7 Orang Terpilih sebagai Dewan Komisioner OJK, Ini Pesan Wimboh
Ketua Dewan Komisioner OJK periode 2017–2022 WImboh Santoso menyambut baik terpilihnya tujuh dewan komisioner OJK periode 2022–2027 kemarin, Kamis (7/4/2022) oleh DPR RI.
Teknisi bersiap memeriksa pesawat Boeing 737 Max 8 milik Garuda Indonesia, di Garuda Maintenance Facility AeroAsia, bandara Soekarno-Hatta, Tangerang, Banten, Rabu (13/3/2019). /Reuters-Willy Kurniawan
Harianjogja.com, JAKARTA — PT Garuda Indonesia Tbk. (GIAA) memberikan laporan penjelasan terkait dengan beredarnya rekaman diskusi internal penawaran program pensiun dini kepada karyawannya.
Manajemen melalui keterbukaan informasi publik yang dikutip pada, Jumat (28/5/201) menjelaskan bahwa perseroan
masih mengoptimalkan media daring untuk melakukan komunikasi langsung secara virtual bersama karyawan di tengah situasi pandemi Covid-19 yang masih berlangsung hingga saat ini.
Hal itu juga guna memaksimalkan penerapan protokol kesehatan pada seluruh aktivitas bisnis perseroan. Maskapai dengan jenis layanan penuh tersebut mennuturkan dalam diskusi yang berlangsung telah mengatur secara tegasmengenai larangan penyebarluasan informasi internal mengacu kepada aturan yang berlaku.
"Namun perkembangan teknologi informasi saat ini memungkinkan terjadinya penyebarluasan informasi internal di luar kontrol Perseroan. Lebih lanjut perseroan tengah melakukan penelurusan atas peristiwa tersebarnya rekaman rapat internal dimaksud," ujar manajemen dalam keterbukaan informasi publik yang dikutip," Jumat (28/5/2021).
Baca juga: Varian Baru Covid-19 Dicurigai Masuk Sleman
Maskapai pelat merah tersebut juga menjelaskan rekaman audio yang beredar tersebut merupakan rekaman diskusi internal yang dilakukan manajemen bersama dengan karyawan dalam kaitan penyampaian informasi mengenai program Human Capital, di antaranya yakni penawaran pensiun dini kepada karyawan.
Manajemen mengatakan segala informasi yang disebutkan dalam rekaman audio tersebut merupakan informasi yang hanya diperuntukan bagi internal dan tidak untuk disebarluaskan. Tujuan diskusi internal tersebut untuk memberikan gambaran awal kepada karyawan dalam pengambilan keputusan terkait program pensiun dini.
Lebih lanjut, perseroan juga telah menerbitkan penjelasan resmi terkait program pensiun dini melalui sistem pelaporan elektronik Otoritas Jasa Keuangan dan PT Bursa Efek Indonesia pada 24 Mei 2021.
Adapun, sebelumnya, Garuda Indonesia tengah dalam tahap awal menawarkan program pensiun yang dipercepat bagi karyawan yang memenuhi kriteria dan persyaratan keikutsertaan program tersebut.
Direktur Utama Garuda Indonesia Irfan Setiaputra mengatakan penawaran program ini dilakukan sejalan dengan upaya pemulihan kinerja usaha yang tengah dijalankan perserioan. Maskapai pelat merah tersebut ingin menjadi lebih sehat serta adaptif menjawab tantangan kinerja usaha pada era kenormalan baru.
"Terlebih dengan situasi pandemi yang masih terus berlangsung hingga saat ini, mengharuskan Perusahaan melakukan langkah penyesuaian aspek suplai dan permintaan ditengah penurunan kinerja operasi imbas penurunan trafik penerbangan yang terjadi secara signifikan," ujarnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : bisnis.com
Ketua Dewan Komisioner OJK periode 2017–2022 WImboh Santoso menyambut baik terpilihnya tujuh dewan komisioner OJK periode 2022–2027 kemarin, Kamis (7/4/2022) oleh DPR RI.
Pemerintah segera terbitkan aturan baru e-commerce yang mengatur transparansi biaya marketplace dan perlindungan UMKM serta seller.
Kemnaker membuka pendaftaran Bantuan TKM Pemula 2026 dengan dana Rp5 juta untuk mendukung usaha mandiri masyarakat.
Pria di Pacitan menjadi korban penyiraman cairan kimia saat hendak ke pasar. Korban mengalami luka bakar dan dirujuk ke rumah sakit.
Konsultan keuangan Elvi Diana meminta OJK memperketat screening dan edukasi publik guna mencegah maraknya investasi ilegal.
Imigrasi YIA menggagalkan keberangkatan tiga pria diduga calon haji non-prosedural menuju Singapura melalui Bandara YIA.