Desta Tinggalkan Vindes, Minta Publik Tak Berspekulasi
Desta resmi keluar dari Vindes Corp setelah 5 tahun. Presenter itu minta publik tak berspekulasi. Hubungan dengan keluarga VINDES tetap baik
Foto ilustrasi. /Ist-Freepik
Harianjogja.com, JOGJA—Hingga April 2026, industri teknologi global dihantam badai kontradiksi. Lebih dari 4,5 juta pekerja kehilangan pekerjaan tepat saat perusahaan raksasa seperti Meta, Amazon, dan Google mengalokasikan dana hingga US$650 miliar (sekitar Rp10.500 triliun) untuk pengembangan kecerdasan buatan (AI).
Fenomena ini menunjukkan bahwa AI bukan hanya menjadi teknologi baru, melainkan penggerak utama perubahan struktural. Seusai menginvestasikan miliaran dolar pada masa depan, perusahaan-perusahaan ini secara simultan mengurangi jumlah tenaga kerja manusia di berbagai lini.
Daftar Raksasa Teknologi yang Lakukan PHK Besar-besaran
Sejumlah nama besar melakukan efisiensi agresif pada awal 2026 dengan dalih fokus pada kecerdasan buatan:
Dua Alasan Utama di Balik Pemangkasan
Para eksekutif teknologi mengemukakan dua poin krusial sebagai dasar keputusan pahit ini. Pertama adalah Produktivitas AI. Alat bantu seperti asisten pemrograman dan generator kode memungkinkan tim kecil menghasilkan output yang lebih besar.
Kedua adalah Investasi Besar-besaran. Seusai menetapkan target US$650 miliar untuk riset AI, perusahaan membutuhkan likuiditas tinggi. Pemotongan tenaga kerja dipandang sebagai cara tercepat untuk membebaskan dana guna memenangi perlombaan teknologi masa depan tersebut.
AI: Kebutuhan atau Sekadar 'Kambing Hitam'?
Meskipun perusahaan mengaitkan PHK dengan AI, sejumlah analis menilai ini hanyalah "cerita baru" untuk membenarkan efisiensi yang sudah direncanakan. AI dianggap sebagai kambing hitam modern agar perusahaan terlihat proaktif dan inovatif di mata investor, alih-alih hanya sekadar reaktif terhadap tekanan ekonomi.
Seusai tren ini berjalan, para pengamat memprediksi perampingan tenaga kerja akan terus berlanjut seiring semakin matangnya teknologi AI. Hal ini berpotensi mengubah kualifikasi tenaga kerja yang dibutuhkan di masa depan, di mana kemampuan berkolaborasi dengan mesin menjadi syarat mutlak.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Desta resmi keluar dari Vindes Corp setelah 5 tahun. Presenter itu minta publik tak berspekulasi. Hubungan dengan keluarga VINDES tetap baik
BNI menggandeng ratusan pengembang dalam Danantara Housing Expo 2026 sebagai bagian dari dukungan terhadap Program Tiga Juta Rumah.
Kuota LPG 3 kg 2026 diprediksi jebol. Hiswana Migas DIY mendorong subsidi tepat sasaran agar pasokan gas melon tetap aman.
Gunung Awu didominasi gempa vulkanik dangkal dan masih di atas normal. Masyarakat diminta tak beraktivitas dalam radius 3 km.
KPK memeriksa mantan Pj Bupati Muara Enim Henky Putrawan sebagai saksi kasus dugaan suap pengadaan barang dan jasa.
PMI Bantul mengirim satu personel ke NTT dan membuka donasi untuk membantu kebutuhan dasar korban gempa, seperti makanan dan obat-obatan.