Ekonom Indef Usul Agar Kabinet Prabowo Tak Terlalu Gemoy, Ini Dampaknya
Pembentukan kabinet pemerintahan mendatang lebih baik dirampingkan atau tidak gemoy. Hal itu bertujuan untuk mendorong penyelenggaraan pemerintahan yang efektif
Gubernur Bank Indonesia Perry Warjiyo memberikan keterangan melalui streaming di Jakarta, Rabu (18/8/2020), Dok. Bank Indonesia
Harianjogja.com, JAKARTA-Optimisme pertumbuhan ekonomi Indonesia juga datang dari Bank Indonesia. Bank sentral ini memperkirakan pertumbuhan ekonomi Indonesia akan akan berada pada kisaran 4,8% hingga 5,8% pada 2021.
Proyeksi tersebut tercatat lebih tinggi dibandingkan dengan proyeksi pemerintah yang berada pada kisaran 4,5% hingga 5,5%.
Gubernur Bank Indonesia (BI) Perry Warjiyo menyampaikan proyeksi tersebut didasarkan pada terlihatkan beberapa indikator ekonomi yang mulai menunjukkan perbaikan pada semester kedua tahun ini.
Beberapa indikator ini di antaranya membaiknya mobilitas masyarakat meski masih lambat, kemudian membaiknya penjualan eceran dan online, meningkatnya keyakinan konsumen, juga PMI, serta ekspektasi investasi dan ekspor.
"Untuk keseluruhan 2021 kami berpandangan kisaran asumsi pemerintah untuk pertumbuhan ekonomi pada RAPBN tahun 2021 sekitar 4,5 hingga 5,5 persen cukup realistis dan sejalan dengan prakiraan Bank Indonesia sekitar 4,8 hingga 5,8 persen," katanya, Rabu (2/9/2020).
Sementara, dia juga memperkirakan ekonomi global juga akan mulai pulih pada tahun depan. Hal ini tercermin dari prediksi ekonomi global yang akan terkontraksi 4,9 pada tahun 2020, dan kemudian tumbuh positif sekitar 5,4 persen pada 2021.
Salah satu negara yang sudah menunjukkan pemulihan tahun ini adalah China, sementara negara lain diprediksi baru pulih pada 2021.
Sejalan dengan itu, Perry memperkirakan ekonomi Indonesia juga akan semakin membaik pada tahun depan yang didukung oleh pertumbuhan ekonomi global, stimulus yang digelontorkan pemerintah, pemulihan produksi, dan implementasi UU Cipta Kerja.
Lebih lanjut, BI juga akan terus menerapkan kebijakan moneter yang akomodatif dan mendukung pemulihan ekonomi.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : JIBI/Bisnis.com
Pembentukan kabinet pemerintahan mendatang lebih baik dirampingkan atau tidak gemoy. Hal itu bertujuan untuk mendorong penyelenggaraan pemerintahan yang efektif
Presiden Prabowo menyebut sejumlah negara kini meminta membeli beras dari Indonesia di tengah ancaman krisis pangan global.
Pendaki asal Riau patah tulang saat mendaki Gunung Rinjani. Tim TNGR dan EMHC lakukan evakuasi di jalur Pelawangan Sembalun.
DPP Gunungkidul menyiapkan strategi antisipasi gagal panen saat musim kemarau dengan percepatan tanam dan benih padi umur pendek
OJK menargetkan satu Bank Umum Syariah baru hasil spin-off terbentuk pada 2026 untuk memperkuat industri perbankan syariah nasional.
Prabowo akan memberi Bintang Mahaputera kepada Kapolri Listyo Sigit dan Panglima TNI Agus Subiyanto atas kinerja dan kepemimpinan.