JBBA 2026, Saatnya Dunia Usaha Berandil Cetak Talenta Masa Depan
JBBA 2026 menyoroti peran dunia usaha dalam membangun SDM adaptif di era AI dan transformasi digital di Jogja.
Helm milik pebalap AHRT asal Jogja, Rheza Danica./Istimewa
Harianjogja.com, JOGJA—Spirit nasionalisme menjadi makna filosofi utama dari grafis helm para pebalap binaan PT Astra Honda Motor (AHM) yang tergabung dalam Astra Honda Racing Team (AHRT).
Pebalap AHRT dari Semarang, Jawa Tengah, Irfan Ardiansyah mengatakan menjelaskan lambang Burung Garuda mendominasi bagian atas helm. Hal itu menurutnya sebagai lambang kecintaan terhadap bangsa. “Sementara warna dominan merah jambu yang menandakan kecerahan, kegembiraan dan keceriaan, agar balapan senantiasa dinikmati sebagai sesuatu yang menyenangkan, bukan sebuah tekanan,” ucap dia melalui rilis yang diterima Harianjogja.com, Kamis (10/9/2020).
Begitu pula dengan pebalap AHRT asal Jogja, Rheza Danica. Pebalap yang membela AHRT di kelas SS600 ini juga memiliki helm yang didominasi warna merah dan putih yang melambangkan kecintaannya terhadap Indonesia. ”Selain semangat nasionalisme, warna merah dan putih juga senada dengan livery AHRT. Ada logo huruf R sebagai tanda bahwa ini adalah Rheza,” ujarnya.
Sementara pebalap AHRT kelahiran Magetan, Jawa Timur, M Adenanta Putra, memiliki helm yang didominasi warna putih. Meski begitu, adanya aksen merah pada helmnya, tetap menunjukkan identitas kecintaannya terhadap Tanah Air.
Dominasi warna putih, kata dia, merupakan lambang kesucian atau kebersihan, sedangkan merah sebagai simbol keberanian. “Artinya, dalam balapan harus selalu menampilkan yang terbaik, namun tetap sportif. Lalu ada warna emas yang melambangkan harapan mencapai era keemasan dalam karier di dunia balap,” ucap dia.
Desain Unik
Desain agak berbeda justru ada pada helm milik pebalap muda yang juga kelahiran Magetan, Mario Suryo Aji. Helm pebalap yang berlaga di CEV Moto3 Junior World Championship itu berdesain “boom” di bagian samping. “Ini menunjukkan spirit saya untuk selalu tampil mengejutkan,” ucap Mario.
Tampilan unik juga terdapat pada helm milik Herjun Atna Firdaus. Pebalap 16 tahun asal Pati, Jawa Tengah itu mengedepankan desain grafis api dan roket. “Api melambangkan semangat
berkobar yang harus dimiliki untuk menggapai kemenangan setiap balap. Roket melambangkan kecepatan,” ucap dia.
Pun demikian dengan helm milik Lucky Hendriansya, pebalap asal Sidrap, Sulawesi Selatan. Helm pebalap yang turun di ajang Asia Road Racing Championship (ARRC) kelas AP250 ini mengandalkan logo Chicken Speed. “Ini karena sejak kecil saya memelihara ayam. Selain itu, ada lagi dua gambar yang selalu tampak dominan pada helmnya, yakni pantai dan rumah.”
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Polda Banten membongkar sindikat penyalahgunaan solar subsidi di Serang. Polisi menyita 1.000 liter solar dan menetapkan dua tersangka.
Pura Jagat Natha resmi berdiri di kawasan Alun-alun Kota Magelang. Kehadirannya melengkapi rumah ibadah lintas agama di kawasan tersebut.
ASDP menjelaskan antrean panjang di Pelabuhan Ketapang-Gilimanuk dipicu aksi pengemudi truk. Antrean di sisi Jawa mencapai 8 km.
Hasil Pilur PAW Sleman 2026 di lima kalurahan. Andi Suwarno hingga Totok Jaka Suwarta meraih suara terbanyak.
Dua penembakan di Afrika Selatan menewaskan 27 orang, masing-masing di dekat Johannesburg dan kawasan pinggiran Cape Town.