KPK Pastikan Perkara Inkracht, Pemda DIY Bisa Lanjutkan Perbaikan Mandala Krida
Kepastian hukum perkara korupsi Mandala Krida membuka jalan bagi Pemda DIY melanjutkan rehabilitasi. DED stadion disiapkan pada 2027.
Tangkapan layar Plt. Kepala BPS Provinsi DIY, Endang Tri Wahyuningsih dalam konferensi pers di kantornya, Selasa (4/8/2026). Harian Jogja-Anisatul Umah
Harianjogja.com, JOGJA— Badan Pusat Statistik (BPS) Daerah Istimewa Jogja (DIY) mencatat DIY mengalami deflasi sebesar 0,31% secara bulanan (month-to-month/mtm) pada Juli 2026. Penurunan harga sejumlah komoditas pangan, terutama cabai, bawang, dan tomat, menjadi faktor utama yang menekan Indeks Harga Konsumen (IHK) selama periode tersebut.
Di sisi lain, secara tahunan (year-on-year/yoy) inflasi DIY tercatat 2,54%, sedangkan secara tahun kalender (year-to-date/ytd) mencapai 1,27%.
Pelaksana Tugas (Plt.) Kepala BPS Provinsi DIY, Endang Tri Wahyuningsih, mengatakan deflasi pada Juli merupakan yang kedua terjadi di DIY sepanjang 2026 setelah sebelumnya tercatat deflasi 0,16% pada Januari.
Harga Cabai hingga Tomat Turun
Endang menjelaskan kelompok makanan, minuman, dan tembakau menjadi penyumbang terbesar deflasi Juli 2026.
Kelompok tersebut mengalami deflasi 1,39% dengan andil 0,39% terhadap penurunan IHK.
Menurutnya, melimpahnya pasokan hasil panen dari berbagai daerah membuat harga sejumlah komoditas hortikultura turun di tingkat konsumen.
Komoditas yang menjadi penyebab utama deflasi antara lain cabai rawit, bawang merah, cabai merah, dan tomat.
"Deflasi Juli 2026 terutama dipengaruhi oleh melimpahnya pasokan sejumlah komoditas hortikultura yang mendorong penurunan harga di tingkat konsumen," ujarnya, Senin (3/8/2026).
Harga Emas Perhiasan Ikut Menekan Inflasi
Selain kelompok pangan, kelompok perawatan pribadi dan jasa lainnya juga mencatat deflasi 0,92% dengan andil 0,07%.
Endang mengatakan penurunan tersebut terutama dipengaruhi turunnya harga emas perhiasan yang mengikuti tren penurunan harga emas dunia.
Di sisi lain, beberapa kelompok pengeluaran masih mengalami kenaikan harga.
Kelompok transportasi mengalami inflasi 0,82% dengan andil 0,11%, dipengaruhi kenaikan harga bensin selama Juli 2026.
Sementara itu, kelompok pendidikan mencatat inflasi 0,28% dengan andil 0,02% seiring dimulainya tahun ajaran baru.
Komoditas seperti wortel, ketimun, dan bawang putih juga turut memberikan andil terhadap inflasi pada Juli.
Secara tahunan, inflasi DIY mencapai 2,54%.
Endang menjelaskan penyumbang terbesar berasal dari kelompok perawatan pribadi dan jasa lainnya yang mengalami inflasi 13,40% dengan andil 0,90%, didorong kenaikan harga emas perhiasan.
Selanjutnya, kelompok transportasi mencatat inflasi 4,51% dengan andil 0,58%, terutama akibat kenaikan harga bensin.
Adapun kelompok makanan, minuman, dan tembakau mengalami inflasi 1,31% dengan andil 0,37%, yang dipengaruhi kenaikan harga beras dan minyak goreng.
Kota Jogja dan Gunungkidul Sama-sama Deflasi
Berdasarkan wilayah penghitungan Indeks Harga Konsumen (IHK), Kota Jogja mencatat inflasi tahunan sebesar 2,83%, lebih tinggi dibandingkan Kabupaten Gunungkidul yang mencapai 2,30%.
Meski demikian, secara bulanan kedua wilayah sama-sama mengalami deflasi.
"Sementara itu, secara bulanan kedua wilayah sama-sama mengalami deflasi, masing-masing sebesar -0,17% di Kota Jogja dan 0,42% di Kabupaten Gunungkidul," jelasnya.
Secara nasional, BPS mencatat Indonesia mengalami deflasi 0,14% secara bulanan pada Juli 2026.
Indeks Harga Konsumen (IHK) turun dari 111,89 pada Juni 2026 menjadi 111,73 pada Juli 2026.
Deputi Bidang Statistik Distribusi dan Jasa BPS, Ateng Hartono, mengatakan secara tahunan inflasi nasional mencapai 2,88%, sedangkan inflasi tahun kalender sebesar 1,65%.
"Adapun kelompok pengeluaran pendorong deflasi bulanan ini terutama pada makanan, minuman, dan tembakau dengan deflasi sebesar -0,89%. Dan kelompok tersebut memberikan andil deflasi sebesar -0,26%," ujarnya.
Menurut Ateng, komoditas yang paling besar mendorong deflasi nasional adalah bawang merah dengan andil 0,11%, diikuti cabai merah dan cabai rawit yang masing-masing memberikan andil 0,06%.
Selain itu, telur ayam ras dan tomat masing-masing memberikan andil deflasi 0,03%, sedangkan jeruk menyumbang 0,02%.
"Selain makanan, minuman, dan tembakau, juga kelompok perawatan pribadi dan jasa lainnya memberikan andil terhadap deflasi sebesar -0,06% dengan deflasinya sebesar -0,89%," tuturnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Kepastian hukum perkara korupsi Mandala Krida membuka jalan bagi Pemda DIY melanjutkan rehabilitasi. DED stadion disiapkan pada 2027.
Kapolrestabes Surabaya mengakui mutasi tujuh penyidik Satresnarkoba. Mereka diperiksa Propam Polda Jatim terkait dugaan pelanggaran SOP.
BPJS Ketenagakerjaan menyerahkan santunan JKK Rp70 juta kepada ahli waris Syabilla Rizkia Putri Raharja, atlet selam Jepara yang meninggal saat Porprov 2026.
Eko Suwanto mendorong Pemda DIY membangun ekosistem digital terintegrasi untuk meningkatkan layanan publik, membuka lapangan kerja, dan mengembangkan ekonomi ra
BPBD Gunungkidul melanjutkan bantuan air bersih hingga Desember 2026. Lebih dari 3.950 tangki telah disalurkan kepada warga terdampak kekeringan.
Kecelakaan truk tronton dan bus Sinar Jaya terjadi di Tol Solo-Ngawi KM 498+800 Boyolali, Senin sore. Sopir truk dilaporkan meninggal dunia.