Advertisement
Tak Jadi Naikkan Harga Premium, Koordinasi Pemerintah Dinilai Buruk
Dua petugas Kiosk Pertamax memberikan pelayanan bagi pemilik kendaraan atau pemudik untuk mengisi bahan bakar kendaraannya, tanpa harus mengakses SPBU yang berjarak cukup jauh belum lama ini.Ist - Pertamina
Advertisement
Harianjogja.com, JAKARTA -- Sekjen FITRA Misbahul Hasan menilai pemerintah plin plan terkait rencana menaikkan harga BBM.
Menurutnya, hal tersebut menunjukkan adanya koordinasi yang kurang baik antarkementerian lembaga.
Advertisement
"Ini juga menunjukkan bahwa pemerintah panik, melihat depresiasi rupiah yang cukup besar dan mengambil kebijakan seperti itu. Tapi karena tidak ada koordinasi yang baik jadi di batalkan sendiri," ujarnya, Rabu (10/10/2018).
Menurutnya, pembatalan tersebut bisa juga dilihat karena berkaitan dengan kekhawatiran terhadap elektoral Presiden Joko Widodo, di mana kebijakan yang tidak populis itu bisa mempengaruhi preferensi pilihan masyarakat.
Namun demikian, terlepas dari plin plannya pemerintah, Fitra menolak adanya kenaikan BBM.
"Ini tidak menyelesaikan masalah karena bahan baku BBM kita masih impor, sehingga defisit transaksi berjalan tidak bisa ditutup dengan menaikkan harga BBM. Tetapi dengan pengaturan impor bahan pokok dan lainnya," ujarnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : bisnis.com
Berita Lainnya
Berita Pilihan
- Rahasia Kongo Gumi Bertahan 1.400 Tahun Lebih
- Mensesneg: Harga BBM Belum Berubah, Warga Diminta Tak Terpengaruh Isu
- KPK: Deadline Makin Dekat Banyak Pejabat Belum Lapor Harta Kekayaan
- Aturan KBLI 2025 Terbit, Izin Usaha Makin Akurat dan Terintegrasi
- Puncak Arus Balik Lebaran 2026, Daop 6 Jogja Padat 66 Ribu Penumpang
Advertisement
Tangis Pecah Saat Jenazah Prajurit TNI Tiba di Kulonprogo
Advertisement
Advertisement
Berita Populer
Advertisement
Advertisement








