Pabrik Hidrogen Hijau Pertama Pertamina Siap Beroperasi Tahun Ini
Pertamina menargetkan pabrik hidrogen hijau pertama di PLTP Ulubelu, Lampung, mulai beroperasi pada November 2026.
Ilustrasi pengunjung melintas didepan mesin anjungan tunai mandiri (ATM)./Bisnis Indonesia-Endang Muchtar
Harianjogja.com, JAKARTA—Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) mengungkap besarnya potensi nilai simpanan masyarakat tumbuh lebih tinggi dibanding kenaikan penyaluran kredit pada 2020. Hal ini terjadi karena faktor eksternal dan internal.
Sekretaris LPS Muhamad Yusron mengatakan indikasi pertumbuhan simpanan yang lebih tinggi dari kredit telah terlihat sejak pertengahan 2019. Prediksi ini bisa terwujud di 2020 jika kondisi ekonomi dan sentimen investor terhadap perekonomian Indonesia tidak membaik.
“Indikasi hal ini sudah terpantau sejak pertengahan tahun lalu. Selain karena sisi kredit yang cenderung melambat, namun adanya ekspansi fiskal di Pusat dan daerah yang didukung pula arus inflow positif di pasar bond mendorong pertumbuhan simpanan lebih baik,” ujar Yusron kepada Jaringan Informasi Bisnis Indonesia (JIBI), Jumat (10/1).
Berdasarkan Data Distribusi Simpanan Bank Umum yang dirilis Lembaga Penjamin Simpanan (LPS), dana pihak ketiga (DPK) yang dikelola bank umum per November 2019 tumbuh 6,54% secara tahunan (year-on-year/yoy) menjadi Rp6.042 triliun. Pertumbuhan ini lebih rendah dibandingkan dengan periode yang sama pada 2018.
Pada saat yang sama, berdasarkan data Analisis Uang Beredar November 2019 yang dirilis Bank Indonesia kredit perbankan tercatat tumbuh 7% yoy menjadi Rp5.549,4 triliun. Hal ini menunjukkan tipisnya margin pertumbuhan DPK dan kredit perbankan di akhir 2019. “Jika sentimen bisnis dan ekspektasi terhadap ekonomi bisa lebih positif kemungkinan pertumbuhan kredit di Semester II/2020 akan lebih balance dengan simpanan,” kata Yusron.
Ekonom PT Bank Danamon Indonesia Tbk. Wisnu Wardhana mengatakan perlambatan kredit satu tahun terakhir menjadi keuntungan tersendiri di tengah lambatnya pertumbuhan dana pihak ketiga sepanjang tiga tahun terakhir. “Ini menjadi blessing in disguise, karena pertumbuhan DPK jadi mendekati pertumbuhan kredit. Bukan karena DPK melaju kencang, tetapi karena kredit tumbuh melambat,” katanya kepada JIBI beberapa waktu lalu.
Dia melanjutkan pada tahun ini proyeksi pertumbuhan ekonomi akan lebih kurang setara dengan tahun lalu. Dengan demikian permintaan kredit dapat dipastikan juga akan serupa dengan tahun lalu.
DPK pada sisi lain mengalami penguatan pertumbuhan, meskipun cenderung sedikit. Hal ini akan memungkinkan pada tutup buku 2020, persentase pertumbuhan DPK dan kredit berpotensi tidak jauh berbeda.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Bisnis Indonesia
Pertamina menargetkan pabrik hidrogen hijau pertama di PLTP Ulubelu, Lampung, mulai beroperasi pada November 2026.
Harga ayam dan telur mulai naik seiring program MBG kembali berjalan. Dapur SPPG diminta membeli bahan baku langsung dari peternak.
Kemenkeu menyiapkan pertemuan dengan pimpinan BI usai Perry Warjiyo mengundurkan diri sebagai Gubernur Bank Indonesia.
Pemkab Kulonprogo mengeluhkan minimnya keterlibatan dalam program MBG dan menyoroti sebaran SPPG yang belum merata di wilayahnya.
Kabupaten Bantul akan memasok 250 ton sampah per hari untuk mendukung operasional PSEL Piyungan yang ditargetkan mulai beroperasi pada akhir 2028.
Xpeng melakukan recall 33.473 unit X9 di China akibat potensi kebocoran pada suspensi udara depan. Perbaikan gratis akan dimulai pada 28 Agustus 2026.