Advertisement
Pasokan Minyak Terancam, Uni Eropa Siapkan Skenario Darurat
Ilustrasi perdagangan minyak mentah dunia / Freepik
Advertisement
Harianjogja.com, MOSKOW— Ketegangan global mulai terasa pada sektor energi setelah Uni Eropa menyiapkan berbagai langkah darurat untuk menghadapi potensi krisis yang dipicu konflik di Timur Tengah. Skenario ekstrem, termasuk pembatasan distribusi bahan bakar, kini mulai diperhitungkan.
Langkah ini disusun menyusul gangguan pasokan energi global yang dipicu eskalasi konflik sejak akhir Februari 2026, yang berdampak langsung pada distribusi minyak dan gas dunia.
Advertisement
Komisaris Energi Uni Eropa Dan Jorgensen mengungkapkan pihaknya tengah mengevaluasi seluruh opsi, mulai dari pelepasan cadangan minyak darurat hingga kemungkinan penjatahan bahan bakar jika situasi memburuk.
Menurutnya, langkah tersebut masih dalam tahap antisipasi, namun Uni Eropa tidak menutup kemungkinan menyiapkan kebijakan yang lebih tegas apabila krisis energi berlangsung lebih lama dari perkiraan.
BACA JUGA
“Kami sedang mempertimbangkan semua kemungkinan, dan semakin serius situasinya, semakin kami perlu mempertimbangkan penggunaan instrumen legislatif,” ujar Jorgensen.
Ia menjelaskan, saat ini blok ekonomi tersebut belum berada pada tahap harus menjatah bahan bakar vital seperti avtur maupun solar. Namun, sejumlah indikator menunjukkan tekanan energi berpotensi meningkat dalam beberapa pekan ke depan.
Uni Eropa juga masih menahan diri untuk mengubah kebijakan teknis, seperti pelonggaran aturan impor avtur dari Amerika Serikat atau peningkatan campuran etanol dalam bahan bakar.
Di sisi lain, konflik yang melibatkan Amerika Serikat, Israel, dan Iran telah mengganggu jalur distribusi energi global, terutama di kawasan Timur Tengah.
Blokade de facto di Selat Hormuz—jalur utama pengiriman minyak dan gas alam cair—menjadi salah satu faktor utama yang memicu lonjakan harga energi dan kekhawatiran ekonomi global.
Kondisi ini tidak hanya berdampak pada negara-negara penghasil energi, tetapi juga berpotensi menekan aktivitas industri, transportasi, hingga kehidupan sehari-hari di berbagai negara.
Uni Eropa kini fokus menyusun strategi jangka panjang untuk meredam dampak struktural dari krisis tersebut, sekaligus menjaga stabilitas pasokan energi bagi masyarakat dan sektor industri.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Antara
Berita Lainnya
Berita Pilihan
- Rahasia Kongo Gumi Bertahan 1.400 Tahun Lebih
- Mensesneg: Harga BBM Belum Berubah, Warga Diminta Tak Terpengaruh Isu
- KPK: Deadline Makin Dekat Banyak Pejabat Belum Lapor Harta Kekayaan
- Aturan KBLI 2025 Terbit, Izin Usaha Makin Akurat dan Terintegrasi
- Puncak Arus Balik Lebaran 2026, Daop 6 Jogja Padat 66 Ribu Penumpang
Advertisement
Bank Sampah Suryo Resik Jogja Bertahan 12 Tahun, Kini Banyak Ditiru
Advertisement
Advertisement
Berita Populer
Advertisement
Advertisement






