Kejar Target Wisman, Pelaku Industri Pariwisata Bertemu di JITAC 2026
Promosi digital dan sinergi swasta digenjot untuk mengejar target wisman. Namun, direct flight masih menjadi tantangan pasar jarak jauh.
Ilustrasi. /Ist-Freepik
Harianjogja.com, JOGJA-- Sedikitnya 30.000 nasabah perusahaan pembiayaan Adira Finance di DIY dan Jawa Tengah mengajukan relaksasi dan restrukturisasi kredit karena terdampak Covid-19. Sebagian besar merupakan nasabah yang bekerja di sektor informal seperti tukang ojek online (ojol). Untuk memudahkan layanan di masa pandemi, Adira Finance meluncurkan aplikasi Adiraku untuk bisa memberi layanan secara online.
Kepala Wilayah Jawa Tengah Adira Finance Irfan Budianto menjelaskan jumlah nasabah di DIY dan Jawa Tengah sekitar 350.000. Sebanyak 30% atau sekitar 105.000 nasabah di antaranya berada di DIY. Dari jumlah itu sebagian besar merupakan nasabah yang terkait dengan kredit kendaraan bermotor. Di mana mereka lebih didominasi pekerja sektor informal baik driver taksi online hingga tukang ojol dan pedagang kecil.
"Karena di sektor informal, kondisi mereka saat ini tidak memiliki penghasilan karena dampak Covid-19. Sehingga sebagian besar mengajukan relaksasi dan restrukturisasi kredit. Tentu kami layani sesuai ketentuan," ungkapnya, Selasa (12/5/2020).
Ia menambahkan berdasarkan data sementara pada pekan kedua Mei 2020 sudah ada 30.000 nasabah yang diberikan layanan relaksasi dan restrukturisasi dengan nilai mencapai Rp600 miliar. Melihat kondisi yang belum pulih seperti saat ini, ia memperkirakan masih banyak nasabah yang akan mengajukan relaksasi sehingga datanya akan terus berubah. Pihaknya tetap memberikan layanan tersebut sebagai komitmen untuk membantu menangani pandemi sekaligus menjalankan aturan dari Asosiasi Perusahaan Pembiayaan Indonesia (APPI) dan Otoritas Jasa Keuangan (OJK).
"Kami sebenarnya sudah memiliki pengalaman saat gempa 2006 dan erupsi Merapi 2010. Sehingga kami tidak kaget dalam memberikan layanan keringan seperti ini karena sebelumnya pernah kami lakukan," ujarnya.
Irfan menambahkan layanan tersebut bisa didapatkan melalui 21 kantor utama dan 23 kantor cabang pembantu di DIY dan Jateng. Tentunya dengan protokol kesehatan yang ketat. Namun pihaknya juga memberikan layanan secara online dengan memanfaatkan aplikasi Adiraku. Sejak diluncurkan Februari 2020 lalu telah melayani 200.000 nasabah, layanan ini bisa berjalan 24 jam. Aplikasi ini memudahkan nasabah lewat ponselnya untuk mendapatkan layanan tanpa harus datang ke kantor.
"Melalui aplikasi ini sangat memudahkan nasabah karena bisa melakukan transaksi dari rumah menggunakan ponselnya tanpa harus datang ke kantor. Mau membayar angsuran instan, pengajuan kredit bisa lewat ponsel. Banyak menu layanan kemudahan diaplikasi Adiraku ini," ungkapnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Promosi digital dan sinergi swasta digenjot untuk mengejar target wisman. Namun, direct flight masih menjadi tantangan pasar jarak jauh.
Tujuh tentara AS dilaporkan tewas dalam bentrokan di USS Abraham Lincoln. Insiden disebut dipicu stres akibat perang berkepanjangan.
Satpol PP Bantul menemukan 2.704 batang rokok ilegal di dua warung di Sanden dalam operasi bersama Bea Cukai Yogyakarta.
Tim SAR masih mencari lima penumpang KMP Putri Yasmin yang belum ditemukan setelah kapal terbakar di Selat Lombok, NTB.
KPK menggeledah Kanwil Pajak Surakarta dan sejumlah lokasi di empat daerah terkait kasus pajak Banjarmasin. Emas 1,3 kg turut disita.
Gelombang tinggi kembali menyumbat aliran air di Sanden dan Kretek, Bantul. Sekitar 55 hektare lahan pertanian kembali tergenang.