Pemerintah Siapkan Strategi agar Kelas Menengah Mau Belanja
Presiden Joko Widodo saat berbincang dengan wartawan di Istana Merdeka, Jakarta, Senin (13/7/2020)./Antara
Harianjogja.com, BOGOR—Pemerintah Pusat merumuskan berbagaiupaya untuk membangun psikologi masyarakat kelas menengah agar mau membelanjakan uang. Hal ini untuk menggerakkan perekonomian negara.
Belakangan kinerja industri manufaktur dalam negeri membaik, namun produksi yang baik tanpa ada permintaan (demand) disebut tak akan ada gunanya.
Pasalnya, dalam kondisi sekarang ini, masyarakat kelas menengah menahan belanja. “Yang terpenting adalah membangun psikologi masyarakat kelas menengah agar mau berbelanja.”
Upaya tersebut bisa ditempuh dengan cara menciptakan perasaan dan kondisi yang aman di masyarakat sehingga berani beraktivitas.
“Rasa aman ini yang harus diciptakan dengan cara menyiapkan infrastruktur yang mendukung protokol kesehatan di sejumlah tempat,” tutur Jokowi.
Presiden Joko Widodo menilai kinerja industri manufaktur mulai membaik, terindikasi dari indeks manufaktur atau Purchasing Managers Index (PMI).
BACA JUGA
Data yang dikeluarkan IHS Markit pada awal bulan ini mencatat indeks manufaktur Indonesia berhasil naik menjadi 50,8; atau meninggalkan level kontraksi alias di bawah 50.
Angka di atas 50 mengindikasikan bahwa perusahaan manufaktur di Tanah Air mulai ekspansif, yang terekam dalam kapasitas produksi dan pesanan baru.
“Manufaktur sudah mulai berproduksi. Ini harus diantisipasi kalau demand tidak ada,” ujar Presiden Joko Widodo ketika bertemu pemimpin redaksi sejumlah media massa di Istana Bogor, Kamis (10/9/2020).
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : JIBI/Bisnis.com
Share