Iduladha 2026, Pemda DIY Salurkan 17 Sapi Kurban untuk Masyarakat
Pemda DIY salurkan 17 sapi kurban Iduladha 2026, termasuk sapi Presiden hampir 1 ton dari Sleman.
Forum "Jogja Dialog Bisnis" di Poenokawan Cafe and Gallery, Senin (27/4/2026). (istimewa)
Harianjogja.com, JOGJA— Pelaku usaha di DIY didorong memanfaatkan jasa pengamanan tersertifikasi guna memperkuat keamanan sekaligus meningkatkan kredibilitas bisnis. Dorongan ini mengemuka dalam forum “Jogja Dialog Bisnis” yang mengangkat tema “Mengapa Bisnis Anda Butuh Jasa Pengamanan Tersertifikasi?” di Poenokawan Cafe and Gallery, Senin (27/4/2026).
Forum yang digelar oleh Asosiasi Badan Usaha Jasa Pengamanan Indonesia (ABUJAPI) DIY bersama Kamar Dagang dan Industri (KADIN) ini menjadi wadah diskusi strategis antara pelaku usaha dan pemangku kepentingan terkait pentingnya sistem keamanan profesional dalam mendukung operasional bisnis.
Ketua Umum KADIN DIY, GKR Mangkubumi, menyampaikan keterkaitan antara bisnis dan jasa pengamanan tersertifikasi sangat erat dan krusial. "Terutama dalam menciptakan lingkungan operasional yang aman, kondusif, dan kredibel," ujarnya saat membuka acara.
Ketua Umum BPD ABUJAPI DIY, Salva Yurivan Saragih, menegaskan bahwa jasa pengamanan tersertifikasi atau Badan Usaha Jasa Pengamanan (BUJP) menawarkan jaminan profesionalisme, kompetensi, serta kepatuhan hukum yang tidak dimiliki oleh sistem pengamanan swadaya atau tenaga tidak terlatih.
Menurut Saragih, jasa pengamanan tersertifikasi menyediakan personel satpam profesional dengan sertifikasi resmi (Gada Pratama, Madya, Utama) dan BUJP yang diakui Polri untuk perkantoran, pabrik, hotel, dan residensial.
"Layanan ini menjamin kompetensi keamanan, kepatuhan hukum, serta manajemen risiko melalui standar ISO 9001:2015 dan OHSAS 18001:2007," paparnya.
Ia juga menjelaskan bahwa ABUJAPI yang berdiri pada 14 Februari 2006 merupakan wadah resmi perusahaan jasa pengamanan di Indonesia yang berperan dalam membina profesionalisme sekaligus meningkatkan standar keamanan nasional.
Dia menyampaikan, ABUJAPI didirikan pada 14 Februari 2006, sebagai wadah resmi bagi perusahaan-perusahaan yang bergerak di bidang jasa pengamanan (security service) di Indonesia.
"Keberadaan ABUJAPI bertujuan membina profesionalisme, meningkatkan standar keamanan, serta menjadi mitra Polri dalam pengawasan usaha jasa pengamanan," lanjutnya.
Dari sisi aparat, Direktur Pembinaan Masyarakat Polda DIY, Kombes (Pol). Bagio Hadi Kurniyanto, menekankan bahwa hubungan antara Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri) dan ABUJAPI merupakan kemitraan strategis dalam penguatan keamanan swakarsa (PAM Swakarsa).
Ia menjelaskan ABUJAPI membantu Polri dalam menjaga Keamanan dan Ketertiban Masyarakat (Kamtibmas), khususnya di lingkungan tempat anggota ABUJAPI bertugas. Menurutnya, ABUJAPI membantu Polri dalam menertibkan dan meningkatkan profesionalisme jasa pengamanan, sementara Polri memberikan legitimasi dan pembinaan terhadap anggota ABUJAPI.
Sementara itu, Sekretaris Daerah DIY, Ni Made Dwipanti Indrayanti, mendorong pelaku usaha di wilayahnya untuk memanfaatkan jasa BUJP lokal sebagai bagian dari strategi memperkuat ekonomi daerah.
Ia mengatakan dengan menggunakan jasa BUJP lokal DIY berarti membangun fondasi ekonomi lokal.
"Ini bukan sekedar pilihan operasional, melainkan strategi Pembangunan daerah yang inklusif dan berkelanjutan," lanjutnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Pemda DIY salurkan 17 sapi kurban Iduladha 2026, termasuk sapi Presiden hampir 1 ton dari Sleman.
PMII DIY mendorong mahasiswa memperkuat analisis kebijakan publik agar gerakan kampus lebih strategis dan berdampak bagi masyarakat.
PPDB Jogja 2026 disorot DPRD Kota Yogyakarta. Disdikpora diminta menutup celah titip KK dan memperkuat verifikasi data kependudukan.
Ekonomi Batang tumbuh 7,74% pada 2025, lampaui nasional. Bupati Faiz raih penghargaan bergengsi.
AS vs Paraguay di Piala Dunia 2026 Grup D, simak jadwal, prediksi skor, dan susunan pemain terbaru.
Rupiah melemah dan IHSG turun, ekonom UKDW sebut kepercayaan investor menurun dan ancam ekonomi nasional.