp17.000 per Dolar AS, Ini Rencana Bank Indonesia
- Harga Emas Antam Melonjak, Tembus Rp2,85 Juta per Gram
- Purbaya Pastikan Harga BBM Subsidi Tidak Naik hingga Akhir 2026
- Forbes April 2026: Kekayaan Elon Musk Tembus Rp13.746 Triliun
Advertisement
Stok Logistik Minim BPBD Sleman Andalkan Bantuan dan Belanja
Advertisement
Mekar Hanya Beberapa Hari, Bunga Bangkai di Palupuh Diserbu Turis
Advertisement
Berita Populer
- Libur Paskah, Kunjungan Mal di DIY Naik hingga 30 Persen
- Sawit Indonesia Dialihkan ke Energi B50 Mulai Juli 2026
- Segini Besaran Penerimaan Negara dari Pajak MBG
- Rupiah Tembus Rp17.000 per Dolar AS, Ini Rencana Bank Indonesia
- UU Koperasi Baru Dikebut, Target Disahkan Tahun Ini
- Harga Cabai Rawit Tembus Tinggi Ayam dan Beras Ikut Bergerak
- Harga Emas Antam 8 April Melonjak Tajam, Nyaris Sentuh Tiga Juta
Advertisement
Advertisement






