IHSG Ditutup Melemah 0,43 Persen Ikuti Bursa Asia

Newswire
Newswire Selasa, 29 September 2026 17:17 WIB
IHSG Ditutup Melemah 0,43 Persen Ikuti Bursa Asia

Foto ilustrasi karyawan memantau pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia, Jakarta./Antara-Sigid Kurniawan

Harianjogja.com, JAKARTA—Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) ditutup melemah 26,16 poin atau 0,43 persen ke level 6.121,70 pada perdagangan Selasa (29/9/2026). Pelemahan IHSG mengikuti pergerakan sejumlah bursa saham kawasan Asia yang juga berakhir di zona merah.

Kelompok 45 saham unggulan atau indeks LQ45 turut melemah. Indeks tersebut turun 3,65 poin atau 0,60 persen ke posisi 608,16.

IHSG Diperkirakan Konsolidasi

Kepala Riset Phintraco Sekuritas Ratna Lim mengatakan IHSG sempat menyentuh level 6.013 sebelum pelemahannya berkurang seiring meningkatnya volume beli.

“Setelah sempat menyentuh level 6.013, pelemahan IHSG berkurang dengan diikuti meningkatnya volume beli. Sehingga, diperkirakan IHSG akan mengalami konsolidasi pada kisaran 6.050-6.200 pada perdagangan Rabu (30/9),” ujar Ratna dalam kajiannya di Jakarta, Selasa.

Dari pasar global, investor menghadapi kekhawatiran terhadap inflasi akibat tingginya harga energi. Kekhawatiran tersebut juga diikuti kecemasan terhadap besarnya utang yang diterbitkan perusahaan untuk membiayai pembangunan infrastruktur kecerdasan buatan (AI).

Selain itu, sinyal kenaikan suku bunga lanjutan The Fed turut memicu aksi jual besar-besaran pada obligasi pemerintah Amerika Serikat (AS).

Investor Pantau Data Ekonomi AS

Pada pekan ini, investor akan mencermati sejumlah data penting dari AS yang berpotensi memengaruhi prospek kebijakan moneter The Fed.

Salah satunya data indeks Price Consumer Index (PCE) AS yang dijadwalkan dirilis Rabu (30/9). Data tersebut menjadi salah satu indikator inflasi yang diamati oleh The Fed.

Investor juga akan mencermati data ketenagakerjaan AS. Survei Job Openings and Labor Turnover (JOLTS) untuk Agustus 2026 dijadwalkan dipublikasikan Selasa (29/9), sedangkan laporan NonFarm Payrolls (NFP) September 2026 dijadwalkan pada Jumat (2/10).

APBN 2027 Jadi Perhatian dari Dalam Negeri

Dari dalam negeri, DPR resmi menetapkan RUU APBN 2027 menjadi APBN pada Selasa (29/9/2026). APBN 2027 mempertahankan defisit fiskal sesuai usulan awal dalam nota keuangan, yakni Rp671,16 triliun atau setara 2,4 persen terhadap PDB.

Sementara itu, pendapatan negara berdasarkan kesepakatan terbaru pemerintah dan Banggar DPR mencapai Rp3.435,10 triliun. Angka tersebut naik dari usulan awal sebesar Rp3.426,03 triliun.

Target belanja negara juga berubah menjadi Rp4.106,26 triliun dari usulan sebelumnya sebesar Rp4.097,19 triliun.

Semua Sektor Saham Melemah

IHSG dibuka melemah dan bertahan di wilayah negatif hingga penutupan sesi pertama perdagangan saham. Pada sesi kedua, indeks juga masih berada di zona merah hingga perdagangan berakhir.

Berdasarkan Indeks Sektoral IDX-IC, seluruh 11 sektor mengalami pelemahan. Sektor teknologi menjadi sektor dengan penurunan terbesar, yakni 3,19 persen, diikuti sektor properti yang turun 1,24 persen dan sektor energi yang melemah 1,10 persen.

Sejumlah saham mencatat penguatan harga terbesar, yaitu SEMA, IFSH, SOSS, BSWD, dan ALDO. Sementara saham dengan pelemahan harga terbesar antara lain DSFI, RISE, MBTO, SAFE, dan AKKU.

Frekuensi perdagangan saham tercatat sebanyak 1,78 juta kali transaksi. Jumlah saham yang diperdagangkan mencapai 36,07 miliar lembar saham dengan nilai transaksi Rp13,13 triliun.

Dari perdagangan tersebut, sebanyak 315 saham menguat, 391 saham melemah, sedangkan 257 saham tidak mengalami perubahan nilai.

Bursa Asia Kompak Melemah

Pelemahan juga terjadi di sejumlah bursa saham regional Asia pada Selasa sore. Indeks Nikkei turun 0,47 persen ke 65.571,00.

Indeks Hang Seng melemah 0,48 persen ke 24.523,53, sedangkan indeks Kospi turun 0,27 persen ke 6.870,81. Indeks Kuala Lumpur melemah 1,49 persen ke 1.645,18 dan indeks Straits Times turun 0,23 persen ke 5.715,81.

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Sumber : Antara

Share

Yudhi Kusdiyanto
Yudhi Kusdiyanto Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online