Danantara Garap 26 Proyek Hilirisasi Senilai Rp225 Triliun
Danantara menggarap 26 proyek hilirisasi senilai Rp225 triliun yang diproyeksikan menyerap 37.833 tenaga kerja langsung.
Ilustrasi perdagangan minyak mentah dunia - Freepik
Harianjogja.com, JAKARTA—Peluang Indonesia mendapatkan minyak dengan harga lebih murah dari Rusia menguat di tengah lonjakan harga energi global yang kini menyentuh kisaran 100 dolar AS per barel.
Perkiraan ini muncul seiring pembahasan kerja sama energi antara Indonesia dan Rusia yang diarahkan untuk menjaga pasokan nasional tetap stabil.
Pakar energi dari Universitas Padjadjaran, Yayan Satyakti, menilai harga minyak Rusia bisa berada di level 59 dolar AS per barel.
“Betul. Andaikan dengan harga normal pun, yang sekitar 60–70 dolar AS per barel, minyak Rusia tetap lebih murah yaitu sekitar 59 dolar AS per barel,” ujarnya.
Harga tersebut dinilai lebih kompetitif dibanding minyak global yang melonjak akibat konflik antara Amerika Serikat dan Israel melawan Iran.
Kondisi geopolitik tersebut juga memicu penutupan Selat Hormuz yang berdampak langsung pada lonjakan harga energi dunia, bahkan sempat menyentuh 116 dolar AS per barel.
Yayan menjelaskan, meski ditambah biaya logistik sekitar 30 persen, harga minyak Rusia masih berada di kisaran 76,7 hingga 80 dolar AS per barel.
Angka ini tetap lebih rendah dibanding harga minyak dunia saat ini.
Dengan demikian, potensi penghematan biaya pembelian minyak bisa mencapai sekitar 31 hingga 51 persen.
“Lebih efisien, atau bahkan lebih murah dari itu jika lobi antara Presiden Prabowo dengan Presiden Putin berhasil,” kata Yayan.
Sebelumnya, harga minyak Rusia sempat berada di level lebih rendah setelah adanya sanksi embargo dari negara-negara Barat sejak 2022.
Pada 2025, harga minyak Rusia bahkan tercatat mencapai sekitar 25 dolar AS per barel, jauh di bawah harga minyak Timur Tengah yang berkisar 60 hingga 70 dolar AS per barel.
Kerja Sama Energi Mulai Dijajaki
Pemerintah Indonesia kini tengah menjajaki kerja sama energi dengan Rusia sebagai bagian dari strategi menjaga ketahanan energi nasional.
Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia menyebut kerja sama tersebut mencakup pengembangan kilang minyak, perdagangan energi, hingga pemanfaatan teknologi energi.
Selain itu, Indonesia juga membuka peluang kolaborasi di sektor energi bersih untuk mendukung diversifikasi energi jangka panjang.
Langkah ini dilakukan di tengah tekanan pasar energi global yang berdampak pada stabilitas pasokan di berbagai negara, termasuk Indonesia.
Pemerintah menilai kerja sama dengan Rusia sebagai salah satu produsen energi dunia dapat menjadi alternatif untuk menjaga pasokan sekaligus menekan biaya energi nasional.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Antara
Danantara menggarap 26 proyek hilirisasi senilai Rp225 triliun yang diproyeksikan menyerap 37.833 tenaga kerja langsung.
Pembangunan Gerbang Tol Trihanggo Tol Jogja-Solo terus dikebut. Gerbang ini akan mengusung siluet Ratu Boko dan ornamen aksara Jawa.
Sekitar 200 warga binaan Gunungkidul akan difasilitasi mengikuti Kejar Paket A, B, dan C sebagai bekal kembali ke masyarakat.
Pembangunan Jembatan Kewek memasuki tahap struktur lanjutan. Pondasi rampung dan erection girder ditarget September agar bisa dipakai saat Nataru 2026.
PSEL DIY ditargetkan mengolah 1.000 ton sampah per hari dan menghasilkan listrik 18-20 MW untuk sekitar 15.000 rumah.
KY memastikan seleksi hakim agung dan hakim ad hoc MA 2026 transparan. Publik bisa memantau proses dan memberi informasi rekam jejak calon.