Dugaan Kekerasan di SMPN 18 Malang, 8 Pelajar Diperiksa
Polresta Malang Kota memeriksa delapan pelajar SMPN 18 yang diduga menjadi korban kekerasan mantan kepala sekolah berinisial MAH.
Ilustrasi uang. /Bisnis-Rachman
Harianjogja.com, JAKARTA - Para Rich Millenial punya cara yang berbeda dalam mengelola keuangan. Jika para miliarder dunia era Warren Buffett banyak menempatkan portofolio asetnya di investasi konvensional, para Rich Millenial ini justru melibatkan teknologi untuk mempertebal isi dompet.
Kendati para Rich Millenial lahir setelah zaman Great Recessions, namun mereka tetap bersikap hati-hati dalam memutar uangnya di mesin teknologi. Satu hal kebiasaan Rich Millenial ini adalah, mereka tidak memegang uang tunai dalam jumlah yang banyak.
Berikut ini 5 Fakta para Rich Millenial dalam mengelola uang, seperti dikutip Business Insider, Minggu (7/7/2019).
Hasil studi dari Capital One menyatakan bahwa 93% para milenial takut untuk menerima risiko dalam berinvestasi. Millenial lebih berhati-hati dalam berinvestasi. Namun, jika melakukan investasi, mereka memilih ekuitas swasta dan memilih jenis investasi yang memiliki lindung nilai.
Sebuah laporan UBS menemukan bahwa para milenial biasa menyimpan lebih dari setengah aset mereka untuk berinvestasi. Tetapi kaum Rich Milenial membawa jauh lebih sedikit uang tunai dibandingkan dengan rekan-rekan mereka.
Milenial kaya terbuka untuk menginvestasikan uang di luar Amerika, ungkap Jake Halladay, penasihat kekayaan pribadi untuk Bel Air Investment Advisors, yang bekerja dengan milenial dengan kekayaan bersih rata-rata USD25 juta.
"Karena media sosial dan globalisasi berkelanjutan dari ekonomi dunia, para milenial menjadi lebih akrab dan nyaman dengan berinvestasi di luar AS," tulisnya. "Dengan memperluas investasi Anda di seluruh dunia, Anda dapat meningkatkan diversifikasi Anda dan tidak menjadi sasaran kinerja satu negara," ujarnya.
Generasi Rich Millenial menggunakan teknologi baru untuk mencapai tujuan mereka. Berdasarkan riset, milenial melirik cryptocurrency, mereka percaya bahwa inovasi teknologi, seperti blockchain, membuat sistem keuangan global lebih aman. Beberapa membeli cryptocurrency untuk ditabung untuk masa pensiun.
Mengutip data 2017 dari TD Ameritrade, investasi saham para milenial yang paling populer, antara lain Apple, Facebook, Amazon, Tesla, dan Netflix, melaporkan Howard Gold dari MarketWatch.
Para milenial di Amerika biasanya menanggung utang pendidikan, namun tidak dengan Rich Millenial. Mereka lebih banyak memiliki utang dalam bentuk mortgage atau utang hipotek.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Okezone.com
Polresta Malang Kota memeriksa delapan pelajar SMPN 18 yang diduga menjadi korban kekerasan mantan kepala sekolah berinisial MAH.
Cek harga emas Antam, Galeri24 dan UBS di Pegadaian beserta harga buyback dalam berbagai ukuran, dari 0,5 gram hingga 1.000 gram.
Kata oke ternyata punya sejarah sejak 1839. Istilah OK pertama kali tercatat di Boston Morning Post sebagai singkatan jenaka.
AI mengubah pendidikan tinggi Tiongkok. Ribuan jurusan ditutup atau ditunda, sementara kampus membuka program chip, robotika, dan AI.
Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Magelang secara resmi meluncurkan perluasan gerakan “Blonjo Warung Tonggo”.
Kapan waktu terbaik membeli tiket pesawat? Simak jarak ideal pemesanan domestik dan internasional serta hari yang bisa dicoba.