Advertisement
4 Orang Indonesia di 10 Besar Terkaya ASEAN, Ini Daftarnya
Foto ilustrasi uang / Freepik
Advertisement
Harianjogja.com, JOGJA— Daftar orang terkaya di Asia Tenggara untuk periode April 2026 kembali dirilis oleh Forbes. Dalam laporan terbaru tersebut, pengusaha asal Indonesia terlihat masih mendominasi jajaran elite, meskipun posisi pertama masih ditempati oleh miliarder kenamaan asal Vietnam.
Nama Pham Nhat Vuong tetap kokoh di posisi puncak dengan total kekayaan mencapai US$31,6 miliar atau setara dengan Rp540,3 triliun. Pendiri raksasa bisnis Vingroup tersebut mencatatkan kenaikan aset yang cukup signifikan dalam rilis periode terbaru kali ini.
Advertisement
Sementara itu, Prajogo Pangestu menjadi wakil Indonesia dengan peringkat tertinggi yang menduduki posisi kedua melalui kekayaan sebesar US$26 miliar. Kuatnya dominasi sektor bisnis Tanah Air di kawasan ASEAN juga dibuktikan dengan masuknya sejumlah nama besar lainnya dalam daftar 10 besar.
Daftar 10 Orang Terkaya di Asia Tenggara (Per 21 April 2026) Berikut adalah urutan miliarder terkaya di kawasan berdasarkan Forbes Real-Time Billionaires List:
BACA JUGA
Pham Nhat Vuong (Vietnam) – US$31,6 miliar
Prajogo Pangestu (Indonesia) – US$26 miliar
Dhanin Chearavanont (Thailand) – US$18,5 miliar
Low Tuck Kwong (Indonesia) – US$17,9 miliar
R. Budi Hartono (Indonesia) – US$17,3 miliar
Sarath Ratanavadi (Thailand) – US$16,7 miliar
Jason Chang (Singapura) – US$16,6 miliar
Enrique Razon Jr. (Filipina) – US$15,6 miliar
Robert Kuok (Malaysia) – US$14 miliar
Anthoni Salim (Indonesia) – US$11,9 miliar
Analisis Sektor dan Dinamika Pasar Dominasi kuat pengusaha dari Indonesia dan Thailand dalam daftar ini mengonfirmasi bahwa sektor energi, perbankan, pertambangan, serta infrastruktur masih menjadi motor utama pengumpul pundi-pundi kekayaan di kawasan ASEAN. Sebagian besar kekayaan para miliarder ini bersumber dari perusahaan publik yang melantai di bursa. Hal ini berarti fluktuasi pasar saham global memiliki pengaruh langsung dan sangat besar terhadap nilai aset bersih mereka di masa mendatang.
Peta kekuatan ekonomi Asia Tenggara ini diperkirakan masih akan terus bergerak dinamis. Dengan perubahan tren investasi dunia, posisi para konglomerat ini sangat berpotensi bergeser dalam waktu singkat mengikuti arus perkembangan bisnis internasional.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Berita Lainnya
Berita Pilihan
Advertisement
Agenda Malam Ini: Kethoprak dan Dagelan di Pentas Rebon TBY, Gratis!
Advertisement
Paspor Indonesia Bebas Visa ke 42 Negara, Cek Destinasinya!
Advertisement
Berita Populer
Advertisement
Advertisement







